- Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa kewenangan penuh perombakan Kabinet Merah Putih berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
- Pemerintah meminta masyarakat bersabar menunggu pengumuman resmi terkait isu perombakan kabinet yang sedang berkembang di lingkungan Istana.
- Sepanjang tahun 2025, Presiden Prabowo telah melaksanakan empat kali perombakan kabinet guna menyesuaikan kebutuhan strategis pemerintahan saat ini.
Suara.com - Isu perombakan Kabinet Merah Putih kembali mencuat di tengah dinamika politik nasional. Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa keputusan reshuffle sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Qodari menanggapi kabar yang beredar bahwa Presiden Prabowo akan melakukan perombakan kabinet dalam waktu dekat, termasuk spekulasi soal pelantikan sejumlah pejabat baru.
"Itu semua prerogatif Presiden," kata Qodari saat dihubungi ANTARA, Senin siang.
Ia meminta publik untuk menunggu kepastian langsung dari Presiden terkait isu reshuffle tersebut. Menurutnya, kewenangan perubahan susunan kabinet merupakan hak penuh Kepala Negara.
"Kita tunggu saja perkembangan dari Bapak Presiden ya," ucapnya.
Sinyal senada sebelumnya juga disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang meminta awak media bersabar menunggu keputusan resmi.
"Tunggu saja," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Sepanjang masa pemerintahannya, Presiden Prabowo tercatat telah melakukan empat kali reshuffle Kabinet Merah Putih. Perombakan pertama pada 19 Februari 2025 antara lain melantik Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Muhammad Yusuf Ateh sebagai Kepala BPKP.
Pada reshuffle kedua, 8 September 2025, Presiden menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Sejumlah posisi lain juga mengalami pergantian, termasuk di kementerian koperasi dan perlindungan pekerja migran.
Perombakan jilid ketiga pada 17 September 2025 turut menghadirkan perubahan signifikan di sektor politik dan keamanan, dengan pelantikan Djamari Chaniago serta Erick Thohir.
Sementara pada reshuffle keempat, 8 Oktober 2025, Presiden melantik sejumlah wakil menteri dan pejabat strategis lainnya, termasuk di sektor kesehatan, dalam negeri, hingga BUMN.
Munculnya kembali isu reshuffle terbaru menandakan kabinet masih dinamis seiring kebutuhan pemerintahan. Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Presiden terkait waktu maupun nama-nama yang akan terkena perombakan.