Gundah Gulana Ibu Hamil di Perang Lebanon: Apakah Bayi Saya Aman

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 23 April 2026 | 17:01 WIB
Gundah Gulana Ibu Hamil di Perang Lebanon: Apakah Bayi Saya Aman
Perang bersenjata antara Israel dan Hezbollah telah melumpuhkan infrastruktur vital yang mengancam keselamatan ribuan ibu hamil. (DW)
  • Ribuan ibu hamil di pengungsian Lebanon terancam akibat hancurnya sistem kesehatan nasional.

  • Penutupan 51 pusat medis mempersulit akses persalinan aman bagi ribuan calon ibu.

  • Krisis ekonomi dan perang membuat bantuan medis untuk ibu hamil semakin terbatas.

Suara.com - Perang bersenjata antara Israel dan Hezbollah telah melumpuhkan infrastruktur vital yang mengancam keselamatan ribuan ibu hamil.

Meski gencatan senjata sementara diberlakukan, akses terhadap layanan kesehatan bagi perempuan di Lebanon tetap berada dalam kondisi kritis.

Dikutip dari DW, lebih dari 1,2 juta warga kini hidup terlunta-lunta di pengungsian dengan fasilitas sanitasi yang sangat buruk dan tidak memadai.

Ilustrasi Wanita Hamil - Perbedaan Semester dan Trimester (Unsplash)
Ilustrasi Wanita Hamil - Perbedaan Semester dan Trimester (Unsplash)

Kondisi ini menciptakan risiko kesehatan ganda bagi para calon ibu yang harus berjuang antara trauma perang dan proses persalinan.

Ketidakpastian keamanan membuat pemenuhan nutrisi dan pemantauan medis bagi ibu hamil menjadi hal yang mustahil dilakukan.

Data terbaru menunjukkan ada sekitar 13.500 ibu hamil yang saat ini terjebak dalam situasi pengungsian yang memprihatinkan.

Perwakilan Dana Kependudukan PBB (UNFPA), Anandita Philipose, memberikan gambaran mengenai skala bencana kemanusiaan yang sedang terjadi saat ini.

"Situasi bagi perempuan dan anak perempuan di Lebanon sangat mengerikan," ujar Anandita Philipose menggambarkan dampak luas dari peperangan tersebut.

Setidaknya terdapat 1.500 perempuan yang diprediksi akan segera melahirkan dalam kurun waktu satu bulan ke depan tanpa bantuan medis.

Sistem kesehatan yang sebelumnya sudah rapuh kini benar-benar berada di titik nadir akibat kerusakan fisik bangunan rumah sakit.

Dampak Penutupan Puluhan Fasilitas Medis Utama

"Sistem kesehatan Lebanon yang sudah rapuh kini berada di ambang kehancuran," tegas Philipose mengenai hilangnya akses layanan obstetri.

Laporan terbaru menyebutkan sedikitnya 51 pusat kesehatan primer terpaksa berhenti beroperasi karena menjadi sasaran serangan udara maupun darat.

Banyaknya tenaga medis yang menjadi korban jiwa dalam konflik ini semakin memperparah kelangkaan bantuan ahli di zona merah.

Rumah sakit yang masih bertahan kini harus melakukan penghematan stok obat-obatan secara ketat demi bertahan dalam jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolah Iran di Tengah Perang: Tanpa Telepon, Internet Mati dan Kelas Hancur

Sekolah Iran di Tengah Perang: Tanpa Telepon, Internet Mati dan Kelas Hancur

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:39 WIB

PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal

PM Lebanon: Israel Sengaja Incar Bunuh Wartawan Pakai Rudal

News | Kamis, 23 April 2026 | 15:21 WIB

Kapal Perang Siluman AS Senilai Rp392 Triliun Terbakar, 3 Pelaut Jadi Korban

Kapal Perang Siluman AS Senilai Rp392 Triliun Terbakar, 3 Pelaut Jadi Korban

News | Kamis, 23 April 2026 | 13:42 WIB

Terkini

Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan

Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:18 WIB

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:15 WIB

Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN

Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:02 WIB

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:54 WIB

'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus

'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:48 WIB

Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok

Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:39 WIB

Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji

Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:35 WIB

KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?

KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:34 WIB

KPK Ungkap Fakta Raffi Ahmad Titip Barang di Blueray Cargo Terkait Kasus Bea Cukai

KPK Ungkap Fakta Raffi Ahmad Titip Barang di Blueray Cargo Terkait Kasus Bea Cukai

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:26 WIB

Bantah Terlibat, DWP Tegaskan Tak Pernah Promosikan Whip Pink

Bantah Terlibat, DWP Tegaskan Tak Pernah Promosikan Whip Pink

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:20 WIB