- Iran membantah klaim Amerika Serikat dan menyatakan militer AS menyerang dua kapal kargo sipil di Selat Hormuz.
- Serangan militer AS tersebut mengakibatkan lima penumpang sipil tewas dan memicu tuntutan pertanggungjawaban dari pemerintah Iran.
- Iran juga memberikan peringatan keras kepada Uni Emirat Arab terkait potensi ancaman keamanan di kawasan Teluk tersebut.
Namun, sumber militer Iran menyebut hingga kini belum ada ancaman resmi yang diumumkan pemerintah Emirat.
“Jika Emirat menjadi pion Israel dan melakukan kesalahan, mereka akan mendapat pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan,” kata sumber militer Iran.
Iran juga memperingatkan bahwa tidak ada satu pun fasilitas milik UEA yang akan aman apabila negara Teluk itu melakukan tindakan yang disebut tidak rasional.
Menurut sumber tersebut, UEA berada dalam posisi rentan dan sangat bergantung pada stabilitas keamanan.
“UEA tahu mereka sedang duduk di rumah kaca yang sangat rapuh, dan ketidakamanan adalah racun mutlak bagi mereka,” lanjut pernyataan itu.
Sumber tersebut bahkan mengancam Iran akan meninggalkan seluruh bentuk penahanan diri jika UEA kembali melakukan apa yang disebut sebagai kesalahan perang 40 hari.
Dalam skenario itu, Iran mengancam akan memperlakukan UEA sebagai bagian dari rezim Zionis.