Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

Dwi Bowo Raharjo, Faqih Fathurrahman

Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB
Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!
Rismon Sianipar mendekap erat buku Jokowi’s White Paper dengan kedua tangannya. [Suara.com/Faqih Fathurra]
baca 10 detik
  • Rismon Hasiholan Sianipar dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla.
  • Rismon membantah tuduhan tersebut dan mengklaim video viral itu adalah hasil rekayasa teknologi AI dari konten kajian ilmiahnya.
  • Rismon mendesak pihak kepolisian melakukan penyelidikan forensik digital untuk mengungkap pelaku manipulasi video yang merusak reputasi dirinya tersebut.

Suara.com - Rismon Hasiholan Sianipar akhirnya angkat bicara terkait laporan dugaan pencemaran nama baik terhadap Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), yang menyeret namanya ke Bareskrim Polri.

Rismon menegaskan bahwa dirinya adalah korban dari kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Rismon menyebut video yang beredar dan menjadi dasar laporan tersebut bukanlah ucapan aslinya, melainkan hasil rekayasa digital atau deepfake.

Ia mengklaim materi aslinya bersumber dari kanal YouTube Balige Academy yang kemudian dimanipulasi.

“Video tersebut adalah video editan hasil rekayasa AI yang bersumber pada video saya tanggal 11 Maret 2026,” ujar Rismon saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (15/4/2026).

Kajian Ilmiah yang Dipelintir

Menurut Rismon, video asli miliknya sebenarnya berisi kajian ilmiah. Namun, oknum tidak bertanggung jawab diduga menggunakan teknologi AI untuk mengubah narasi hingga seolah-olah ia melontarkan pernyataan yang menyudutkan Jusuf Kalla.

“Saya adalah korban dari produk AI,” tegas Rismon dengan nada bicara serius.

Lantaran merasa dirugikan, Rismon mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas siapa dalang di balik pembuatan video tersebut.

baca juga

Ia menekankan pentingnya penyelidikan forensik digital untuk mengungkap kebenaran.

“Harus dicari tahu secara forensik digital siapa yang meng-upload, siapa yang pertama kali membuat,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa dalam dunia digital, pembuktian keaslian adalah harga mati.

“Dalam digital forensik, yang paling penting adalah provenance, keotentikan dari sumber,” tambahnya.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla resmi melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar ke Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). [Istimewa]
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla resmi melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar ke Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). [Istimewa]

Tak Pernah Berkomunikasi dengan JK

Lebih lanjut, Rismon memastikan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan atau komunikasi apa pun dengan Jusuf Kalla. Dalam kajian yang ia unggah pun, ia mengaku sama sekali tidak pernah menyebut nama tokoh nasional tersebut.

Secara tegas, ia menolak bertanggung jawab atas narasi menyesatkan yang muncul dalam video AI yang viral itu.

“Saya tidak bertanggung jawab terhadap isi informasi visual maupun audio dalam video AI tersebut,” katanya.

Kuasa Hukum: Klien Kami Dirugikan

Senada dengan Rismon, sang kuasa hukum, Jahmada Girsang, menyatakan bahwa pihaknya saat ini memilih untuk mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

Ia menegaskan kliennya sangat dirugikan karena reputasinya dikaitkan dengan pernyataan yang tidak pernah diucapkan.

“Sejujurnya tidak ada. Jadi posisi sekarang, klien kami dirugikan,” tandas Jahmada.

Kasus ini kini menjadi sorotan, mengingat penggunaan teknologi AI untuk penyebaran disinformasi atau deepfake kini menjadi tantangan serius bagi aparat penegak hukum dalam menangani perkara ITE.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:18 WIB

Lowongan Talenta AI Makin Diburu, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikut IndonesiaNEXT 2026

Lowongan Talenta AI Makin Diburu, Telkomsel Ajak Mahasiswa Ikut IndonesiaNEXT 2026

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 18:03 WIB

Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal

Rismon Bantah Terima Uang Damai Kasus Ijazah Jokowi, Sebut Tuduhan Tak Masuk Akal

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:17 WIB

Sambil Dekap Buku Jokowis White Paper, Rismon Mengaku Bisa Tidur Nyenyak usai SP3

Sambil Dekap Buku Jokowis White Paper, Rismon Mengaku Bisa Tidur Nyenyak usai SP3

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:54 WIB

YouTube Hapus Video Lego Kritik Trump, Iran Murka: Pembungkaman Ala Barat

YouTube Hapus Video Lego Kritik Trump, Iran Murka: Pembungkaman Ala Barat

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:51 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:48 WIB

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:47 WIB

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:46 WIB

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 09:44 WIB

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 09:43 WIB

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:40 WIB

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:26 WIB

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

IHSG Menghijau Pagi ini di Level 6.445, Pantau AALI dan AADI

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:25 WIB

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

Houthi Klaim Arab Saudi Gempur Yaman 40 Kali Usai Dituduh Targetkan Makkah

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:23 WIB

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Apakah Air Mawar Boleh Dicampur Bedak? Ini yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:19 WIB

×