Iran menutup akses Selat Hormuz dari Laut Arab bagi kapal musuh dan sekutunya.
Laksamana Muda Shahram Irani memperingatkan adanya senjata rahasia baru untuk menghadapi ancaman asing.
Serangan rudal Iran berhasil melumpuhkan operasional kapal induk Abraham Lincoln selama beberapa waktu.
Statistik menunjukkan bahwa kekuatan pertahanan udara Iran berhasil meredam berbagai gelombang serangan rudal dari platform laut musuh.
Setidaknya tujuh operasi rudal balasan telah dilancarkan secara presisi terhadap kapal induk Amerika Serikat, Abraham Lincoln.
"Pembalasan tersebut mencegah Amerika Serikat untuk dapat meluncurkan pesawat atau melakukan operasi udara dari kapal induk selama jangka waktu tertentu," jelas Irani.
Serangan balasan ini mengakibatkan kelumpuhan operasional pada salah satu aset tempur paling berharga milik armada Amerika Serikat.
Meski musuh telah menambah jumlah kapal perusak, namun posisi militer asing di kawasan tersebut tetap tidak mengalami kemajuan.
Konflik ini memuncak setelah munculnya agresi tanpa provokasi terhadap kedaulatan wilayah Iran yang dimulai sejak 28 Februari lalu.
Angkatan Bersenjata Iran meresponsnya dengan meluncurkan 100 gelombang serangan balasan ke titik sensitif milik Amerika dan Israel.
Area konflik mencakup wilayah luas di Asia Barat sebagai bentuk pertahanan terhadap blokade ekonomi dan militer yang berkepanjangan.