5 Realita Pahit Krisis Air di TTS NTT: Dari Ancaman Stunting hingga Beban Berat Anak Perempuan

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 29 April 2026 | 12:37 WIB
5 Realita Pahit Krisis Air di TTS NTT: Dari Ancaman Stunting hingga Beban Berat Anak Perempuan
Ilustrasi seorang anak mengumpulkan ari bersih di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi NTT. (Foto dok. WVI)
baca 10 detik
  • Warga Timor Tengah Selatan menghadapi krisis air bersih dan sanitasi yang memicu angka stunting mencapai 56,8 persen.
  • Wahana Visi Indonesia menjalankan program Water for Timor sejak Maret 2026 untuk membangun infrastruktur air bersih.
  • Pembangunan jaringan air di lima desa bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan serta mendukung waktu belajar bagi anak-anak.

Suara.com - Bayangkan harus berjalan kaki berjam-jam setiap hari hanya untuk mendapatkan seember air, sementara di sekolah dan rumah, akses sanitasi masih menjadi barang mewah.

Inilah realita pahit yang masih dihadapi ribuan warga di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan potret buram: hanya 70,72% rumah tangga di TTS yang memiliki akses sanitasi layak, dan 75,48% yang mendapatkan akses air minum layak.

Di tengah krisis ini, Wahana Visi Indonesia (WVI) bergerak melalui kampanye Water for Timor. Sejak Maret 2026, program ini fokus mendampingi masyarakat membangun infrastruktur air bersih demi masa depan lebih dari 2.000 orang di lima desa dan tiga sekolah sasaran.

Angelina Theodora, National Director Wahana Visi Indonesia, menegaskan bahwa air bersih adalah kunci pembuka bagi kesejahteraan sosial yang lebih luas.

“WVI percaya bahwa setiap anak berhak untuk hidup dan bertumbuh di lingkungan yang mendukung perkembangan setiap anak tersebut. Namun sayangnya akses air masih terasa seperti privilege di beberapa titik di Indonesia, termasuk di Timor Tengah Selatan,” ungkap Angelina dalam keterangannya dikutip, Selasa (29/4/2026).

"Aksi kami melalui Water for Timor bukan sekadar pembangunan infrastruktur belaka, namun membantu anak-anak mendapatkan haknya untuk dapat bertumbuh, belajar secara optimal, dan terbebas dari penyakit," katanya menambahkan.

Ilustrasi seorang anak perempuan tengah mengambil ari bersih di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi NTT. (Foto dok. WVI)
Ilustrasi seorang anak perempuan tengah mengambil ari bersih di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi NTT. (Foto dok. WVI)

Berikut adalah 5 fakta krusial mengapa krisis air di TTS harus segera diatasi:

1. Terjebak dalam Kemarau Panjang yang Melelahkan

baca juga

Kabupaten TTS memiliki karakter iklim kering yang ekstrem. Data BMKG mencatat musim kemarau di wilayah ini bisa berlangsung selama 7 hingga 8 bulan setiap tahunnya. Kondisi tandus ini memaksa warga berhemat air secara ekstrem, yang dampaknya merembet pada sulitnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Mencuci tangan dengan sabun atau mengonsumsi air minum yang benar-benar aman seringkali menjadi prioritas sekian karena terbatasnya pasokan.

2. Hubungan Kelam Antara Krisis Air dan Stunting

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatatkan angka yang mengejutkan: prevalensi stunting di TTS mencapai 56,8%. Angka ini melonjak jauh di atas rata-rata nasional yang berada di angka 19,8%.

Tanpa air bersih, anak-anak rentan terkena diare dan infeksi berulang. Penyakit-penyakit inilah yang menguras nutrisi tubuh, melemahkan imunitas, dan akhirnya memicu gangguan pertumbuhan kronis (stunting) sejak dini.

3. Membebaskan Waktu Anak untuk Masa Depan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengubah Hutan Bambu Jadi Sumber Kehidupan, Langkah Nyata Green Action 2026

Mengubah Hutan Bambu Jadi Sumber Kehidupan, Langkah Nyata Green Action 2026

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 12:55 WIB

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja

News | Selasa, 21 April 2026 | 21:42 WIB

PAM JAYA Lanjutkan Distribusi Toren Gratis, Kini Sasar 270 Hunian di Jakarta Utara

PAM JAYA Lanjutkan Distribusi Toren Gratis, Kini Sasar 270 Hunian di Jakarta Utara

News | Jum'at, 17 April 2026 | 07:14 WIB

Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan

Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan

News | Sabtu, 11 April 2026 | 08:24 WIB

Terkini

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:13 WIB

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:05 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:03 WIB

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Foto | Senin, 14 September 2026 | 09:00 WIB

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

News | Senin, 14 September 2026 | 08:59 WIB

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

PTK Perkuat Bisnis Maritim, Jadi Penopang Rantai Logistik Energi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:58 WIB

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Penampakan SPBU Modular di CPI Makassar, Mulai Beroperasi Hari Ini

Sulsel | Senin, 14 September 2026 | 08:49 WIB

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Sport | Senin, 14 September 2026 | 08:45 WIB

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:43 WIB

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 08:40 WIB

×