-
Australia memperketat keamanan acara publik Yahudi guna mencegah terulangnya serangan teror maut.
-
PM Anthony Albanese mengadopsi 14 rekomendasi reformasi keamanan termasuk percepatan program buyback senjata.
-
Kebijakan ini merespons lonjakan sentimen antisemit global demi menjaga stabilitas kohesi sosial nasional.
Perdana Menteri mengakui bahwa ancaman terhadap kelompok tertentu merupakan fenomena yang saat ini sedang melanda berbagai belahan dunia.
"Saya telah mengatakan pada berbagai kesempatan bahwa pemerintah selalu bisa berbuat lebih baik, selalu bisa berbuat lebih baik. Kohesi sosial itu penting," tambahnya.
Beliau juga menekankan pentingnya respons pemerintah terhadap peningkatan insiden kebencian yang terjadi secara internasional belakangan ini.
Otoritas Australia menyadari bahwa perlindungan fisik harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga persatuan antarwarga negara.
Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi konflik yang dipicu oleh sentimen agama maupun etnis tertentu di ruang publik.
Tragedi penembakan di Bondi Beach yang diduga dilakukan oleh ayah dan anak merupakan aksi kekerasan massal paling mematikan dalam tiga dekade terakhir.
Pengetatan ini juga berkaca pada lonjakan serangan antisemit di London, Manchester, hingga Washington yang meningkat tajam sejak konflik Gaza pecah.
Komisi Kerajaan dijadwalkan memulai persidangan publik minggu depan sebelum merilis laporan final pada akhir tahun ini.