- Ray Rangkuti menyebut pemerintahan Prabowo berpotensi menjadi era dengan jumlah penangkapan aktivis terbanyak akibat sikap kritis mereka.
- Pasca penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, empat aktivis dan akademisi dilaporkan ke polisi pada 16 April 2026.
- Lebih dari seribu anak muda kini menghadapi proses hukum yang dinilai dapat mengaburkan tujuan penegakan hukum serta keadilan.
Suara.com - Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, menyebut Prabowo Subianto berpotensi menjadi presiden yang pada eranya paling banyak aktivis dipolisikan dan ditangkap.
Ray mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir, setelah peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus, terdapat sejumlah laporan terhadap aktivis dan akademisi.
“Dalam seminggu terakhir setelah Andrie Yunus disiram air keras, sudah ada 4 aktivis dan akademisi yang dilaporkan ke polisi,” kata Ray dalam acara halal bihalal Komunitas Ciputat bertajuk “Sebelum Halal Bihalal Ditertibkan!” pada 16 April 2026.
Menurut dia, pelaporan terhadap aktivis dan akademisi tersebut berpotensi mengaburkan proses penegakan hukum.
“Pelaporan-pelaporan seperti ini tidak dengan sendirinya menjelaskan penegakan hukum. Laporan-laporan seperti ini bahkan berpotensi mengaburkan penegakan hukum dan keadilan. Sebab, sangat mungkin mereka yang dituduh makar dan sebagainya akan melakulan pelaporan balik. Dan begitulah seterusnya,” ujarnya.
Ray juga menyebut jumlah anak muda yang menghadapi proses hukum karena sikap kritis terus bertambah.
“Sudah seribuan lebih anak muda yang kini menghadapi pengadilan karena sikap kritis mereka,” ucapnya.
Ia kemudian mempertanyakan arah penegakan hukum di masa pemerintahan saat ini.
“Apakah ini tidak cukup? Apakah pemerintahan Prabowo akan dikenang sebagai pemerintahan yang paling banyak menahan warganya karena sikap kritis mereka? Apakah sejarah Orde Baru terulang kembali, di mana banyak warga, karena sikap kritisnya, dipenjara?” pungkas Ray.