Tentara Israel Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan di Tepi Barat Diaktifkan Kembali

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 29 April 2026 | 09:17 WIB
Tentara Israel Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan di Tepi Barat Diaktifkan Kembali
Batalyon Netzah Yehuda kembali bertugas di Tepi Barat setelah masa skorsing singkat akibat menyerang jurnalis. (CNN)
  • Militer Israel mengaktifkan kembali unit Netzah Yehuda setelah skorsing satu bulan akibat menyerang jurnalis.

  • Penyelidikan polisi militer terhadap pelaku pencekikan wartawan CNN di Tepi Barat masih belum transparan.

  • Polisi Israel juga menyelidiki kasus patah tulang pergelangan tangan produser CNN akibat kekerasan petugas.

Suara.com - Unit cadangan militer Israel yang berada di bawah naungan batalyon ultra-Ortodoks Netzah Yehuda telah resmi diaktifkan kembali.

Pengaktifan ini dilakukan hanya berselang satu bulan setelah mereka diskors karena melakukan penyerangan terhadap tim jurnalis CNN.

Keputusan redeploy atau penempatan kembali ini memicu tanda tanya besar mengenai efektivitas sanksi internal militer di wilayah konflik.

Ilustrasi tentara Israel di Gaza. [Ist]
Ilustrasi tentara Israel di Gaza. [Ist]

Pasukan tersebut sebelumnya ditarik dari tugas lapangan untuk mengikuti seminar pendidikan dan pelatihan tambahan sebagai bentuk hukuman.

Radio Angkatan Darat Israel melaporkan bahwa unit ini akan memulai aktivitas operasional secara penuh dalam hitungan hari.

Insiden kekerasan yang memicu skorsing ini terjadi pada tanggal 30 Maret silam di desa Tayasir, Tepi Barat.

Kala itu, para serdadu mengadang dan menahan tim peliput yang sedang mendokumentasikan aksi kekerasan pemukim ilegal.

Sejumla tentara Israel selama operasi militer di Qabatiya, dekat Jenin, di Tepi Barat (Dok. Reuters)
Sejumla tentara Israel selama operasi militer di Qabatiya, dekat Jenin, di Tepi Barat (Dok. Reuters)

Tindakan fisik brutal terekam jelas saat seorang prajurit mencekik jurnalis foto CNN, Cyril Theophilos, hingga tersungkur ke tanah.

Aksi tersebut tidak hanya melukai fisik jurnalis, tetapi juga menyebabkan kerusakan serius pada peralatan kamera milik tim media.

Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir, sempat mengambil tindakan disipliner yang dianggap belum pernah terjadi sebelumnya.

Pihak militer Israel secara terbuka mengakui adanya penyimpangan dalam perilaku personel mereka di lapangan saat insiden berlangsung.

Terkait peristiwa tersebut, IDF menyatakan bahwa kejadian itu merupakan “kegagalan etis dan profesional yang serius.”

Militer menjanjikan pelatihan khusus untuk memperkuat landasan etika para prajurit sebelum mereka diperbolehkan kembali memegang senjata.

Komando Pusat Israel yang mengendalikan operasi di Tepi Barat menjadi pihak yang menentukan waktu kembalinya unit ini ke tugas aktif.

Seorang pejabat militer mengonfirmasi kepada CNN bahwa serangan terhadap Theophilos akan diperiksa oleh polisi militer.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan informasi mendetail mengenai temuan atau langkah hukuman konkret bagi pelaku.

Prajurit yang secara langsung menyerang fotojurnalis CNN diketahui belum menghadapi penangguhan tambahan atau sanksi disiplin yang jelas.

Situasi ini semakin memperumit citra penegakan hukum militer Israel di tengah pengawasan komunitas internasional terhadap keselamatan pers.

Ketidakjelasan hasil investigasi menimbulkan kekhawatiran akan berulangnya insiden serupa di masa depan tanpa ada konsekuensi jera.

Kasus ini menjadi preseden penting mengenai bagaimana militer menangani pelanggaran hak asasi manusia oleh personelnya sendiri.

Selain kasus di Tepi Barat, unit investigasi internal kepolisian Israel juga sedang mendalami insiden kekerasan lainnya yang berbeda.

Kasus ini melibatkan Abeer Salman, seorang produser senior CNN yang mengalami patah tulang pergelangan tangan akibat ulah petugas.

Insiden tersebut berlangsung pada 17 Maret saat Salman meliput ibadah Ramadan di luar Gerbang Singa, Kota Tua Yerusalem.

Petugas kepolisian melemparkan granat kejut ke arah jemaah Muslim yang dilarang memasuki Masjid Al-Aqsa karena pembatasan masa perang.

Dalam kekacauan tersebut, dua jurnalis sempat ditahan sementara peralatan kerja mereka dirusak oleh aparat keamanan di lokasi.

Rekaman di lokasi menunjukkan bahwa kelompok jurnalis sebenarnya telah mematuhi semua instruksi polisi untuk mundur ke area tertentu.

Namun, seorang petugas berpakaian preman tiba-tiba menarik tangan Salman dan memelintirnya hingga mengakibatkan cedera tulang yang cukup parah.

Persatuan Jurnalis di Israel mengecam pernyataan awal kepolisian yang dianggap “secara faktual tidak benar” mengenai kronologi kejadian tersebut.

Pihak polisi mengklaim jurnalis menolak mematuhi arahan dan tidak menunjukkan identitas pers, yang kemudian memicu kecurigaan di lapangan.

Pernyataan polisi menyebutkan perilaku jurnalis menimbulkan kecurigaan dan kamera yang dibawa “tampak dimaksudkan untuk memprovokasi.”

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian Israel tetap enggan menjawab pertanyaan mendetail mengenai instruksi mana yang dilanggar jurnalis.

Mereka juga tidak menjelaskan mengapa kepemilikan kamera profesional dianggap sebagai sebuah tindakan provokasi yang mengancam keamanan.

Pihak berwenang hanya memberikan jawaban singkat mengenai keterbatasan informasi karena proses penyelidikan yang masih berjalan di internal.

Mengenai hal ini, pihak kepolisian menyatakan bahwa “Kami dilarang menangani masalah ini saat ini,” merujuk pada investigasi tersebut.

Belum ada jadwal pasti kapan investigasi terhadap kekerasan fisik yang menimpa Abeer Salman ini akan dinyatakan selesai sepenuhnya.

Kekerasan terhadap jurnalis di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem Timur telah lama menjadi sorotan organisasi hak asasi manusia internasional.

Batalyon Netzah Yehuda, yang terdiri dari kelompok ultra-Ortodoks, sering kali mendapat kecaman karena laporan perilaku agresif terhadap warga sipil Palestina dan pekerja media.

Insiden yang menimpa tim CNN ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut sejak konflik Gaza pecah pada Oktober 2023, di mana pembatasan akses liputan dan kekerasan fisik terhadap pers semakin intensif dilakukan oleh aparat keamanan Israel.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Jiwa Berjatuhan, Lebanon Selatan Digempur Artileri Israel Meski Ada Kesepakatan Damai

Korban Jiwa Berjatuhan, Lebanon Selatan Digempur Artileri Israel Meski Ada Kesepakatan Damai

News | Selasa, 28 April 2026 | 17:02 WIB

Israel Bakar Rumah Warga Palestina di Jalud Nablus untuk Perluasan Pemukiman Ilegal

Israel Bakar Rumah Warga Palestina di Jalud Nablus untuk Perluasan Pemukiman Ilegal

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:53 WIB

Cek Fakta: Kakak Adik dari Indonesia Disebut Gabung Jadi Tentara Israel, Benarkah?

Cek Fakta: Kakak Adik dari Indonesia Disebut Gabung Jadi Tentara Israel, Benarkah?

News | Selasa, 28 April 2026 | 15:38 WIB

Terkini

Gus Ipul Sambut Usulan PWNU, Jadwal Muktamar Agustus Sesuai Kebijakan Rais Aam

Gus Ipul Sambut Usulan PWNU, Jadwal Muktamar Agustus Sesuai Kebijakan Rais Aam

News | Rabu, 29 April 2026 | 09:11 WIB

Awalnya Minta Rp15 Ribu, Pedagang Es Campur di Depan PN Kudus Diperas Rp20 Juta Gara-gara Viral

Awalnya Minta Rp15 Ribu, Pedagang Es Campur di Depan PN Kudus Diperas Rp20 Juta Gara-gara Viral

News | Rabu, 29 April 2026 | 08:47 WIB

Sosok Arifah Fauzi: Menteri PPPA yang Viral Usul Gerbong Perempuan di Tengah

Sosok Arifah Fauzi: Menteri PPPA yang Viral Usul Gerbong Perempuan di Tengah

News | Rabu, 29 April 2026 | 08:47 WIB

76 Tahun AS Berperang: Triliunan Dolar Habis, Jutaan Nyawa Melayang, Perang Iran yang Termahal

76 Tahun AS Berperang: Triliunan Dolar Habis, Jutaan Nyawa Melayang, Perang Iran yang Termahal

News | Rabu, 29 April 2026 | 08:38 WIB

Jalur KRL Bekasi-Cikarang Akan Segera Dibuka Secara Bertahap, Begini Penjelasan KAI

Jalur KRL Bekasi-Cikarang Akan Segera Dibuka Secara Bertahap, Begini Penjelasan KAI

News | Rabu, 29 April 2026 | 08:08 WIB

Warga Jakarta Wajib Simak! BMKG Prediksi Perubahan Cuaca Mulai Sore Ini

Warga Jakarta Wajib Simak! BMKG Prediksi Perubahan Cuaca Mulai Sore Ini

News | Rabu, 29 April 2026 | 07:36 WIB

4 TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Jalani Sidang Perdana, Intip Ancaman Hukumannya

4 TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Jalani Sidang Perdana, Intip Ancaman Hukumannya

News | Rabu, 29 April 2026 | 07:12 WIB

Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi

Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi

News | Selasa, 28 April 2026 | 22:31 WIB

Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer

Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer

News | Selasa, 28 April 2026 | 22:04 WIB

Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?

Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?

News | Selasa, 28 April 2026 | 21:46 WIB