Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Arief Apriadi

Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
Pesawat F-15E milik Amerika Serikat [United States Air Forces Central]
  • Amerika Serikat mengajukan proposal izin terbang bebas meski telah melakukan 18 pelanggaran wilayah kedaulatan Indonesia sepanjang 2024 hingga 2025.
  • Kementerian Luar Negeri mendesak Kementerian Pertahanan menunda kesepakatan tersebut karena AS mengabaikan protes diplomatik terkait operasi pengintaian ilegal mereka.
  • Kementerian Pertahanan RI memastikan izin terbang tidak termasuk dalam pilar kerja sama pertahanan yang baru disepakati kedua negara.

Suara.com - Upaya Amerika Serikat untuk mendapatkan akses ruang udara secara penuh di wilayah Indonesia mendapat sorotan tajam dari banyak pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Pasalnya, Pentagon menyodorkan proposal izin terbang bebas (blanket clearance) setelah sebelumnya militer mereka berkali-kali melanggar tanpa mendapat hukuman atau sanksi yang layak.

Menyitat Reuters, armada militer Amerika Serikat tercatat 18 kali melanggar kedaulatan teritorial Indonesia tanpa iktikad baik untuk merespons protes Jakarta.

Menteri Urusan Perang AS Pete Hegseth menjadi tuan rumah pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon, 13 April 2026. (Foto: Navy Petty Officer 1st Class Eric Brann)
Menteri Urusan Perang AS Pete Hegseth menjadi tuan rumah pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon, 13 April 2026. (Foto: Navy Petty Officer 1st Class Eric Brann)

Fakta ironis ini terungkap dari surat rahasia Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang ditujukan kepada Kementerian Pertahanan pada awal April lalu.

Berdasarkan data Kemlu, pesawat militer AS telah melakukan operasi pengintaian di Laut China Selatan dan melanggar batas wilayah perairan serta ruang udara Indonesia sebanyak 18 kali dalam kurun waktu Januari 2024 hingga April 2025.

Respons Semena-mena Amerika Serikat

Surat tersebut, sebagaimana laporan Reuters, mencatat bahwa protes diplomatik yang dilayangkan Indonesia atas operasi ilegal tersebut tidak pernah mendapat tanggapan atau respons yang layak dari pihak Amerika Serikat.

Meski memiliki rekam jejak pelanggaran tersebut, AS justru mencoba melobi Kemhan RI—jelang pertemuan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan AS Pete Hegseth di Washington—untuk melegalkan manuver mereka.

Jika disetujui, proposal ini akan membebaskan Washington untuk memaksimalkan armada pengintaiannya di atas wilayah Indonesia, sebuah negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau.

Merespons isu krusial tersebut, Kemlu sebagaimana laporan Reuters, mendesak agar Kemhan menunda kesepakatan tersebut.

Juru Bicara Kemhan RI, Rico Ricardo Sirait pun merespons tekanan tersebut. Dia mengonfirmasi bahwa izin terbang tidak dimasukkan ke dalam pilar kerja sama pertahanan yang baru disepakati kedua negara.

"Kementerian Pertahanan menghormati pandangan dan masukan dari seluruh kementerian dan lembaga terkait. Setiap proposal tidak dapat diartikan sebagai keputusan final," tegas Sirait.

Sementara itu, pihak Pentagon hingga kini belum memberikan tanggapan terkait isu pelanggaran wilayah maupun nasib proposal pemberian akses ruang udara di wilayah Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel

Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:43 WIB

Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia

Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:50 WIB

Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington

Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:42 WIB

Terkini

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB