11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 28 April 2026 | 21:21 WIB
11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi
Pemimpin Redaksi Kompas TV, Yogi Arief Nugroho. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Karyawan Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna, meninggal dunia akibat kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam.
  • Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi sepuluh korban tewas kecelakaan kereta api tersebut pada Selasa siang di Jakarta.
  • Pihak Kompas TV bertanggung jawab penuh mengurus jenazah almarhumah sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi kerja selama sebelas tahun.

Suara.com - Keluarga besar Kompas TV tengah diselimuti duka mendalam. Salah satu karyawan terbaiknya, Nur Ainia Eka Rahmadyna, terkonfirmasi menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.

Pemimpin Redaksi Kompas TV, Yogi Arief Nugroho, menyampaikan rasa kehilangan yang luar biasa atas kepergian sosok yang telah menjadi bagian penting dari operasional siaran stasiun televisi tersebut selama lebih dari satu dekade.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami keluarga besar Kompas TV dan redaksi Kompas TV mengalami kehilangan yang luar biasa atas kepergian rekan kami, rekan kerja, sahabat, saudara kami yang bernama Nur Ainia Eka Rahmadyna yang menjadi korban dalam musibah kecelakaan Commuter Line tanggal 27 April malam," ungkap Yogi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).

Almarhumah Nur Ainia diketahui merupakan staf di departemen production support yang memiliki peran vital dalam setiap siaran langsung di studio.

Dedikasinya selama 11 tahun di Kompas TV meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh rekan kerjanya.

"Almarhumah bergabung dengan Kompas TV sejak bulan November tahun 2015, artinya ini tahun ke-11 di departemen production support, khususnya berada di peranan penting setiap kami bersiaran langsung di studio," tambahnya.

Yogi menjelaskan kronologi sebelum musibah terjadi. Berdasarkan catatan absensi kantor, almarhumah baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan hendak pulang ke rumahnya di kawasan Tambun, Bekasi.

"Almarhumah tercatat meninggalkan kantor menurut catatan mesin absensi itu hari Senin tanggal 27 April pukul 19.31 WIB, tujuannya ke rumah almarhumah di Tambun. Alhamdulillah sudah teridentifikasi tadi baru saja dibawa ke rumah duka di Tambun," jelasnya.

Kekhawatiran keluarga bermula ketika sang adik, Ian, yang biasa menjemput di stasiun, mendengar kabar kecelakaan pada jam kepulangan kakaknya. Kabar tersebut kemudian diteruskan ke rekan-rekan kantor yang segera membentuk crisis center.

baca juga

"Tadi ada adiknya, Ian namanya, itu biasa menjemput di stasiun. Sampai jam itu dia dapat informasi bahwa ada kecelakaan commuter line. Dia merasa bahwa itu kebiasaan jam kakaknya pulang. Terus kemudian dia mengecek dan menyampaikan ke rekan-rekan di kantor. Kemudian kita langsung membentuk tim crisis center dan hingga pukul 01.00 dini hari tadi belum ada kabar di semua rumah sakit," tutur Yogi menceritakan proses pencarian.

Setelah pencarian intensif sejak malam hingga pagi hari, kepastian mengenai kondisi Nur Aini baru didapatkan pada Selasa siang sekitar pukul 14.00 WIB melalui proses identifikasi resmi.

Sosok Nur Aini dikenal sebagai pribadi yang sangat loyal dan memiliki hubungan sosial yang baik dengan siapa saja.

Kinerjanya yang bersih tanpa catatan buruk selama belasan tahun menjadi bukti profesionalismenya.

"Sebelas tahun di Kompas TV itu bisa dibilang separuh lebih perjalanan Kompas TV yang sudah mau memasuki usia ke-15 tahun. Artinya separuh lebih yang bersangkutan dikenal luas pergaulannya, dikenal baik, inisiatifnya luar biasa, orangnya berkawan dengan siapa pun, dan loyalitas serta dedikasinya untuk pekerjaannya cukup baik. Terbukti 11 tahun, kemudian ada di departemen yang menurut kepala departemennya cukup baik dan kita paling tidak saya melihat dari nilai-nilai kinerjanya cukup baik," kenang Yogi.

Pihak Kompas TV menyatakan bertanggung jawab penuh atas pengurusan jenazah hingga pemakaman sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi almarhumah.

Jenazah telah dibawa ke rumah duka di Tambun dan rencananya akan dimakamkan pada Rabu (29/4) besok.

"Sekali lagi atas nama keluarga besar Kompas Gramedia, Kompas TV, dan redaksi Kompas TV kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, kehilangan yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah dilapangkan kuburnya, keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Dan satu apresiasi terima kasih kepada keluarga besar Nur Aini atas dedikasi, atas sumbangsih 11 tahun untuk Kompas TV," pungkasnya.

Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri resmi menyelesaikan proses identifikasi terhadap seluruh jenazah korban kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono, mengonfirmasi bahwa sebanyak 10 jenazah yang diterima kini telah berhasil diketahui identitasnya.

Hal itu disampaikan Prima dalam konferensi pers yang digelar di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).

Prima mengawali pernyataannya dengan menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban.

"Dalam kesempatan ini, perkenankan kami dari Tim DVI Polri menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban kecelakaan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, yang jenazahnya telah kami terima di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri sebanyak 10 kantong jenazah," ujar Prima, Selasa (28/4/2026).

Proses identifikasi ini melibatkan kolaborasi berbagai unsur ahli, mulai dari kedokteran kepolisian hingga tim forensik akademisi.

Prima menjelaskan, bahwa pemeriksaan telah rampung dilakukan pada siang hari ini.

"Sampai dengan sore hari ini, hari Selasa tanggal 28 April 2026 pukul 13.00, Tim DVI Polri yang terdiri dari Biro Dokpol Pusdokkes Polri, Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, Biddokkes Polda Metro Jaya, Tim Pusident Bareskrim Polri, dan Dokter Forensik FK UI telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang dikirim dari TKP," jelasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa data jumlah korban yang diterima oleh tim DVI telah sesuai dengan laporan yang masuk dari pihak keluarga.

Kepastian identitas para korban diputuskan melalui sidang rekonsiliasi yang dilakukan tak lama setelah pemeriksaan fisik selesai.

"Jumlah korban yang dilaporkan oleh pihak keluarga sampai saat ini sebanyak 10 orang. Pada pukul 14.00 WIB telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban dan memutuskan 10 jenazah telah berhasil diidentifikasi," tegasnya.

Berikut identitas 10 jenazah yang teridentifikasi:

  1. Tutik Anitasari (Perempuan/31)
  2. Harum Anjasari (Perempuan/27)
  3. Nur Alimantun Citra Lestari (Perempuan/19)
  4. Farida Utami (Perempuan/52)
  5. Vica Acnia Fratiwi (Perempuan/23)
  6. Ida Nuraida (Perempuan/48)
  7. Gita Septia Wardany (Perempuan/20)
  8. Fatmawati Rahmayani (Perempuan/29)
  9. Arinjani Novita Sari (Perempuan/25)
  10. Nur Ainia Eka Rahmadhyna (Perempuan/32)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenguk Korban Tragedi Maut Kereta Bekasi, Prabowo Pastikan Jaminan Kompensasi

Jenguk Korban Tragedi Maut Kereta Bekasi, Prabowo Pastikan Jaminan Kompensasi

Video | Selasa, 28 April 2026 | 20:15 WIB

Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih

Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:11 WIB

Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur

Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:10 WIB

Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 20:57 WIB

Teori Ilmiah Alumni ITB, Kaitan Mobil Mogok di Rel dan Kecelakaan KRL Bekasi

Teori Ilmiah Alumni ITB, Kaitan Mobil Mogok di Rel dan Kecelakaan KRL Bekasi

Entertainment | Selasa, 28 April 2026 | 21:00 WIB

Usulan Pindah Gerbong Wanita, Menteri PPPA Arifah Fauzi Banjir Kritik: Nyawa Laki-Laki Lebih Murah?

Usulan Pindah Gerbong Wanita, Menteri PPPA Arifah Fauzi Banjir Kritik: Nyawa Laki-Laki Lebih Murah?

Entertainment | Selasa, 28 April 2026 | 20:40 WIB

Habib Jafar Sebut Korban Kecelakaan KRL Bekasi Mati Syahid

Habib Jafar Sebut Korban Kecelakaan KRL Bekasi Mati Syahid

Entertainment | Selasa, 28 April 2026 | 20:00 WIB

Terkini

Link Cetak Kartu Tes Substantif PPG 2026, Jadwal dan Cara Unduh di SIMPKB

Link Cetak Kartu Tes Substantif PPG 2026, Jadwal dan Cara Unduh di SIMPKB

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 12:46 WIB

Jumanji: Open World Rilis Trailer Perdana, Dwayne Johnson Cs Kembali

Jumanji: Open World Rilis Trailer Perdana, Dwayne Johnson Cs Kembali

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 12:45 WIB

5 Rekomendasi City Car 50 Jutaan untuk Keluarga Kecil, Murah tapi Bandel

5 Rekomendasi City Car 50 Jutaan untuk Keluarga Kecil, Murah tapi Bandel

Riau | Rabu, 29 Juli 2026 | 12:44 WIB

Today History 29 Juli: Hari Harimau Internasional hingga Serangan Udara Pertama AURI

Today History 29 Juli: Hari Harimau Internasional hingga Serangan Udara Pertama AURI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 12:40 WIB

Menembus Silicon Valley dari Kampus UDEL: Tamparan Pedas Sarjana Kertas

Menembus Silicon Valley dari Kampus UDEL: Tamparan Pedas Sarjana Kertas

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 12:38 WIB

The Richest Man in Babylon: Pelajaran Finansial Klasik yang Masih Relevan hingga Kini

The Richest Man in Babylon: Pelajaran Finansial Klasik yang Masih Relevan hingga Kini

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 12:35 WIB

Anti Geser! 5 Hybrid Sunscreen Ringan yang Cocok Dipakai di Bawah Makeup

Anti Geser! 5 Hybrid Sunscreen Ringan yang Cocok Dipakai di Bawah Makeup

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 12:29 WIB

Mantan Terpidana Korupsi Jadi Kandidat Gubernur BI, Siapa Sosoknya?

Mantan Terpidana Korupsi Jadi Kandidat Gubernur BI, Siapa Sosoknya?

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 12:28 WIB

Dibalik OTT Bupati Pemalang, Camat Turut Diangkut: KPK Sabar Tunggu Rapat Sampai Selesai

Dibalik OTT Bupati Pemalang, Camat Turut Diangkut: KPK Sabar Tunggu Rapat Sampai Selesai

Jawa Tengah | Rabu, 29 Juli 2026 | 12:26 WIB

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, 21 Orang Diamankan di 3 Kota

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, 21 Orang Diamankan di 3 Kota

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 12:24 WIB

×