- Presiden Prabowo menginstruksikan perbaikan 1.800 perlintasan kereta rawan di Pulau Jawa pasca kecelakaan di Bekasi, Senin (27/4/2026).
- Pemerintah mengalokasikan anggaran negara sebesar Rp4 triliun untuk meningkatkan sistem keamanan dan infrastruktur fisik perlintasan kereta api tersebut.
- Presiden menyetujui Bantuan Presiden senilai Rp200 miliar untuk mempercepat pembangunan Flyover Bulak Kapal di Kota Bekasi secara permanen.
Percepatan Flyover Bulak Kapal dan Bantuan Presiden
Salah satu poin krusial dalam koordinasi Dasco dan Presiden Prabowo adalah kelanjutan proyek Flyover Bulak Kapal di Bekasi.
Proyek yang sempat terhambat masalah anggaran ini kini mendapatkan "lampu hijau" langsung dari kepala negara.
Dasco mengusulkan percepatan pembangunan jembatan layang tersebut, sebagai solusi permanen untuk memutus risiko kecelakaan di perlintasan sebidang Bekasi Timur.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Presiden Prabowo menyetujui kucuran Bantuan Presiden (Banpres) untuk menutup kekurangan anggaran proyek.
“Soal jalan layang itu, sudah saya sampaikan kepada bapak presiden, dan meminta supaya diberikan bantuan presiden. Alhamdulillah, Presiden Prabowo menyetujui banpres senilai Rp 200 miliar," kata Dasco kepada wartawan.
Total kebutuhan dana untuk flyover ini mencapai Rp250 miliar, di mana banpres akan menanggung sekitar Rp200 miliar hingga Rp220 miliar. Targetnya pun sangat ambisius, yakni selesai dalam kurun waktu empat hingga enam bulan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyambut baik arahan dari Sufmi Dasco Ahmad tersebut. Tri menyatakan pihaknya akan segera menyiapkan dokumen administratif yang diperlukan agar proses pembangunan bisa langsung tancap gas.
"Pak Dasco memastikan akan ada proses percepatan. Saya yakin kalau ada uangnya 6 bulan harusnya sih selesai," kata Tri Adhianto.