Konflik Selat Hormuz Berlanjut, Iran Tegaskan Gencatan Senjata Tidak Berlaku Selama Ada Blokade AS

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 23 April 2026 | 13:01 WIB
Konflik Selat Hormuz Berlanjut, Iran Tegaskan Gencatan Senjata Tidak Berlaku Selama Ada Blokade AS
Selat Hormuz (tangkapan X)
baca 10 detik
  • Iran menyita kapal kargo Eropa sebagai bentuk perlawanan terhadap blokade maritim Amerika Serikat.

  • Pemerintah Amerika Serikat mempertimbangkan bantuan finansial dollar bagi negara Teluk yang terdampak konflik.

  • Gencatan senjata berada di ambang kegagalan karena kedua pihak saling klaim pelanggaran wilayah.

Suara.com - Aksi penyitaan dua kapal kargo milik perusahaan Eropa oleh Iran di Selat Hormuz memicu kebuntuan baru dalam diplomasi maritim.

Langkah berani Iran ini membuktikan bahwa armada kecil mereka masih mampu mendominasi lalu lintas air meski ditekan militer.

Dikutip dari MME, insiden tersebut melibatkan kapal Epaminondas asal Yunani dan kapal boxship Francesca milik perusahaan Swiss yang dikawal ke perairan Iran.

Operasi ini muncul sebagai respons langsung setelah Amerika Serikat menahan tanker minyak di Samudra Hindia atas tuduhan penyelundupan.

Blokade Washington terhadap Iran kian intensif sejak kendali Selat Hormuz mulai goyah akibat serangan pada Februari lalu.

Komando Pusat AS mengklaim telah menghalangi puluhan kapal, namun data independen menunjukkan banyak tanker Iran tetap lolos.

"Gencatan senjata yang sepenuhnya hanya memiliki arti jika tidak dilanggar melalui blokade angkatan laut," tegas Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Pemerintah Iran bersikeras tidak akan membuka akses Selat Hormuz sebelum tekanan militer dan sanksi ekonomi Amerika dicabut sepenuhnya.

"Membuka kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan di tengah pelanggaran gencatan senjata yang nyata," tambah Ghalibaf dalam pernyataannya.

baca juga

Gedung Putih sendiri mencoba meredam suasana dengan menyatakan penyitaan kapal internasional itu bukan pelanggaran gencatan senjata resmi.

Diplomasi dan Tekanan Ekonomi Global

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, tetap meyakini bahwa blokade laut yang diterapkan Amerika Serikat masih berjalan sangat efektif.

"Blokade angkatan laut yang diberlakukan AS terus menjadi sangat efektif," ujar Leavitt saat memberikan keterangan pers.

Presiden Donald Trump telah memperpanjang gencatan senjata demi memberikan ruang bagi Pakistan yang bertindak sebagai mediator konflik.

"Presiden belum menetapkan tenggat waktu yang pasti untuk menerima proposal Iran, tidak seperti beberapa laporan yang saya lihat hari ini. Pada akhirnya, garis waktu akan ditentukan oleh panglima tertinggi," kata Leavitt.

Ketegangan ini mulai mengguncang stabilitas ekonomi negara-negara Teluk yang sangat bergantung pada jalur ekspor minyak dan gas.

Negara seperti UEA, Qatar, dan Bahrain kini mulai merasakan dampak finansial akibat terganggunya arus logistik di Selat Hormuz.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengonfirmasi adanya permintaan bantuan pasokan dollar darurat dari beberapa aliansi di wilayah Teluk.

Fasilitas swap line dipertimbangkan untuk mencegah negara-negara tersebut menjual aset Amerika Serikat secara besar-besaran akibat krisis likuiditas.

"Swap line, baik itu dari Federal Reserve atau Departemen Keuangan, adalah untuk menjaga keteraturan di pasar pendanaan dolar dan untuk mencegah penjualan aset AS secara tidak teratur," jelas Bessent.

Langkah ini dipandang sebagai upaya penyelamatan bersama untuk menjaga stabilitas pasar modal Amerika dan ekonomi mitra di Asia.

"Jadi, swap line akan menguntungkan UEA dan AS, dan seperti yang saya katakan, banyak negara lain, termasuk beberapa sekutu Asia kita, juga telah memintanya," pungkas Bessent.

Ketegangan di Selat Hormuz berakar dari kebijakan blokade ekonomi dan militer yang diterapkan pemerintahan Trump terhadap sektor energi Iran.

Selat ini merupakan jalur vital perdagangan global di mana gangguan kecil dapat memicu lonjakan harga energi dunia dan krisis mata uang di negara-negara produsen minyak Teluk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Paolo Zampolli? Utusan Khusus Trump yang Usulkan Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Siapa Paolo Zampolli? Utusan Khusus Trump yang Usulkan Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Kamis, 23 April 2026 | 12:45 WIB

Klaim Donald Trump Rezim Iran Pecah Terbantahkan dari Kenyataan Ini

Klaim Donald Trump Rezim Iran Pecah Terbantahkan dari Kenyataan Ini

News | Kamis, 23 April 2026 | 12:19 WIB

Curang! Lobi Anak Buah Trump Dorong Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Curang! Lobi Anak Buah Trump Dorong Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 23 April 2026 | 11:40 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×