Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

Vania Rossa

Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan
Sandiaga Uno. (dok. ist)
  • Sandiaga Uno menyatakan ekonomi hijau merupakan langkah strategis Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi masa depan.
  • Indonesia memiliki potensi ekonomi sebesar Rp4.000 triliun melalui pengelolaan sektor energi terbarukan, pasar karbon, serta proyek berbasis alam.
  • Pemerintah menargetkan percepatan transisi ekonomi hijau guna meningkatkan daya saing global serta menarik investasi berkelanjutan bagi Indonesia.

Suara.com - Transisi menuju ekonomi hijau dinilai menjadi langkah strategis bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan global sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru. Pengusaha dan investor Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, ekonomi hijau bukan sekadar tren, melainkan kunci utama dalam menciptakan lapangan kerja masa depan.

Menurut Sandiaga, kawasan Asia, termasuk Indonesia, memiliki posisi yang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi hijau. Dengan sekitar 60 persen populasi dunia dan kekayaan keanekaragaman hayati yang melimpah, potensi tersebut justru menjadi kekuatan besar jika dikelola secara tepat.

Ia menilai, Asia memiliki 60 persen populasi dan keanekaragaman hayati dunia. Itu bukan kerentanan, tetapi potensi,” ujarnya di acara diskusi panel MUTU Green Economic Series 2026 yang bertajuk Ekonomi Hijau yang Bermutu Menuju Indonesia Maju.

Kombinasi inovasi teknologi, pembiayaan hijau, serta reformasi kebijakan dapat mengubah risiko perubahan iklim menjadi peluang ekonomi baru. Dalam konteks ini, ekonomi hijau mencakup berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, pengelolaan limbah, kehutanan berkelanjutan, hingga ekonomi karbon.

Salah satu sektor yang dinilai menjanjikan adalah pasar karbon. Di Indonesia, perdagangan karbon telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan volume transaksi mencapai sekitar 700.000 ton CO ekuivalen hingga pertengahan 2025.

Tak hanya itu, potensi proyek berbasis alam seperti mangrove, lahan gambut, dan kehutanan diperkirakan mencapai 13 miliar ton CO ekuivalen, dengan nilai ekonomi sekitar USD 8 miliar atau setara Rp120 triliun per tahun. Angka ini mempertegas besarnya peluang ekonomi berbasis solusi alam yang dimiliki Indonesia.

Secara keseluruhan, potensi ekonomi hijau nasional diperkirakan dapat mencapai Rp3.000 hingga Rp4.000 triliun dalam jangka panjang. Angka tersebut mencerminkan besarnya peluang transformasi ekonomi Indonesia melalui pendekatan berkelanjutan.

Sandiaga menjelaskan bahwa ekosistem ekonomi hijau bertumpu pada tiga pilar utama, yakni proyek berbasis alam (nature-based solutions), solusi berbasis teknologi seperti kecerdasan buatan dan blockchain, serta ekosistem pembiayaan dan perdagangan karbon.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa dampak ekonomi hijau tidak hanya terlihat dari sisi investasi, tetapi juga penciptaan lapangan kerja baru. Sektor ini membuka peluang kerja di berbagai bidang, mulai dari energi bersih, teknologi rendah karbon, pengelolaan lingkungan, hingga pariwisata berkelanjutan.

“Ekonomi hijau mampu menciptakan peluang kerja masa depan. Dengan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, potensi ini bisa dikembangkan,” katanya.

Di tengah komitmen global terhadap penurunan emisi, Indonesia dinilai berada pada momentum penting untuk mempercepat transisi ini. Selain meningkatkan daya saing global, langkah tersebut juga membuka peluang investasi baru yang berkelanjutan.

Bagi Sandiaga, ekonomi hijau pada akhirnya bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga tentang membangun fondasi ekonomi jangka panjang yang lebih tangguh.

“Ekonomi hijau bukan hanya tentang lingkungan, tetapi tentang masa depan ekonomi Indonesia,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Tren, Bisnis Hijau Ternyata Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Bukan Sekadar Tren, Bisnis Hijau Ternyata Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 15:35 WIB

Pasar EPC Energi Surya Diprediksi Tembus Rp133 Triliun, Peluang Ekonomi Hijau Makin Besar

Pasar EPC Energi Surya Diprediksi Tembus Rp133 Triliun, Peluang Ekonomi Hijau Makin Besar

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 09:17 WIB

Prabowo: Hilirisasi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas

Prabowo: Hilirisasi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 00:16 WIB

Terkini

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:55 WIB

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB