Lebih dari 20% Wilayah Pesisir Alami Perubahan Air Tanah, Ancaman Salinisasi Menguat

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 16 April 2026 | 14:05 WIB
Lebih dari 20% Wilayah Pesisir Alami Perubahan Air Tanah, Ancaman Salinisasi Menguat
Ilustrasi pesisir (Freepik)

Suara.com - Di banyak wilayah di dunia, air tanah pesisir kini menjadi sumber air minum utama. Namun, sumber ini dapat terancam jika airnya terlalu sering diambil dan dapat berpotensi terjadi salinisasi.

Dikutip dari European Soil Data Centre (ESDAC), salinisasi adalah suatu proses peningkatan akumulasi garam-garam terlarut (seperti natrium, kalium, magnesium, kalsium, klorida) di dalam tanah atau air.

Fenomena ini menyebabkan degradasi lahan dan dapat menghambat pertumbuhan tenaman. 

Data terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Water menyoroti perubahan signifikan pada kondisi air tanah di wilayah pesisir dunia.

Studi ini dilakukan oleh tim peneliti di bawah pimpinan Professor Robert Reinecke dari Institute of Geography di Johannes Gutenberg University Mainz (JGU) dan Annika Nolte dari the Climate Service Center Germany (GERICS) di Hamburg.

Dikutip dari Phys.org, studi ini mengungkap adanya pergeseran permukaan air tanah yang berdampak pada risiko intrusi air laut.

Reinecke mengatakan bahwa penelitian ini disusun berdasarkan analisis data dari sekitar 480.000 sumur yang tersebar di berbagai negara dengan memberikan tiga kontibusi utama.

"Pertama, studi ini menerjemahkan data pengukuran yang tersedia dari berbagai lokasi ke dalam metrik yang dapat dibandingkan secara global, sehingga memungkinkan penilaian skala besar untuk pertama kalinya. Kedua, studi ini mengidentifikasi area yang berisiko tinggi dan menyoroti perubahan yang terjadi di sana. Ketiga, studi ini menyediakan indikator yang dapat digunakan untuk memodelkan perkembangan di sepanjang garis pantai yang sebelumnya minim pemantauan,” kata Reinecke.

Tren Perubahan Permukaan Air Tanah (1990–2024)

Lebih dari 20 persen wilayah pesisir yang diteliti dalam studi ini mengalami perubahan permukaan air tanah yang signifikan. Perubahan tersebut terjadi pada periode 1990 hingga 2024 dengan variasi yang cukup besar, yakni di beberapa lokasi terjadi peningkatan permukaan air tanah, sementara di lokasi lain terjadi penurunan.

Secara spesifik, studi mencatat bahwa dalam beberapa kasus, permukaan air tanah turun lebih dari 50 sentimeter per tahun. Ini adalah penurunan drastis yang menunjukkan bahwa air tanah telah diambil secara berlebihan. Hal ini mengakibatkan potensi intrusi air laut dan salinisasi yang terkait.

Para peneliti telah mengamati adanya peningkatan frekuensi penurunan permukaan air tanah secara keseluruhan sejak tahun 2016. Penurunan tersebut tercatat terutama di sepanjang pantai Amerika Serikat, Amerika Tengah, wilayah Mediterania, Afrika Selatan, India, dan Australia bagian Selatan.

Risiko Intrusi Air Asin dan Dampaknya

Interaksi antara pengambilan air tanah yang berlebihan dan kenaikan permukaan laut global dari pemanasan global menjadi faktor yang sangat penting dianalisis dalam studi ini. Menurut Reinecke, penurunan permukaan air tanah mempermudah air laut untuk masuk ke akuifer (intrusi).

"Jika permukaan air tanah turun, air laut dapat lebih mudah masuk," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gedung Tinggi Dilarang Sedot Air Tanah, PAM Jaya Ingatkan Ancaman Sinkhole Hantui Jakarta

Gedung Tinggi Dilarang Sedot Air Tanah, PAM Jaya Ingatkan Ancaman Sinkhole Hantui Jakarta

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 20:25 WIB

Air Laut Pasang, 16 RT di Jakarta Terendam Banjir Rob

Air Laut Pasang, 16 RT di Jakarta Terendam Banjir Rob

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 14:55 WIB

Tinggi Muka Air Laut di Pasar Ikan Jakut Siaga 1, Empat Pompa Dikerahkan Antisipasi Banjir Rob

Tinggi Muka Air Laut di Pasar Ikan Jakut Siaga 1, Empat Pompa Dikerahkan Antisipasi Banjir Rob

News | Sabtu, 22 November 2025 | 14:30 WIB

Terkini

Lagi, Donald Trump Posting Foto Bareng Yesus Lagi Begini

Lagi, Donald Trump Posting Foto Bareng Yesus Lagi Begini

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:56 WIB

Ketua Ombudsman Jadi Tersangka, DPR Syok dan Desak Konsolidasi Internal

Ketua Ombudsman Jadi Tersangka, DPR Syok dan Desak Konsolidasi Internal

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:56 WIB

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

Buntut Insiden Rapat Revisi UU TNI, 4 Prajurit Segera Disidang: Motif Diduga Dendam Pribadi

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:37 WIB

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

Pramono All Out Demi Boyong BTS ke JIS: Jamin Bebas Macet dan Akses KRL Langsung!

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:33 WIB

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:32 WIB

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:24 WIB

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:22 WIB

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:14 WIB

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya

News | Kamis, 16 April 2026 | 13:11 WIB