- Seorang sopir angkot berinisial P membakar rekan kerjanya, S, di Tanah Abang pada Sabtu, 25 April 2026.
- Insiden dipicu teguran korban mengenai antrean penumpang yang berujung pada aksi penyiraman bensin serta pembakaran tubuh korban.
- Akibat tindakan kriminal berat tersebut, korban mengalami luka bakar serius dan sedang menjalani perawatan medis secara intensif.
Suara.com - Aksi kriminalitas memilukan terjadi di jantung kawasan niaga Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Sabtu (25/4/2026) pagi.
Insiden tersebut melibatkan seorang sopir angkot berinisial P, yang tega membakar rekan kerjanya sendiri berinisial S, beserta satu unit armada angkotnya.
Berdasarkan kronologi kejadian, peristiwa dipicu rasa tidak terima pelaku saat ditegur korban karena menyela antrean tunggu penumpang atau ngetem.
Sesaat setelah adu mulut, pelaku sempat meninggalkan lokasi, namun kembali lagi dengan membawa bensin yang kemudian disiramkan ke tubuh korban di dalam mobil.
Tanpa rasa iba, pelaku langsung menyulutkan korek api hingga api berkobar melumat tubuh korban dan menghanguskan kendaraan yang menjadi tumpuan hidupnya.
Akibat tindakan tersebut, korban S mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuh, dan kini tengah mendapatkan perawatan medis secara intensif.
Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, telah memberikan konfirmasi bahwa pihaknya tengah menangani kasus yang menggegerkan warga ibu kota ini.
Peristiwa kelam itu kini ikut mendapat sorotan dari Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, yang memulai pernyataannya lewat sebuah keprihatinan mendalam.
"Peristiwa di Tanah Abang ini bukan sekadar konflik antar sopir, tapi sudah masuk kategori tindak kriminal berat yang sangat tidak bisa ditoleransi. Hanya karena persoalan antrean, sampai ada tindakan menyiram bensin dan membakar. Ini menunjukkan emosi yang tidak terkendali," ujar Kevin kepada Suara.com, Senin (27/4/2026).
Tindakan ekstrem tersebut, lanjut Kevin, juga merupakan manifestasi dari ketidakteraturan pengawasan di lapangan, yang seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah.
"Saya mendorong aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan memprosesnya secara tegas agar ada efek jera. Kekerasan seperti ini tidak boleh dianggap sebagai konflik biasa," tuturnya.
Legislator dari Fraksi PSI ini juga menegaskan bahwa sengkarut di titik-titik transportasi padat seperti Tanah Abang harus segera dibenahi total, agar tidak terjadi konflik serupa di kemudian hari.
"Ini jadi alarm serius bagi Pemprov DKI. Sistem pengaturan antrean dan titik ngetem angkot di kawasan padat seperti Tanah Abang harus dibenahi total. Jangan dibiarkan liar tanpa pengawasan, karena potensi konflik antar sopir sangat tinggi," kata Kevin.
Kehadiran petugas otoritas secara fisik di lapangan serta program pembinaan karakter bagi para awak angkutan umum, turut dianggap Kevin sebagai solusi lanjutan setelah dilakukan penataan ulang kawasan.
Langkah tersebut dianggap krusial karena bukan menyangkut masalah kelancaran arus lalu lintas semata, melainkan juga demi menjamin hak warga atas rasa aman di ruang publik Jakarta.