Kerja 36 Jam hingga Tidur di Lorong, Kasatpol PP DKI: 35 Anggota Saya Meninggal Dalam Setahun!

Muhammad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 23 April 2026 | 16:52 WIB
Kerja 36 Jam hingga Tidur di Lorong, Kasatpol PP DKI: 35 Anggota Saya Meninggal Dalam Setahun!
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan. [Suara.com/ Adiyoga]
baca 10 detik
  • Kasatpol PP DKI Jakarta melaporkan 35 personelnya meninggal dunia selama setahun terakhir akibat beban kerja sangat ekstrem.
  • Kekurangan jumlah personel di kelurahan memicu durasi kerja hingga 36 jam tanpa didukung fasilitas istirahat yang layak.
  • Kondisi kerja tersebut menyebabkan penurunan kesehatan fisik dan stabilitas emosi anggota, sehingga memerlukan perbaikan sistem serta sarana.

Suara.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengungkapkan fakta memprihatinkan mengenai kondisi para personelnya di lapangan.

Dalam kurun waktu hampir setahun menjabat, Satriadi mencatat puluhan anggotanya
telah meninggal dunia saat masih aktif bertugas.

"Saya menjadi Kasatpol PP hampir setahun. Sudah hampir anggota saya 35 orang meninggal dunia," ujarnya di Rapat Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Satriadi menjelaskan, angka kematian yang tinggi bukan disebabkan faktor kepemimpinan, melainkan karena kondisi kerja yang ekstrem.

Jumlah personel yang gugur menurutnya, bahkan hampir menyamai catatan pada tahun sebelumnya yang mencapai 42 jiwa.

"Jadi, memang bukan karena Kasatnya, tapi karena memang kondisionalnya, beban kerja dan sarana
prasarananya yang luar biasa," jelas Satriadi.

Pasukan Satpol PP DKI Jakarta menggelar apel jelang pengamanan Nataru 2025/2026). (Foto: Dok Satpol PP DKI Jakarta)
Pasukan Satpol PP DKI Jakarta menggelar apel jelang pengamanan Nataru 2025/2026). (Foto: Dok Satpol PP DKI Jakarta)

Eksistensi personel Satpol PP di tingkat kewilayahan pun dinilai sangat terbatas, sehingga memicu terjadinya jam kerja yang tidak manusiawi.

Keterbatasan jumlah sumber daya manusia di setiap kantor kelurahan memaksa para
petugas untuk berjaga melebihi batas kemampuan fisik mereka.

"Anggota Satpol PP itu ada yang sampai kerja sampai 36 jam, karena jumlah personilnya sedikit. Anggota Satpol PP di setiap kelurahan itu hanya berjumlahnya sekitar 7-10 orang. Beban kerja dengan jumlah personilnya tidak sebanding. Apalagi tidak ada tempat istirahat yang cukup, yang mumpuni di kantor kelurahan," ungkap Satriadi.

baca juga

Selain durasi kerja yang panjang, ia juga menyoroti ketiadaan fasilitas pendukung yang layak bagi anggotanya yang bertugas selama 24 jam.

Minimnya sarana prasarana untuk beristirahat di kantor kelurahan menjadi kendala krusial dalam menjaga stamina para petugas.

"Padahal mereka jaga 24 jam di kantor kelurahan, nggak ada tempat yang buat istirahat mereka. Itu juga menjadi kendala," imbuh Satriadi.

Satriadi turut memaparkan potret pilu para anggotanya, yang terpaksa tidur di sembarang
tempat demi melepas penat di tengah hiruk-pikuk tugas penertiban.

Kondisi itu berdampak langsung pada stabilitas emosi dan kesehatan para personel, saat harus berhadapan dengan masyarakat keesokan harinya.

"Sekarang masih numpang di musala, kadang-kadang di lorong. Ya bagaimana mereka
bisa bekerja dengan baik besoknya untuk melakukan penertiban? Pasti tensinya kan
tinggi-tinggi semua," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Mobil Dinas Parkir di Trotoar, Satpol PP DKI Minta Maaf dan Jatuhkan Sanksi ke Anggota

Viral Mobil Dinas Parkir di Trotoar, Satpol PP DKI Minta Maaf dan Jatuhkan Sanksi ke Anggota

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:43 WIB

Soroti Data Amburadul, DPRD DKI: Penataan Kampung Kumuh Jakarta Tak Tepat Sasaran!

Soroti Data Amburadul, DPRD DKI: Penataan Kampung Kumuh Jakarta Tak Tepat Sasaran!

News | Kamis, 23 April 2026 | 09:09 WIB

Sasar Wilayah Tanpa Negeri, 103 Sekolah Swasta di Jakarta Resmi Gratis Mulai Juli Ini!

Sasar Wilayah Tanpa Negeri, 103 Sekolah Swasta di Jakarta Resmi Gratis Mulai Juli Ini!

News | Rabu, 22 April 2026 | 17:55 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×