Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 15 April 2026 | 10:14 WIB
Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman
Selat Hormuz (Freepic)
  • Amerika Serikat mengerahkan 10.000 tentara dan belasan kapal perang untuk memblokade ekspor energi Iran.

  • Enam kapal dagang dipaksa putar balik di Teluk Oman karena melanggar batas waktu blokade.

  • Penutupan Selat Hormuz oleh Iran mengancam 20 persen pasokan minyak dan gas dunia saat ini.

“Jaring kami adalah Teluk Oman,” kata salah satu pejabat tersebut yang menjelaskan mekanisme operasi pencegatan di lapangan.

Pejabat tersebut menambahkan mengenai kendali penuh militer Amerika Serikat atas satu-satunya akses keluar masuk wilayah perairan tersebut.

“Hanya ada satu jalan masuk dan satu jalan keluar,” kata pejabat tersebut yang memberikan gambaran detail mengenai lokasi blokade.

Ia menegaskan mengenai keberhasilan otoritas keamanan dalam menutup total celah bagi pergerakan logistik pihak lawan.

“Kami telah mengunci semuanya,” kata pejabat tersebut terkait keberhasilan unit tempur dalam mengontrol lalu lintas komoditas di sana.

Hingga saat ini, proses pengusiran enam kapal tanker tersebut dilaporkan berlangsung kondusif tanpa perlu adanya peningkatan eskalasi militer.

Aturan Ketat Batas Waktu Pelayaran

Kebijakan blokade ini hanya menyasar kapal-kapal yang masih berada di dermaga Iran setelah melewati tenggat waktu yang ditentukan.

Batas waktu krusial yang ditetapkan oleh pemerintah Amerika Serikat jatuh pada hari Senin pukul 10 pagi waktu setempat.

Laporan media lokal sempat menyebutkan adanya kapal yang berhasil melintas, namun data pelacakan menunjukkan mereka berangkat lebih awal.

Meskipun melakukan pencegatan, kapal perang Amerika Serikat tidak memberikan pengawalan fisik bagi kapal yang diminta kembali ke dermaga.

Fokus utama pasukan laut adalah memastikan kapal dari negara lain selain Iran tetap bisa melintas dengan aman.

Pihak Komando Pusat menyatakan bahwa pasukan mereka tetap mendukung hak navigasi bagi kapal-kapal menuju pelabuhan non-Iran.

Hal ini menjadi bagian dari misi menjaga kelancaran jalur perdagangan internasional di tengah ketegangan bersenjata yang sedang berlangsung.

“Pasukan AS mendukung kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran,” sebut pernyataan resmi Komando Pusat.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa target utama dari operasi militer ini adalah murni untuk menekan aktivitas ekonomi pemerintah Teheran.

Amerika Serikat berupaya memisahkan kepentingan logistik global dengan sanksi fisik yang diberikan kepada pihak Iran secara spesifik.

Krisis ini bermula ketika Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas agresi militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia karena menampung sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair global.

Penutupan jalur ini menyebabkan lonjakan harga bahan bakar di pasar internasional yang menekan stabilitas ekonomi banyak negara maju.

Upaya negosiasi diplomatik yang baru saja digelar di Pakistan gagal membuahkan kesepakatan damai antara pihak-pihak yang bertikai.

Hingga kini, situasi di perairan tersebut tetap tegang seiring dengan penanaman ranjau laut yang menyulitkan pergerakan kapal komersial secara umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:58 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB