Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 28 April 2026 | 14:13 WIB
Viral Gerakan Solidaritas ke Sopir Angkot Filipina, Korban Kenaikan Harga BBM Buntut Perang Iran
Krisis minyak global akibat konflik Timur Tengah menghancurkan pendapatan harian sopir angkutan umum di Filipina. (CNA)
  • Pendapatan sopir di Filipina merosot tajam akibat lonjakan harga BBM global yang sangat signifikan.

  • Komunitas sipil menggalang dapur umum untuk membantu kebutuhan pangan harian para pengemudi angkutan.

  • Warga mendesak pemerintah Filipina memberikan subsidi tetap dan menghapus pajak minyak sementara waktu.

“Jika seseorang memimpin jalan, orang-orang menjadi lebih berani dan lebih tegar untuk juga mendonasikan dan juga bersikap baik kepada orang lain. Saya rasa kebaikan ada dalam DNA Filipina,” ujar Jayson Maulit.

Jayson menekankan bahwa jika usaha kecil bisa bergerak, maka seharusnya pihak penguasa mampu melakukan hal yang jauh lebih besar.

Ratusan pengendara ojek daring dan pengemudi roda tiga kini rutin mengantre demi mendapatkan jatah makan malam gratis.

Bagi mereka, bantuan makanan siap saji ini sangat berarti untuk memangkas pengeluaran rumah tangga yang terus membengkak.

Seorang pengendara ojek motor bernama Cyrus Bustos mengakui bahwa bantuan ini meringankan beban pikirannya setiap hari.

“Kami harus terus mengemudi hingga malam hari. Memiliki makanan ini berarti kami tidak perlu khawatir tentang makan malam,” kata Cyrus Bustos.

Perjuangan Sopir Menghadapi Tekanan Ekonomi

Ketekunan menjadi satu-satunya modal bagi para pekerja sektor transportasi ini untuk tetap bertahan menghidupi keluarga mereka.

Hal senada disampaikan oleh Francis Serapion yang merasa mencari uang di masa sekarang jauh lebih sulit dari sebelumnya.

“Sulit untuk mencari uang akhir-akhir ini, tetapi kami harus gigih untuk menghidupi keluarga kami,” ungkap pengemudi roda tiga, Francis Serapion.

Di sisi lain, jaringan komunitas PARA Commuter juga ikut mendirikan dapur umum portabel di pinggir jalanan Manila.

Uniknya bantuan tersebut tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga dari kelompok penggemar budaya populer internasional.

“Berbagai grup penggemar K-pop telah berdonasi kepada kami,” kata Nanoy Rafael, koordinator dari PARA Commuters’ Network.

Keterlibatan para seniman lokal juga memperkuat dukungan finansial melalui penyisihan pendapatan dari hasil pertunjukan mereka sendiri.

Fenomena ini membangkitkan kembali semangat "pantry komunitas" yang sempat populer pada masa karantina wilayah akibat pandemi lalu.

Relawan menyediakan kebutuhan pokok seperti beras dan makanan kaleng yang bisa diambil secara cuma-cuma oleh siapapun.

Esmeralda Grimaldo-Lana tetap konsisten mengelola distribusi mingguan ini dengan membangun jejaring sukarelawan yang sangat luas.

Pentingnya Transformasi Kebijakan Jangka Panjang

Esmeralda menegaskan bahwa motivasi utamanya adalah melayani masyarakat dan keluar dari zona nyaman demi kontribusi nyata.

“Saya selalu berpikir di dalam benak saya, ini bukan untuk diri saya sendiri. Ini benar-benar untuk rakyat,” tutur penyelenggara pantry komunitas tersebut.

Ia percaya bahwa setiap individu memiliki peran penting untuk membantu sesama di tengah situasi yang sedang penuh ketidakpastian.

“Anda perlu keluar dari zona nyaman Anda dan melihat apa yang bisa Anda kontribusikan,” tambah Esmeralda Grimaldo-Lana.

Meskipun aksi kemanusiaan ini sangat membantu, banyak pihak mulai menyuarakan perlunya langkah strategis dari otoritas resmi negara.

Para pengelola bantuan menekankan bahwa kedermawanan warga bukanlah solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah kemiskinan sistemik ini.

Ada tuntutan kuat agar pemerintah segera menangguhkan pajak bahan bakar minyak guna menekan harga di tingkat pengecer.

Peningkatan subsidi bagi pengemudi juga dianggap sebagai keharusan agar roda ekonomi transportasi publik tidak benar-benar berhenti berputar.

Ketahanan kolektif masyarakat Filipina memang luar biasa, namun beban krisis energi global memerlukan intervensi kebijakan yang lebih fundamental.

Tanpa adanya perubahan regulasi, para sopir jeepney dan angkutan lainnya akan terus berada dalam jerat kemiskinan yang mendalam.

Krisis ini berakar dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasokan minyak mentah internasional secara global.

Filipina sebagai negara importir bahan bakar sangat terdampak oleh fluktuasi harga pasar yang menyebabkan inflasi biaya transportasi domestik.

Pengemudi jeepney, yang merupakan ikon transportasi publik nasional, menjadi kelompok paling rentan karena sistem setoran dan biaya operasional yang langsung bergantung pada harga BBM harian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Buru Pelaku Pembakaran Sopir Angkot Tanah Abang, Identitas Sudah Dikantongi

Polisi Buru Pelaku Pembakaran Sopir Angkot Tanah Abang, Identitas Sudah Dikantongi

News | Senin, 27 April 2026 | 15:52 WIB

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

Pengadilan Kriminal Internasional Adili Rodrigo Duterte Atas Tuduhan Pembunuhan Massal di Filipina

News | Sabtu, 25 April 2026 | 06:34 WIB

Solidaritas Pemain Timnas Indonesia Mengalir Usai Ricky Kambuaya Jadi Korban Penghinaan Rasial

Solidaritas Pemain Timnas Indonesia Mengalir Usai Ricky Kambuaya Jadi Korban Penghinaan Rasial

Bola | Rabu, 22 April 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:54 WIB

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:36 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB