- CEO Equalizer Group, Mohammad Ramadhan, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi baru-baru ini.
- Perusahaan memberikan apresiasi kepada petugas medis dan tim evakuasi yang bekerja cepat menangani para korban di lokasi kejadian.
- Equalizer Group menyatakan kesiapan menyalurkan bantuan kemanusiaan serta menekankan pentingnya evaluasi sistem keselamatan transportasi publik demi mencegah risiko masa depan.
Suara.com - Perusahaan penyedia layanan keamanan siber, Equalizer Group, menyatakan empati dan belasungkawa yang mendalam terkait kecelakaan kereta api dan KRL yang baru saja terjadi di wilayah Bekasi.
Pernyataan resmi ini disampaikan langsung oleh CEO Equalizer Group, Mohammad Ramadhan.
Dalam keterangannya, Ramadhan menegaskan dukungan moral bagi seluruh pihak yang menjadi korban dalam peristiwa memilukan tersebut.
“Atas nama manajemen dan seluruh tim Equalizer Group, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga yang terdampak," ucap Ramadhan.
"Peristiwa ini merupakan duka bagi kita semua. Kami berharap para korban yang terluka segera mendapatkan pemulihan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” imbuhnya.

Selain menyampaikan duka cita, pihak manajemen juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada petugas medis, tim evakuasi, dan otoritas terkait yang bekerja cepat di lokasi kejadian sejak menit pertama insiden berlangsung.
Sebagai perusahaan yang berfokus pada proteksi sistem, Equalizer Group menggarisbawahi bahwa tragedi ini merupakan pengingat pentingnya manajemen risiko.
Mereka berpendapat bahwa standar keselamatan fisik dan keamanan digital sama-sama membutuhkan sinergi antar-lembaga yang ketat guna meminimalisir potensi bahaya di fasilitas umum.
Sebagai bentuk nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Equalizer Group juga menyatakan kesiapannya untuk terjun memberikan bantuan kemanusiaan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan para korban di lapangan.
Melalui kejadian ini, besar harapan agar seluruh pihak terkait dapat menjadikan evaluasi keselamatan transportasi publik sebagai prioritas utama, terutama dalam hal pengawasan dan sistem mitigasi di masa depan.