- Polresta Yogyakarta mengungkap pengelola Daycare Little Aresha melakukan praktik eksploitasi demi meraih keuntungan finansial yang maksimal.
- Pengelola sengaja melampaui kapasitas ruangan dan rasio pengasuh untuk memaksimalkan jumlah pemasukan biaya dari para orang tua.
- Beban kerja ekstrem akibat rasio tidak seimbang memicu tindakan kekerasan dan penelantaran terhadap anak di daycare tersebut.
"Kalau dari keterangan dari para pelaku ya, ada dua orang miss itu menghandle untuk sampai dua puluh orang," kata dia.
"Mereka kesulitan untuk melakukan pekerjaan dari mandi, menggunakan baju sampai ini, sehingga diperintahkan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak manusiawi tersebut," lanjutnya.
Ironisnya, di tengah risiko kerja yang tinggi dan tekanan untuk melakukan tindakan ilegal, kesejahteraan para pengasuh ini pun berada pada angka yang memprihatinkan.
Gaji yang mereka terima dari yayasan dinilai tidak sebanding dengan beban psikis dan fisik yang harus mereka tanggung setiap harinya.
"Kalau gaji pengasuh itu dari Rp1,8 sampai 2,4 juta," ucapnya.
Hingga saat ini, Polresta Yogyakarta masih terus mendalami latar belakang pendidikan para pengasuh, mengingat klaim awal yayasan yang menyebutkan bahwa mereka memiliki tenaga medis dan perawat profesional.