- Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokatif dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.
- Pemerintah Iran dan berbagai pihak mengecam keras aksi tersebut karena dianggap melanggar status quo situs suci umat Islam.
- Tindakan provokasi ini memicu kemarahan publik serta meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik di wilayah Palestina dan Israel.
Paling Lantang Suarakan Pengusiran Warga Palestina
Ben-Gvir menjadi salah satu pejabat di pemerintahan Benjamin Netanyahu yang paling keras bersuara untuk mengusir dan membinaskan warga Palestina.
Ben-Gvir mendukung penuh gerakan-gerakan sayap kanan zionis yang melakukan pengusiran dan tindakan barbar kepada warga Palestina.
![Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/13/31605-itamar-ben-gvir.jpg)
Sejak Muda Bermasalah
Media Israel menyebut kontroversi Ben-Gvir bukan baru muncul setelah ia jadi menteri.
Ben-Gvir menghadapi puluhan dakwaan terkait hasutan dan ekstremisme sejak muda.
Ia bahkan pernah mengancam PM Israel Yitzhak Rabin di TV sebelum pembunuhannya.
Sumber dari Sumber Masalah
Sejumlah jurnalis terkemuka Israel memberikan kritik tajam soal gaya, pernyataan dan sikap Ben-Gvir.
Analis militer Haaretz, Amos Harel, secara konsisten memperingatkan bahwa figur seperti Ben-Gvir dapat memicu eskalasi konflik dan instabilitas di Israel.
Kolumnis Haaretz menyebut perannya sebagai bagian dari pergeseran Israel menuju politik ultra-nasionalis
Legalkan Senjata Api di Israel
Sebagai menteri, ia mendorong pelonggaran kepemilikan senjata dan kebijakan keamanan yang lebih tegas.
Ben-Gvir juga mendukung hukuman mati bagi pelaku terorisme, yang menuai perdebatan luas baik di dalam maupun luar negeri.