Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
Kebijakan baru akses udara militer AS di Indonesia berpotensi mengubah peta kekuatan maritim kawasan Asia. (Eurasiareview)
baca 10 detik
  • Indonesia dikabarkan memberi izin terbang bebas bagi militer Amerika Serikat di wilayah udara nasional.

  • Kebijakan baru ini berpotensi menggeser doktrin politik luar negeri bebas aktif Indonesia saat ini.

  • Dampak akses ini memicu kekhawatiran kedaulatan serta potensi reaksi keras dari pemerintah China.

Pengamat militer menilai hal ini memberikan kemampuan bagi AS untuk melakukan patroli rutin menggunakan pesawat canggih seperti P-8A Poseidon.

Pesawat tanker KC-46A Pegasus hingga pembom strategis B-1B Lancer kini berpotensi memantau Selat Malaka secara terus-menerus setiap saat.

Peningkatan kehadiran militer asing di salah satu jalur perdagangan tersibuk dunia ini tentu memicu beragam reaksi di dalam negeri.

Sejumlah kritikus domestik mulai menyuarakan kekhawatiran mengenai potensi pengikisan kedaulatan wilayah udara yang selama ini dijaga ketat.

Kebijakan ini dianggap oleh sebagian pihak sebagai tanda pergeseran orientasi politik luar negeri Presiden Prabowo yang lebih condong ke Barat.

Dalam konteks ketegangan global akses ini memungkinkan AS mengawasi pengiriman komoditas yang dianggap bertentangan dengan kepentingan nasional mereka.

Menurut Murray Hunter lagi, hal ini menjadi kabar buruk bagi China mengingat sebagian besar pasokan minyak mereka dari Teluk melewati Selat Malaka.

"Keseimbangan kekuatan di kawasan ASEAN kini berada di titik persimpangan akibat potensi gesekan militer di wilayah perairan Indonesia tersebut," tulisnya.

Respons China dan Masa Depan ASEAN

baca juga

Indonesia yang kini menjadi kolaborator militer erat bagi AS secara otomatis mengubah status detente atau peredaman ketegangan di Asia.

Doktrin tradisional “Bebas Aktif” yang sebelumnya sangat ditekankan kini menghadapi ujian berat di tengah persaingan negara adidaya yang menajam.

Dunia internasional kini tengah menunggu bagaimana reaksi resmi Beijing terhadap penyelarasan kebijakan pertahanan yang dilakukan oleh pemerintah Jakarta ini.

Sebagai mitra dagang utama yang berinvestasi besar pada infrastruktur RI China memiliki berbagai instrumen tekanan diplomatik maupun ekonomi.

Beijing bisa saja merespons dengan sanksi perdagangan atau meningkatkan aktivitas militer mereka di sekitar perbatasan laut Indonesia ke depannya.

Isu ini muncul di tengah upaya Indonesia memperkuat aliansi pertahanan global demi modernisasi alat utama sistem persenjataan nasional.

Jika kerja sama logistik ini berjalan lancar ada kemungkinan integrasi militer dengan Australia juga akan semakin diperdalam nantinya.

Meski demikian kabar terbaru dari Jakarta menyebutkan bahwa kesepakatan tersebut sebenarnya belum mencapai tahap final yang mengikat.

Pemerintah Indonesia dilaporkan masih mempertimbangkan secara mendalam segala konsekuensi geopolitik dan risiko keamanan yang mungkin ditimbulkan nantinya.

Penundaan ini mengisyaratkan adanya pertimbangan ulang terkait tekanan domestik dan keseimbangan hubungan diplomatik dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Modus Pasutri di Jakarta: Bawa Anak Balita saat Curi Motor Agar Tak Dicurigai dan Dikasihani

Modus Pasutri di Jakarta: Bawa Anak Balita saat Curi Motor Agar Tak Dicurigai dan Dikasihani

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:39 WIB

Temuan Granat Asap Gegerkan Warga Cempaka Putih, Polisi Pastikan Sudah Tidak Aktif

Temuan Granat Asap Gegerkan Warga Cempaka Putih, Polisi Pastikan Sudah Tidak Aktif

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:37 WIB

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

Lonjakan Biomassa Jepang Bikin Indonesia Alami Deforestasi Lebih Parah, Mengapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:35 WIB

Powder Foundation Make Over Tahan Berapa Lama? Ini 2 Varian dan Perbedaan Formulanya

Powder Foundation Make Over Tahan Berapa Lama? Ini 2 Varian dan Perbedaan Formulanya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 17:35 WIB

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 17:31 WIB

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Dari Indonesia ke Dunia: Bayan Resources & Kemitraan Strategis Prabowo-Trump Sektor Mineral Kritis

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 17:30 WIB

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Di Balik Lucunya Anak Ayam Warna-warni: Nyawa Rentan yang Dijadikan Mainan Murah

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 17:25 WIB

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

Resmi Beroperasi, Jalur Integrasi LRT ke KRL Manggarai Ternyata Belum Tuntas

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:24 WIB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

Wamen ATR/BPN Ungkap Arahan Nusron Wahid Usai Kasus Dugaan Korupsi HGB

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:17 WIB

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Rp49 Triliun Uang Rakyat Raib Kena Scam, Ini Ternyata Industri Besar!

Video | Rabu, 16 September 2026 | 17:10 WIB

×