- LPSK menduga jumlah korban kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta melampaui data kepolisian sebanyak 53 dari 103 anak.
- Praktik kekerasan di daycare tersebut berlangsung selama bertahun-tahun dan berdampak buruk pada kondisi fisik serta psikologis anak.
- LPSK berkolaborasi dengan UPTD PPA Yogyakarta untuk mendata korban serta memberikan pendampingan medis dan psikis yang dibutuhkan.
"Dan itu kan merupakan indikasi bahwa ada perubahan perilaku gitu ya. Artinya ada kemunduran, kemunduran dari pertumbuhan psikologi si anak," tambahnya.
Masifnya jumlah korban itu, kata Sri terbantu oleh pola operasional yayasan yang menutup rapat akses bagi orang tua. Terlebih membatasi orang tua dengan akses hanya sampai pintu gerbang saja.
Oleh sebab itu pihak daycare berhasil menyembunyikan perlakukan keji terhadap anak-anak dalam waktu yang cukup lama tanpa terendus pihak luar.
Guna menanggulangi jumlah korban yang diprediksi akan terus bertambah, LPSK kini membangun kolaborasi dengan UPTD PPA Kota Yogyakarta.
"Jikapun memang UPTD ada keterbatasan sumber daya psikolog gitu ya atau pendampingan maka kemudian kita bisa saling mengisi," tandasnya.