Berapa UMR Jogja? Pengasuh Daycare Little Aresha Cuma Digaji Rp2 Jutaan Per Bulan

Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 28 April 2026 | 12:52 WIB
Berapa UMR Jogja? Pengasuh Daycare Little Aresha Cuma Digaji Rp2 Jutaan Per Bulan
ilustrasi umr jogja; gaji pengasuh daycare little aresha [Suara.com/Yvestaputu Sastrosoendjojo]

Suara.com - Kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo, Yogyakarta, tidak hanya mengguncang para orangtua, tetapi juga memunculkan pertanyaan publik soal kesejahteraan tenaga pengasuh anak di Kota Jogja.

Setelah penggerebekan oleh kepolisian pada Jumat (24/4/2026), perhatian masyarakat tertuju pada berbagai aspek, mulai dari kualitas fasilitas, sistem pengawasan, hingga besaran gaji pengasuh daycare yang disebut berkisar Rp1,8 juta hingga Rp2,4 juta per bulan.

Kasus ini menjadi sorotan besar karena melibatkan 103 anak terdaftar, dengan sedikitnya 53 anak terindikasi menjadi korban kekerasan atau penelantaran. Orangtua yang sebelumnya mempercayakan anak-anak mereka di daycare tersebut mengaku syok setelah mengetahui kondisi di balik operasional tempat penitipan tersebut.

Sebelumnya, kasus mencuat usai polisi melakukan penggerebekan langsung ke lokasi pada Jumat malam (24/4). Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan sekitar 30 orang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, mengungkap bahwa pihaknya menyaksikan langsung adanya perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak saat penggerebekan berlangsung.

Hasil gelar perkara intensif pada Sabtu (25/4) malam kemudian menetapkan 13 orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari pengasuh hingga pihak manajemen yayasan. Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menegaskan bahwa tanggung jawab hukum tidak hanya dibebankan pada pelaku langsung, tetapi juga pimpinan yang dianggap melakukan pembiaran.

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan fokus pada kekerasan fisik, penelantaran, perlakuan salah, serta tindakan diskriminatif yang membahayakan anak.

Ironisnya, di tengah meningkatnya biaya penitipan anak dari Rp1 juta menjadi Rp1,2 juta per bulan pada 2026 dengan alasan kenaikan biaya pendidikan, kualitas pengasuhan justru dipertanyakan. Kenaikan biaya ini awalnya diterima sebagian orangtua dengan harapan fasilitas dan layanan anak menjadi lebih baik.

Namun fakta yang terungkap justru berbanding terbalik. Banyak wali murid merasa tertipu karena biaya lebih mahal tidak sejalan dengan keamanan dan kualitas pengawasan.

Besaran biaya pendidikan yang dikeluarkan orang tua dibandingkan dengan gaji yang diterima pengasuh memunculkan pertanyaan. Apakah UMR Jogja masih belum cukup untuk memenuhi kesejahteraan pegawai? 

Istilah UMR memang masih sering digunakan masyarakat, meski secara resmi kini dikenal sebagai UMP (Upah Minimum Provinsi) dan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota).

Berapa UMR Kota Jogja? (Instagram@humasjogja)
Berapa UMR Kota Jogja? (Instagram@humasjogja)

Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Pemda telah menetapkan UMP DIY 2026 sebesar Rp2.417.495. Angka ini naik 6,78 persen atau sekitar Rp153.414 dibandingkan tahun 2025. Penetapan ini dilakukan Gubernur DIY berdasarkan rekomendasi Dewan Pengupahan DIY yang melibatkan pemerintah, pengusaha, serikat pekerja, dan akademisi.

Sementara untuk UMK Kota Yogyakarta, nominalnya umumnya sedikit lebih tinggi dibanding UMP karena mempertimbangkan kebutuhan hidup layak di wilayah perkotaan. Dengan kondisi ekonomi dan biaya hidup di Kota Jogja yang terus meningkat, angka UMK menjadi acuan penting dalam menilai apakah suatu pekerjaan memberikan upah layak.

Berdasarkan informasi yang beredar, besaran gaji pengasuh daycare Little Aresha yang berada di kisaran Rp1,8 juta hingga Rp2,4 juta menjadi perbincangan karena berada di sekitar batas minimum upah DIY. Jika dibandingkan dengan UMP DIY 2026 sebesar Rp2,4 juta, maka gaji Rp1,8 juta berada di bawah UMP dan gaji Rp2,4 juta berada di sekitar standar minimum provinsi.

Hal ini menimbulkan diskusi soal apakah rendahnya upah berpengaruh pada kualitas tenaga kerja, tekanan kerja, atau minimnya profesionalisme. Namun, penting dipahami bahwa kekerasan terhadap anak tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun, terlepas dari faktor ekonomi.

Kesejahteraan pekerja memang penting, tetapi sistem seleksi, pelatihan psikologis, pengawasan CCTV, dan evaluasi berkala tetap menjadi faktor utama dalam layanan penitipan anak. Sehubungan dengan kasus tersebut, Kapolresta Yogyakarta mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dalam memilih tempat penitipan anak.

Kasus Daycare Little Aresha menjadi pengingat bahwa keamanan anak tidak boleh dikompromikan. Di tengah naiknya biaya hidup dan standar upah di Yogyakarta, kualitas pengasuhan harus menjadi prioritas utama.

Bagi orangtua pekerja, daycare memang sering menjadi solusi penting. Namun, kepercayaan harus dibangun di atas sistem profesional, bukan sekadar janji promosi. Dengan UMR DIY 2026 yang sudah mencapai Rp2,4 juta, masyarakat kini juga semakin kritis mempertanyakan apakah tenaga pengasuh dibayar layak, dilatih dengan benar, dan diawasi secara profesional.

Pada akhirnya, anak bukan sekadar “dititipkan”, tetapi harus dipastikan tumbuh dalam lingkungan yang aman, manusiawi, dan penuh perhatian. Kasus ini menjadi alarm keras bagi semua pihak bahwa pengawasan terhadap layanan penitipan anak harus diperketat demi melindungi generasi masa depan.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha

Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha

News | Senin, 27 April 2026 | 10:39 WIB

Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi

Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi

News | Senin, 27 April 2026 | 10:33 WIB

Menteri PPPA Turun Tangan, Korban Kasus Daycare Little Aresha Dapat Pendampingan Psikososial

Menteri PPPA Turun Tangan, Korban Kasus Daycare Little Aresha Dapat Pendampingan Psikososial

News | Senin, 27 April 2026 | 09:20 WIB

Terkini

Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri

Wali Kota San Miguel Amatitlan Tewas Ditembak di Rumahnya Sendiri

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:10 WIB

Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?

Klaim Mobilnya Dipasang Alat Pelacak, Tiyo Ardianto Dikuliti Netizen: Beasiswa KIP, Mobil Fortuner?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol

Curanmor di Perumahan Bekasi Terungkap, Polisi Sita NMax dan Korek Api Berbentuk Pistol

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:31 WIB

Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau

Pati Viral Lagi! Anak Bakar Rumah Ortu Gara-gara Tak Diberi Uang Merantau

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:57 WIB

Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi

Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:43 WIB

Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri

Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:34 WIB

Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya

Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:12 WIB

Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi

Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:06 WIB

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:55 WIB

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:50 WIB