- Kasatpol PP DKI Jakarta melaporkan 35 personelnya meninggal dunia selama setahun terakhir akibat beban kerja sangat ekstrem.
- Kekurangan jumlah personel di kelurahan memicu durasi kerja hingga 36 jam tanpa didukung fasilitas istirahat yang layak.
- Kondisi kerja tersebut menyebabkan penurunan kesehatan fisik dan stabilitas emosi anggota, sehingga memerlukan perbaikan sistem serta sarana.
Kekhawatiran Satriadi diperkuat dengan hasil pemeriksaan kesehatan rutin, yang menunjukkan kondisi fisik para personel berada dalam zona merah.
"Makanya kemarin kami melakukan cek, medical check-up, ternyata tensi darahnya
tingginya luar biasa," tuturnya.
Melihat kondisi yang mendesak ini, Satriadi secara terbuka meminta dukungan dari Komisi A DPRD DKI Jakarta untuk memperbaiki sistem kerja dan fasilitas anggota.
Ia berharap adanya regulasi piket yang lebih manusiawi, serta penyediaan tempat
istirahat yang layak guna menjaga kemanusiaan dan stamina para petugas.
"Kami minta tolong untuk perhatian terkait dengan sarana tempat istirahat anggota Satpol PP di kantor kelurahan," pungkasnya.