- Empat anggota BAIS TNI merencanakan serangan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, sebagai bentuk balas dendam atas kritik masa lalu.
- Para terdakwa menyiramkan cairan kimia korosif kepada korban di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada 12 Maret 2026 malam.
- Kasus penyerangan terencana tersebut mulai disidangkan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada hari Rabu, 29 April 2026.
Suara.com - Rentetan cerita mengenai penyerangan terencana terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus oleh empat anggota BAIS TNI di kawasan Salemba, Jakarta Pusat terungkap di Pengadilan Militer II-08 Jakarta hari ini, Rabu (29/4/2026).
Para terdakwa, yakni Serda Edi Sudarko, Lettu Budhi Hariyanto Widhi, Kapten Nandala Dwi Prasetyo, dan Lettu Sami Lakka benar-benar mengeksekusi rencana menyerang Andrie pada 12 Maret 2026.
Lettu Budhi secara khusus menyiapkan campuran maut berupa air aki bekas dan cairan pembersih karat beberapa jam sebelum kejadian di bengkel Denma BAIS TNI.
"Terdakwa mencampur kedua cairan tersebut ke dalam gelas tumbler warna ungu, dengan tutup warna hitam," bunyi salah satu poin dalam dakwaan oditur.
Lettu Budhi sendiri merupakan salah satu terdakwa yang mengusulkan ide penggunaan air keras untuk menyerang Andrie.
Awalnya, Serda Edi selaku eksekutor dan pihak yang paling tergganggu dengan kritik Andrie, hanya berencana melakukan penyerangan secara fisik untuk memberikan efek jera.
"Jangan dipukuli, tapi disiram saja dengan cairan pembersih karat," bunyi kata-kata Lettu Budhi dalam pertemuan 11 Maret 2026 dengan para terdakwa lain, yang tercantum di dakwaan.
Setelah cairan dipersiapkan dari bengkel satuan, para terdakwa berangkat menggunakan dua sepeda motor untuk memburu keberadaan Andrie di sekitar Monas, seperti yang sudah direncanakan sebelumnya.
Tak berbuah hasil, pencarian sempat berlanjut ke beberapa titik seperti Tugu Tani, Kwitang, hingga pemantauan intensif di seputar kantor Kontras dan YLBHI.
Sampai sekitar pukul 23.00 WIB, para terdakwa berkumpul di depan kantor YLBHI untuk mengintai pergerakan Andrie, yang saat itu diketahui masih berada di dalam gedung.
Sesaat kemudian, Kapten Nandala melihat Andrie, target yang mereka cari, keluar dari kantor dengan mengendarai sepeda motor.
Melihat target sudah dalam jangkauan, Serda Edi dan Lettu Budhi langsung memacu motor Honda Beat mereka untuk membuntuti Andrie.
Eksekusi dilakukan secara sadis di persimpangan Jalan Salemba I dan Jalan Talang, saat kondisi jalan memungkinkan untuk melakukan manuver.

Lettu Budhi sengaja memutar balik arah motornya hingga berpapasan langsung dengan sepeda motor yang dikendarai oleh Andrie.
Saat posisi kendaraan sudah sangat dekat, Serda Edi langsung menyiramkan campuran air aki dan pembersih karat tersebut ke arah sang Wakil Koordinator KontraS.