Kapal Tanker Dibajak di Somalia, 4 WNI Jadi Tawanan

Pebriansyah Ariefana

Senin, 27 April 2026 | 10:49 WIB
Kapal Tanker Dibajak di Somalia, 4 WNI Jadi Tawanan
Ilustrasi pembajakan. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Pembajakan kapal Honour 25 di Somalia mengancam pasokan 18.500 barel minyak untuk Mogadishu.

  • Sebanyak 17 kru dari berbagai negara, termasuk Indonesia, menjadi sandera kelompok bersenjata Somalia.

  • Insiden pembajakan ini memicu kekhawatiran terhadap lonjakan harga bahan bakar minyak di Somalia.

Suara.com - Aksi pembajakan kapal tanker Honour 25 di pesisir Somalia mengancam ketersediaan energi nasional dan memperparah inflasi harga bahan bakar.

Insiden ini menandai kerentanan jalur perdagangan maritim di Samudra Hindia yang sebelumnya sempat dinyatakan aman dari gangguan bajak laut.

Dikutip dari BBC, keberhasilan enam pria bersenjata menguasai kapal bermuatan minyak ini menjadi alarm keras bagi otoritas keamanan internasional di wilayah tersebut.

ilustrasi kapal tanker (freepik)
ilustrasi kapal tanker (freepik)

Kapal yang mengangkut belasan ribu barel minyak tersebut kini berada di bawah kendali penuh kelompok kriminal bersenjata.

Situasi ini diprediksi akan mencekik ekonomi warga Mogadishu yang mulai kesulitan mengakses bahan bakar minyak dengan harga terjangkau.

Muatan sebanyak 18.500 barel minyak di atas kapal tersebut seharusnya menjadi tumpuan stok energi bagi ibu kota Somalia.

Data pelayaran menunjukkan Honour 25 sempat melintasi Selat Hormuz sebelum akhirnya memutar arah menuju target tujuan di Mogadishu.

Perjalanan yang dimulai dari pelabuhan Berbera sejak Februari lalu kini berakhir di tangan pembajak yang mencegat kapal tersebut.

Kenaikan harga bahan bakar di Mogadishu yang mencapai tiga kali lipat kini menghadapi ketidakpastian baru akibat hilangnya pasokan ini.

baca juga

Pasokan energi yang tersandera memperburuk kondisi sosial ekonomi masyarakat yang sudah tertekan oleh situasi geopolitik di kawasan tersebut.

Terdapat 17 kru kapal dari berbagai negara, termasuk empat warga negara Indonesia, yang kini berada dalam situasi berbahaya.

Kelompok pembajak dilaporkan telah menambah personel mereka saat kapal bersandar di dekat kota nelayan Xaafun dan Bander Beyla.

Hingga saat ini, belum ada tuntutan resmi yang disampaikan oleh para pelaku yang menguasai kapal tanker minyak tersebut.

Petugas keamanan dari wilayah otonom Puntland mengonfirmasi bahwa kapal Honour 25 disergap pada jarak sekitar 30 mil laut.

"Kapal itu, Honour 25, diserbu larut malam pada hari Rabu oleh enam pria bersenjata, ketika berada sekitar 30 mil laut di lepas pantai," kata pejabat keamanan.

Otoritas maritim internasional dan pemerintah setempat sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah penyelamatan para sandera.

Pasukan Angkatan Laut Eropa yang bertugas memantau keamanan di perairan Somalia juga terpantau masih melakukan koordinasi internal.

"Kapal itu membawa 18.500 barel minyak," ujar pejabat keamanan dari wilayah semi-otonom Puntland di Somalia kepada BBC.

Ketidakhadiran pernyataan resmi dari pemerintah Somalia menambah kekhawatiran keluarga kru kapal yang berasal dari Pakistan hingga Myanmar.

Belum diketahui secara pasti bagaimana para pembajak tersebut mampu menembus sistem keamanan kapal tanker yang cukup besar itu.

Setelah sempat mereda selama tiga tahun terakhir, aksi pembajakan di wilayah Samudra Hindia kembali menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Jalur perdagangan ini sempat dianggap bersih dari aktivitas kriminal bersenjata setelah intervensi militer internasional besar-besaran beberapa tahun silam.

Namun, kembalinya pembajakan terhadap kapal tanker minyak seperti Honour 25 menunjukkan bahwa stabilitas keamanan maritim di lepas pantai Somalia masih sangat rapuh dan membutuhkan perhatian dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WNI Dikurung di Malaysia, 2 Pelaku Didenda Usai Tahan Paspor Korban

WNI Dikurung di Malaysia, 2 Pelaku Didenda Usai Tahan Paspor Korban

News | Kamis, 23 April 2026 | 11:09 WIB

Blokade Militer Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Iran Dekat Perairan Indonesia

Blokade Militer Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Iran Dekat Perairan Indonesia

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:48 WIB

Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Apa Hambatan dalam Proses Negosiasi?

Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Apa Hambatan dalam Proses Negosiasi?

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:51 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×