-
Jasad mahasiswa doktoral USF Zamil Limon ditemukan di Jembatan Howard Frankland Florida.
-
Polisi menangkap teman sekamar korban Hisham Abugharbieh sebagai tersangka utama kasus tersebut.
-
Satu korban lainnya bernama Nahida Bristy hingga kini masih dalam proses pencarian.
Keluarga korban di Bangladesh merasakan duka mendalam karena kehilangan sosok peneliti muda yang sangat berprestasi dan ramah.
Limon dikenal sebagai mahasiswa yang sedang meneliti pemanfaatan kecerdasan buatan untuk konservasi lahan basah di wilayah Florida Selatan.
Sebelum ditemukan tewas, korban sempat bercerita kepada keluarganya mengenai niat serius untuk meminang Nahida Bristy.
Abangnya menyebut bahwa Limon memiliki impian besar untuk kembali ke tanah air dan mengabdi sebagai seorang profesor.
“Kami menjadi mati rasa. Apa pun bisa saja terjadi. Kami hanya ingin tahu kebenaran atau apa yang terjadi pada mereka. Tidak mungkin dua mahasiswa menghilang begitu saja,” tutur Zubaer Ahmed.
Zamil Limon dan Nahida Bristy dilaporkan hilang sejak pertengahan April setelah terakhir kali terlihat di area kampus University of South Florida.
Limon yang menempuh studi geografi dan Bristy dari teknik kimia tidak pernah kembali ke kediaman mereka sejak 16 April lalu.
Pencarian besar-besaran dilakukan setelah pihak kampus dan rekan korban merasa ada yang tidak wajar dengan menghilangnya mereka secara bersamaan.
Status pencarian sempat ditingkatkan menjadi berbahaya sebelum akhirnya polisi menemukan titik terang melalui keterlibatan teman sekamar korban.
Pihak berwenang kini memfokuskan pencarian pada Nahida Bristy sambil terus mendalami motif utama di balik tindakan keji tersangka.