Gas Ikut Naik! Harga LPG Nonsubsidi Melonjak di Tengah Kenaikan BBM

Bella | Suara.com

Minggu, 19 April 2026 | 15:33 WIB
Gas Ikut Naik! Harga LPG Nonsubsidi Melonjak di Tengah Kenaikan BBM
Petugas memindahkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 12 kg di agen, kawasan Pasar Rebo, Jakarta, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga LPG nonsubsidi 5,5 kg dan 12 kg secara nasional mulai 18 April 2026.
  • Lonjakan harga LPG disebabkan oleh naiknya harga minyak mentah dunia akibat ketegangan geopolitik yang mengganggu jalur distribusi energi.
  • Kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada peningkatan beban pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan energi rumah tangga dan sektor usaha.

Suara.com - Kenaikan harga energi tak hanya terjadi pada bahan bakar minyak (BBM), tetapi juga merambah ke sektor gas rumah tangga. PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi, menambah beban pengeluaran masyarakat di tengah tren lonjakan energi global.

Harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kg kini naik dari Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung atau melonjak 18,75 persen. Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak 2023 dan mulai berlaku pada 18 April 2026.

Dikutip dari laman resmi Pertamina Patra Niaga, harga Rp228 ribu untuk LPG 12 kg berlaku di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Sementara itu, daerah lain juga mengalami penyesuaian tergantung biaya distribusi masing-masing.

Tak hanya tabung 12 kg, LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg juga mengalami kenaikan signifikan. Harga yang sebelumnya Rp90 ribu kini menjadi Rp107 ribu per tabung atau naik 18,89 persen untuk wilayah yang sama.

Penyesuaian harga ini menjadi yang pertama sejak November 2023. Kala itu, Pertamina justru menurunkan harga LPG 12 kg menjadi Rp192.000 per tabung setelah evaluasi tren contract price aramco (CPA) dan penguatan rupiah.

Namun, kondisi kini berbalik. Lonjakan harga energi global menjadi faktor utama. Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno sebelumnya menyebut harga LPG sangat dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah.

Data menunjukkan, harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Maret 2026 mencapai 102,26 dolar AS per barel, naik tajam 33,47 dolar AS dibandingkan Februari.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan kenaikan ini dipicu situasi geopolitik global yang memanas, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ketegangan tersebut berdampak pada terganggunya jalur distribusi energi dunia, termasuk Selat Hormuz yang menjadi jalur penting sekitar 20 persen pasokan minyak global. Serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah juga memperburuk kondisi pasokan.

Di saat bersamaan, harga BBM nonsubsidi juga ikut naik. Pertamina menyesuaikan harga Pertamax Turbo menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter. Dexlite naik menjadi Rp23.600 per liter dari Rp14.200, sementara Pertamina Dex kini dibanderol Rp23.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500.

Meski demikian, beberapa jenis BBM masih ditahan. Harga Pertamax (RON 92) tetap di Rp12.300 per liter, Pertamax Green Rp12.900 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Pertamina menyebut penyesuaian harga BBM ini mengikuti formula harga dasar yang diatur dalam Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Dengan kenaikan serentak pada BBM dan LPG nonsubsidi, tekanan biaya energi kini semakin terasa, baik bagi rumah tangga maupun pelaku usaha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga BBM Naik, Pramono Minta Warga DKI Hijrah ke Transportasi Umum

Harga BBM Naik, Pramono Minta Warga DKI Hijrah ke Transportasi Umum

News | Minggu, 19 April 2026 | 14:49 WIB

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Kompor Tanam Canggih dengan 9 Tingkat Api dan Fitur Keamanan Modern Resmi Diluncurkan

Kompor Tanam Canggih dengan 9 Tingkat Api dan Fitur Keamanan Modern Resmi Diluncurkan

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2026 | 10:53 WIB

Harga BBM Hari Ini Naik Drastis, Cek Harganya Dexlite Tembus Rp23 Ribu

Harga BBM Hari Ini Naik Drastis, Cek Harganya Dexlite Tembus Rp23 Ribu

Otomotif | Sabtu, 18 April 2026 | 10:57 WIB

Harga BBM RI Naik, Emas Antam Langsung Meroket

Harga BBM RI Naik, Emas Antam Langsung Meroket

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 10:17 WIB

Diam-diam Harga BBM RI Naik, Janji Manis Prabowo Hanya Kuat 17 Hari?

Diam-diam Harga BBM RI Naik, Janji Manis Prabowo Hanya Kuat 17 Hari?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 09:49 WIB

RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab

RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:25 WIB

Indonesia Penghasil Gas, Kenapa Masih Butuh Impor LPG? Ternyata Begini Penjabarannya

Indonesia Penghasil Gas, Kenapa Masih Butuh Impor LPG? Ternyata Begini Penjabarannya

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 15:57 WIB

Terkini

Prabowo: kalau Malaysia Bisa Bikin Izin dalam 2 Minggu, Kenapa Kita 2 Tahun? Memalukan!

Prabowo: kalau Malaysia Bisa Bikin Izin dalam 2 Minggu, Kenapa Kita 2 Tahun? Memalukan!

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:24 WIB

Puan Maharani: APBN 2027 Jangan Hanya Kejar Angka PDB, Tapi Harus Ciptakan Lapangan Kerja

Puan Maharani: APBN 2027 Jangan Hanya Kejar Angka PDB, Tapi Harus Ciptakan Lapangan Kerja

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:23 WIB

Jateng Media Summit 2026: Gubernur Luthfi Dorong Media Lokal Bertransformasi

Jateng Media Summit 2026: Gubernur Luthfi Dorong Media Lokal Bertransformasi

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:18 WIB

Warga Uganda Dilarang Saling Jabat Tangan, Alasannya Bikin Ngeri

Warga Uganda Dilarang Saling Jabat Tangan, Alasannya Bikin Ngeri

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:17 WIB

Tiap Malam Puluhan Ribu Kapal Berbendera Asing Curi Kekayaan Indonesia, Prabowo Bakal Tindak Tegas

Tiap Malam Puluhan Ribu Kapal Berbendera Asing Curi Kekayaan Indonesia, Prabowo Bakal Tindak Tegas

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:12 WIB

Usai Izin Minum Kopi di Paripurna, Prabowo Pakai Kacamata Cek Fraksi Gerindra: Ada yang Tidur Nggak?

Usai Izin Minum Kopi di Paripurna, Prabowo Pakai Kacamata Cek Fraksi Gerindra: Ada yang Tidur Nggak?

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:08 WIB

Puan Maharani: DPR Akan Evaluasi KEM-PPKF RAPBN 2027 yang Dibacakan Prabowo pada 4 Juni

Puan Maharani: DPR Akan Evaluasi KEM-PPKF RAPBN 2027 yang Dibacakan Prabowo pada 4 Juni

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:58 WIB

Prabowo Sindir Bangsa 'Penjarah': Kaya karena Merampas, Tak Perlu Kita Kagumi!

Prabowo Sindir Bangsa 'Penjarah': Kaya karena Merampas, Tak Perlu Kita Kagumi!

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:58 WIB

Kerajaan-kerajaan yang Ada di Tatar Sunda

Kerajaan-kerajaan yang Ada di Tatar Sunda

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:54 WIB

Gertakan atau Ancaman Nyata? Klaim Donald Trump Tunda Serangan Bikin Iran Ketar-ketir

Gertakan atau Ancaman Nyata? Klaim Donald Trump Tunda Serangan Bikin Iran Ketar-ketir

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:50 WIB