India di Ambang 'Kiamat' Energi karena Perang AS - Iran, Udara Tercemar Parah karena Ini

Pebriansyah Ariefana

Senin, 04 Mei 2026 | 17:20 WIB
India di Ambang 'Kiamat' Energi karena Perang AS - Iran, Udara Tercemar Parah karena Ini
India meningkatkan pembakaran batubara secara masif akibat lonjakan suhu ekstrem dan gangguan pasokan gas global. (Greempeace)
baca 10 detik
  • India meningkatkan penggunaan batubara akibat gelombang panas ekstrem dan hambatan impor gas alam.

  • Konflik di Timur Tengah mengganggu pasokan gas dunia sehingga batubara menjadi alternatif utama.

  • Sektor pembangkit listrik dan industri semen di India kini sangat bergantung pada bahan fosil.

Bukan hanya sektor listrik, industri semen juga mulai meninggalkan petcoke akibat gangguan pasokan global.

Konflik di Timur Tengah menyebabkan harga bahan bakar turunan minyak tersebut menjadi sangat mahal dan langka.

Analis Kpler, Firat Ergene, mengungkapkan bahwa permintaan tambahan terhadap batubara kini juga datang dari produsen semen.

Hal ini menciptakan tekanan ganda terhadap stok cadangan batubara nasional yang harus melayani listrik dan industri.

Situasi ini memperumit target pengurangan emisi karbon yang telah dicanangkan pemerintah India secara internasional.

Pemerintah India sebenarnya telah berkomitmen menurunkan intensitas emisi ekonominya sebesar 47 persen pada tahun 2035.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pemenuhan energi rakyat saat ini jauh lebih mendesak dibandingkan target tersebut.

Meskipun kapasitas energi hijau terus bertambah, batubara masih mendominasi lebih dari 70 persen total pembangkitan listrik.

Transisi energi yang berkelanjutan tampaknya akan menghadapi jalan terjal selama krisis pasokan global belum mereda.

baca juga

Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan kini menjadi tantangan terbesar bagi New Delhi.

Krisis energi di India dipicu oleh kombinasi faktor cuaca ekstrem dan gangguan rantai pasok global akibat konflik Iran di Timur Tengah.

Sebagai emiten karbon terbesar ketiga di dunia, India berada dalam tekanan untuk beralih ke energi bersih, namun tingginya biaya gas alam cair impor dan kebutuhan listrik saat gelombang panas memaksa mereka tetap bergantung pada batubara.

Meskipun ada komitmen menuju net-zero emisi pada 2070, realitas kebutuhan domestik saat ini masih didominasi oleh energi fosil yang lebih murah dan stabil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan

Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:03 WIB

Kualitas Udara Jakarta Terburuk, Pramono Anung Janji Percepat Bus Listrik dan PLTSa

Kualitas Udara Jakarta Terburuk, Pramono Anung Janji Percepat Bus Listrik dan PLTSa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:42 WIB

Rapor Merah Penjualan BYD Anjlok Delapan Bulan Berturut Turut

Rapor Merah Penjualan BYD Anjlok Delapan Bulan Berturut Turut

Otomotif | Senin, 04 Mei 2026 | 15:05 WIB

Terkini

Satu Aplikasi untuk Semua? Intip Fitur Rahasia BRImo yang Bikin Hidup Makin Enteng

Satu Aplikasi untuk Semua? Intip Fitur Rahasia BRImo yang Bikin Hidup Makin Enteng

Bri | Kamis, 17 September 2026 | 15:57 WIB

Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi

Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:57 WIB

Tips Memilih Ukuran Helm yang Pas agar Tak Kekecilan dan Nyaman Dipakai

Tips Memilih Ukuran Helm yang Pas agar Tak Kekecilan dan Nyaman Dipakai

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 15:57 WIB

Pelemahan Rupiah Masih Terus Berlanjut, Dolar AS Mulai Dijual Rp17.753

Pelemahan Rupiah Masih Terus Berlanjut, Dolar AS Mulai Dijual Rp17.753

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 15:53 WIB

Lagi Cari Tempat Nongkrong di Senayan? Restoran Ini Punya Menu Keju yang Bisa Ditarik Panjang

Lagi Cari Tempat Nongkrong di Senayan? Restoran Ini Punya Menu Keju yang Bisa Ditarik Panjang

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 15:53 WIB

Update Kondisi TKI Pasca Serangan Houthi ke Makkah Arab Saudi, Apakah Ada Evakuasi?

Update Kondisi TKI Pasca Serangan Houthi ke Makkah Arab Saudi, Apakah Ada Evakuasi?

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:48 WIB

Kecoa Sering Keluar dari Saluran Air Kamar Mandi? Ini Cara Membasmi-Mencegahnya Datang Lagi

Kecoa Sering Keluar dari Saluran Air Kamar Mandi? Ini Cara Membasmi-Mencegahnya Datang Lagi

Sumut | Kamis, 17 September 2026 | 15:45 WIB

Menteri HAM Pigai: Aparat Selalu Bela Non-Papua, Rasisme Jadi Penghambat Keadilan di Papua!

Menteri HAM Pigai: Aparat Selalu Bela Non-Papua, Rasisme Jadi Penghambat Keadilan di Papua!

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:42 WIB

Infinix XPAD 30 Pro Resmi di Indonesia: Layar 2.5K, Baterai 8.200 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Infinix XPAD 30 Pro Resmi di Indonesia: Layar 2.5K, Baterai 8.200 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 15:40 WIB

Dividen Rp120 Triliun Jadi Sorotan, Danantara Segera Bertemu Menkeu Baru

Dividen Rp120 Triliun Jadi Sorotan, Danantara Segera Bertemu Menkeu Baru

Video | Kamis, 17 September 2026 | 15:40 WIB

×