Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
Kebijakan baru akses udara militer AS di Indonesia berpotensi mengubah peta kekuatan maritim kawasan Asia. (Eurasiareview)
baca 10 detik
  • Indonesia dikabarkan memberi izin terbang bebas bagi militer Amerika Serikat di wilayah udara nasional.

  • Kebijakan baru ini berpotensi menggeser doktrin politik luar negeri bebas aktif Indonesia saat ini.

  • Dampak akses ini memicu kekhawatiran kedaulatan serta potensi reaksi keras dari pemerintah China.

Suara.com - Langkah berani diambil Presiden Prabowo Subianto yang dikabarkan telah mencapai kesepahaman strategis dengan Presiden Donald Trump mengenai akses udara.

Kebijakan ini memungkinkan pesawat militer Amerika Serikat melintasi dan singgah di wilayah udara Indonesia tanpa perlu persetujuan kasus per kasus.

Hal itu dikatakan analis kebijakan pertahanan Murray Hunter dalam Eurasiareview.

Pesawat tempur F-16 mengeluarkan flare saat flypast perayaan HUT ke-77 TNI di Langit Monas, Jakarta, Rabu (5/10/2022). [ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz]
Pesawat tempur F-16 mengeluarkan flare saat flypast perayaan HUT ke-77 TNI di Langit Monas, Jakarta, Rabu (5/10/2022). [ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz]

"AS Berupaya Mendapatkan Hak Penerbangan Militer di Atas Wilayah Udara Indonesia: Ini Akan Mengubah Keseimbangan Kekuatan Regional Secara Dramatis," begitu judulnya opininya di media tersebut yang dipublish, Rabu (15/4/2026).

Menurut dia, informasi ini mulai terkuak menyusul kunjungan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin ke markas besar Departemen Pertahanan AS baru-baru ini.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth melalui sebuah unggahan di platform X mengonfirmasi adanya peningkatan status hubungan kedua negara tersebut.

Hegseth menyatakan, “AS dan Indonesia meningkatkan hubungan mereka menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan utama.”

Selama puluhan tahun Indonesia dikenal sangat ketat dalam mengatur penggunaan ruang udara nasional bagi kepentingan militer asing.

Bahkan untuk penerbangan sipil internasional pun Indonesia biasanya mewajibkan izin terbang yang harus diajukan jauh-jauh hari sebelumnya.

baca juga

Namun kini Jakarta tampaknya sedang bersiap memberikan pengaturan akses militer paling krusial bagi Washington di wilayah Asia Tenggara.

Kesepakatan ini diprediksi memiliki bobot strategis yang serupa dengan perluasan pangkalan militer AS di Filipina dan Australia Utara.

Dengan izin ini pesawat militer Amerika Serikat akan memperoleh jalur bebas menuju Laut China Selatan serta Selat Malaka.

Operasi Kontinjensi di Selat Malaka

Berdasarkan dokumen internal Departemen Pertahanan AS ke akses ini bertujuan untuk memperlancar misi tanggap krisis di seluruh Indonesia.

Dokumen berjudul “Operasionalisasi Overflight AS” tersebut merinci bahwa akses selimut ini menggantikan sistem persetujuan manual yang selama ini berlaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 21:53 WIB

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Ciri-ciri Larutan Asam dan Basa Beserta Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 21:00 WIB

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 20:59 WIB

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

×