-
Amerika Serikat mengerahkan 10.000 tentara dan belasan kapal perang untuk memblokade ekspor energi Iran.
-
Enam kapal dagang dipaksa putar balik di Teluk Oman karena melanggar batas waktu blokade.
-
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran mengancam 20 persen pasokan minyak dan gas dunia saat ini.
“Jaring kami adalah Teluk Oman,” kata salah satu pejabat tersebut yang menjelaskan mekanisme operasi pencegatan di lapangan.
Pejabat tersebut menambahkan mengenai kendali penuh militer Amerika Serikat atas satu-satunya akses keluar masuk wilayah perairan tersebut.
“Hanya ada satu jalan masuk dan satu jalan keluar,” kata pejabat tersebut yang memberikan gambaran detail mengenai lokasi blokade.
Ia menegaskan mengenai keberhasilan otoritas keamanan dalam menutup total celah bagi pergerakan logistik pihak lawan.
“Kami telah mengunci semuanya,” kata pejabat tersebut terkait keberhasilan unit tempur dalam mengontrol lalu lintas komoditas di sana.
Hingga saat ini, proses pengusiran enam kapal tanker tersebut dilaporkan berlangsung kondusif tanpa perlu adanya peningkatan eskalasi militer.
Aturan Ketat Batas Waktu Pelayaran
Kebijakan blokade ini hanya menyasar kapal-kapal yang masih berada di dermaga Iran setelah melewati tenggat waktu yang ditentukan.
Batas waktu krusial yang ditetapkan oleh pemerintah Amerika Serikat jatuh pada hari Senin pukul 10 pagi waktu setempat.
Laporan media lokal sempat menyebutkan adanya kapal yang berhasil melintas, namun data pelacakan menunjukkan mereka berangkat lebih awal.
Meskipun melakukan pencegatan, kapal perang Amerika Serikat tidak memberikan pengawalan fisik bagi kapal yang diminta kembali ke dermaga.
Fokus utama pasukan laut adalah memastikan kapal dari negara lain selain Iran tetap bisa melintas dengan aman.
Pihak Komando Pusat menyatakan bahwa pasukan mereka tetap mendukung hak navigasi bagi kapal-kapal menuju pelabuhan non-Iran.
Hal ini menjadi bagian dari misi menjaga kelancaran jalur perdagangan internasional di tengah ketegangan bersenjata yang sedang berlangsung.
“Pasukan AS mendukung kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran,” sebut pernyataan resmi Komando Pusat.