Dinkes Yogyakarta Temukan Belasan Korban Little Aresha Alami Speech Delay dan Gizi Buruk

Muhammad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 04 Mei 2026 | 17:31 WIB
Dinkes Yogyakarta Temukan Belasan Korban Little Aresha Alami Speech Delay dan Gizi Buruk
Little Aresha (Suara.com)
  • Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta memeriksa 131 anak korban Daycare Little Aresha untuk menilai kondisi kesehatan serta perkembangan mereka.
  • Pemeriksaan menemukan 17 anak mengalami masalah gizi dan 13 anak terindikasi gangguan perkembangan seperti keterlambatan bicara hingga ADHD.
  • Dinkes akan memberikan pendampingan berkelanjutan melalui Puskesmas serta intervensi nutrisi dan evaluasi berkala selama minimal enam bulan ke depan.

Suara.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta telah merampungkan asesmen awal terhadap anak-anak korban maupun alumni Daycare Little Aresha.

Berdasarkan pemeriksaan tersebut, ditemukan puluhan anak mengalami berbagai masalah kesehatan, mulai dari kondisi gizi buruk hingga indikasi gangguan perkembangan saraf.

"Ada 17 anak yang masalah gizi, yang perkembangan ada 13. Itu baru diagnosis sementara nanti harus diverifikasi, diperiksa lagi," ujar Kepala Dinkes Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).

Emma menuturkan bahwa indikasi gangguan perkembangan yang ditemukan tim medis di lapangan meliputi keterlambatan bicara atau speech delay hingga kecenderungan ADHD atau hiperaktif.

Ia menegaskan diagnosis tersebut masih bersifat sementara dan memerlukan pemeriksaan lebih mendalam.

"Kemungkinan itu ada tiga itu, ada yang hiperaktif, ADHD, kalau autisme, sama speech delay," ungkapnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi (kanan) bersama Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia (kedua kanan) menunjukan barang bukti saat konferensi pers pengungkapan kasus dugaan kekerasan dan penelantaran terhadap anak oleh Daycare Little Aresha di Mapolresta Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/agr]
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi (kanan) bersama Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia (kedua kanan) menunjukan barang bukti saat konferensi pers pengungkapan kasus dugaan kekerasan dan penelantaran terhadap anak oleh Daycare Little Aresha di Mapolresta Yogyakarta, Yogyakarta, Senin (27/4/2026). [ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/agr]

Asesmen itu dilakukan dengan menerjunkan tim dari enam Puskesmas setiap harinya, yang terdiri dari dokter, bidan, nutrisionis, hingga psikolog klinis.

Total terdapat 131 anak yang telah diperiksa dari target awal sebanyak 149 anak. Angka itu termasuk di antaranya adalah para alumni yayasan yang melapor ke UPT PPA.

Pasca-temuan ini, Dinkes Kota Jogja akan mengembalikan data para korban ke Puskesmas di wilayah tempat tinggal masing-masing untuk mendapatkan pendampingan berkelanjutan.

Bagi anak yang mengalami masalah gizi, pihaknya akan mengintervensi melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

"Nanti itu ditindaklanjuti kalau yang memang berat badannya kurang ya nanti diberikan PMT," jelas Emma.

Sementara terkait pemulihan psikologis dan tumbuh kembang, Emma menekankan bahwa proses ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Menurutnya, pemulihan mental dan pola perilaku tidak bisa disamakan dengan mengobati penyakit fisik biasa.

Pihak Dinkes memproyeksikan evaluasi berkala akan dilakukan setidaknya dalam rentang waktu enam bulan ke depan.

Namun, durasi pasti penyembuhan akan sangat bergantung pada tingkat keparahan gangguan serta respons anak terhadap terapi yang diberikan.

"Nanti terapinya bagaimana, apakah butuh waktu, paling tidak 6 bulan lah, nanti kita evaluasi lagi," ujar Emma.

Hingga saat ini, Dinas Kesehatan masih melakukan pemetaan lebih rinci untuk mendistribusikan penanganan medis para korban ke fasilitas kesehatan yang sesuai.

Jika dalam prosesnya ditemukan kasus yang memerlukan penanganan spesialis, maka Puskesmas akan segera mengeluarkan rujukan ke rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!

Ketua Yayasan Daycare Little Aresha Ternyata Residivis Korupsi, Polisi Bongkar Peran Gandanya!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:49 WIB

Darurat Kekerasan di Daycare, HNW Desak Negara Hadir dan Tindak Tegas Pelaku

Darurat Kekerasan di Daycare, HNW Desak Negara Hadir dan Tindak Tegas Pelaku

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:07 WIB

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:25 WIB

Terkini

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB