Kesejahteraan pekerja memang penting, tetapi sistem seleksi, pelatihan psikologis, pengawasan CCTV, dan evaluasi berkala tetap menjadi faktor utama dalam layanan penitipan anak. Sehubungan dengan kasus tersebut, Kapolresta Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dalam memilih tempat penitipan anak.
Kasus Daycare Little Aresha menjadi pengingat bahwa keamanan anak tidak boleh dikompromikan. Di tengah naiknya biaya hidup dan standar upah di Yogyakarta, kualitas pengasuhan harus menjadi prioritas utama.
Bagi orangtua pekerja, daycare memang sering menjadi solusi penting. Namun, kepercayaan harus dibangun di atas sistem profesional, bukan sekadar janji promosi. Dengan UMR DIY 2026 yang sudah mencapai Rp2,4 juta, masyarakat kini juga semakin kritis mempertanyakan apakah tenaga pengasuh dibayar layak, dilatih dengan benar, dan diawasi secara profesional.
Pada akhirnya, anak bukan sekadar “dititipkan”, tetapi harus dipastikan tumbuh dalam lingkungan yang aman, manusiawi, dan penuh perhatian. Kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak bahwa pengawasan terhadap layanan penitipan anak harus diperketat demi melindungi generasi masa depan.
Kontributor : Mutaya Saroh