Pupuk Lancar Gabah Mahal, Petani Majalengka Bongkar Rahasia Cuan di Era Prabowo

Bangun Santoso

Selasa, 28 April 2026 | 13:10 WIB
Pupuk Lancar Gabah Mahal, Petani Majalengka Bongkar Rahasia Cuan di Era Prabowo
Ilustrasi padi. (Dok : Istimewa)
baca 10 detik
  • Petani di Desa Panyingkiran, Majalengka, merasakan peningkatan kesejahteraan ekonomi akibat kenaikan harga jual gabah di masa pemerintahan Prabowo.
  • Distribusi pupuk subsidi yang lebih mudah dan efisien berhasil menekan biaya operasional petani selama masa musim tanam berlangsung.
  • Meskipun volume produksi padi cenderung stabil, lonjakan harga jual gabah meningkatkan margin keuntungan serta daya beli masyarakat desa.

Suara.com - Kondisi sektor pertanian di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menunjukkan tren positif yang berdampak langsung pada tingkat kesejahteraan masyarakat desa.

Kenaikan harga gabah yang signifikan di tingkat petani menjadi indikator utama membaiknya kondisi ekonomi para penggarap lahan di wilayah tersebut, di tengah masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Fenomena peningkatan pendapatan ini dirasakan secara nyata oleh para petani di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh.

Wilayah Jatitujuh selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung padi strategis di Majalengka yang menyuplai kebutuhan pangan ke berbagai kota besar.

Fachrudin, seorang petani setempat yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Hujung, memaparkan rincian harga jual gabah yang saat ini berlaku di pasaran.

"Kalau di sini harga gabah basah sehabis di-combine sekitar Rp 660.000- 680.000 per kwintal. Kalau gabah kering bisa Rp 700.000 sampai Rp 800.000 per kwintal," kata Fachrudin saat menjelaskan kondisi terkini di lapangan.

Kenaikan harga ini memberikan selisih keuntungan yang cukup besar bagi petani jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.

Fachrudin mencatat bahwa di era kepemimpinan saat ini, nilai jual hasil panen cenderung lebih stabil di angka tinggi, bahkan saat memasuki musim penghujan yang biasanya identik dengan penurunan kualitas dan harga gabah.

Berdasarkan pengalamannya, harga gabah sebelum masa pemerintahan Prabowo seringkali tidak berpihak pada petani.

baca juga

"Sebelum Prabowo, ya di bawah Rp 650.000/kwintal, dapat Rp 500.000 itu udah paling bagus. Saya aja kalau musim penghujan paling tinggi Rp 470.000-480.000 per kwintal," terangnya.

Selain faktor harga jual output yang tinggi, faktor input produksi seperti ketersediaan pupuk juga menjadi kunci kesejahteraan petani di Majalengka.

Fachrudin mengungkapkan bahwa distribusi pupuk subsidi kini mengalami perbaikan yang signifikan dari sisi birokrasi dan aksesibilitas.

Kemudahan ini memangkas waktu dan biaya operasional yang harus dikeluarkan petani setiap kali memasuki musim tanam.

"Lebih lancar, harga lebih murah, dan nggak ribet sekarang. Dulu sampai antre dan bikin surat-surat, sekarang mah lebih enteng," ujarnya.

Kelancaran pasokan pupuk subsidi ini berdampak pada stabilitas produksi padi di lahan-lahan milik anggota kelompok tani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Kisah Haru Pemilik Bengkel Bantu Pejuang Kerja, Ujungnya Sama-Sama Nangis

Viral Kisah Haru Pemilik Bengkel Bantu Pejuang Kerja, Ujungnya Sama-Sama Nangis

Entertainment | Senin, 27 April 2026 | 13:44 WIB

Wiwit Tembakau di Lereng Sumbing, Doa Petani Sambut Musim Tanam 2026

Wiwit Tembakau di Lereng Sumbing, Doa Petani Sambut Musim Tanam 2026

Foto | Jum'at, 24 April 2026 | 19:38 WIB

Melihat Peran Perempuan Jadi Petani Sawit

Melihat Peran Perempuan Jadi Petani Sawit

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 07:53 WIB

Mengapa Memelihara Owa Jawa Bisa Merusak Regenerasi Hutan? Pakar Bilang Begini

Mengapa Memelihara Owa Jawa Bisa Merusak Regenerasi Hutan? Pakar Bilang Begini

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 16:30 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Dongkrak Produktivitas Petani Pantura, Petrokimia Gresik Pacu Pendapatan Hingga 15%

Dongkrak Produktivitas Petani Pantura, Petrokimia Gresik Pacu Pendapatan Hingga 15%

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 10:47 WIB

Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat

Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:49 WIB

Terkini

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×