Tarif Kereta AS untuk Piala Dunia 2026 Melejit, Picu Protes Keras Suporter Global

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 05 Mei 2026 | 15:23 WIB
Tarif Kereta AS untuk Piala Dunia 2026 Melejit, Picu Protes Keras Suporter Global
Simak profil lengkap Timnas Tunisia di Piala Dunia. Mengulas taktik Jalel Kadri, peran Wahbi Khazri, hingga misi Elang Kartago lolos dari fase grup untuk pertama kali. (FIFA)
baca 10 detik
  • Suporter memprotes tarif transportasi Piala Dunia 2026 di New Jersey yang melonjak hingga 1.000 persen.

  • New Jersey dan Boston menaikkan ongkos kereta secara drastis dengan alasan menutupi biaya operasional.

  • FIFA dan Pemerintah New Jersey saling tuding terkait tanggung jawab pembiayaan transportasi bagi penonton.

Suara.com - Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat kini dibayangi gelombang protes suporter akibat lonjakan tarif transportasi yang tidak masuk akal.

Dua kota penyelenggara utama dituding sengaja mengeksploitasi penggemar sepak bola dengan menetapkan ongkos transit berkali-kali lipat dari harga normal.

Dikutip dari FT, kenaikan tarif ini memicu kekhawatiran bahwa turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut hanya bisa dinikmati secara eksklusif oleh kaum berduit.

Republik Ceko melaju ke Piala Dunia 2026. (Instagram/@tsghoffenheim)
Republik Ceko melaju ke Piala Dunia 2026. (Instagram/@tsghoffenheim)

Padahal, akses mobilitas publik yang terjangkau merupakan elemen vital dalam keberhasilan ajang olahraga internasional yang melibatkan massa dalam jumlah masif.

Kondisi ini menciptakan jurang pemisah bagi fans kelas menengah ke bawah yang terancam gagal menyaksikan laga akibat biaya logistik mencekik.

Otoritas transportasi New Jersey menetapkan harga tiket pulang-pergi dari Stasiun Penn New York menuju Stadion MetLife sebesar 150 dollar AS.

Padahal, untuk acara konser atau pertandingan olahraga rutin lainnya, masyarakat biasanya hanya cukup membayar tarif sebesar 12,90 dollar AS saja.

Simak profil lengkap Timnas Iran, sang raksasa Asia yang siap mengguncang Piala Dunia dengan duet maut Mehdi Taremi dan Sardar Azmoun di lini depan. (FIFA)
Simak profil lengkap Timnas Iran, sang raksasa Asia yang siap mengguncang Piala Dunia dengan duet maut Mehdi Taremi dan Sardar Azmoun di lini depan. (FIFA)

Situasi serupa terjadi di Boston yang mengerek harga tiket kereta menuju stadion dari semula 20 dollar menjadi 80 dollar khusus selama turnamen.

Fenomena ini dianggap sebagai anomali mengingat fungsi transportasi publik seharusnya mendukung kelancaran arus suporter, bukan justru membebani finansial mereka.

baca juga

Kelompok suporter kini mulai memutar otak untuk mencari jalur alternatif demi menghindari biaya perjalanan yang dianggap di luar nalar tersebut.

Direktur Eksekutif grup suporter Football Supporters Europe, Ronan Evain, menyatakan bahwa kebijakan penetapan tarif tinggi ini merupakan langkah yang sangat keliru.

“Tarif tinggi tersebut benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Ronan Evain.

Evain menambahkan bahwa saat ini di Boston dan New Jersey, “setiap kelompok penggemar sedang mencari transportasi alternatif,” tambahnya.

Beban suporter semakin berat karena biaya parkir di area American Dream dekat Stadion MetLife dipatok mulai dari angka 225 dollar AS.

Bahkan untuk layanan bus jemputan atau shuttle yang dikelola komite tuan rumah, suporter masih harus merogoh kocek sebesar 80 dollar AS.

Tidak semua kota di Amerika Serikat menerapkan kebijakan komersialisasi transportasi yang agresif terhadap para pendukung tim nasional peserta piala dunia.

Philadelphia, Seattle, dan Los Angeles memilih untuk mempertahankan struktur tarif normal bagi para pengguna transportasi publik selama masa turnamen berlangsung.

Beberapa wilayah tersebut bahkan memberikan kompensasi berupa perjalanan gratis untuk satu arah demi memudahkan pergerakan massa di area sekitar stadion.

Perbedaan kebijakan ini memicu perdebatan mengenai komitmen setiap negara bagian dalam menyambut tamu internasional tanpa motif keuntungan semata.

Kota-kota yang tidak menaikkan tarif umumnya memiliki keunggulan lokasi stadion yang berada di jalur rutin kereta bawah tanah atau metro.

NJ Transit dan otoritas Boston berdalih kenaikan biaya diperlukan untuk menutup pengeluaran ekstra terkait tenaga kerja, keamanan, dan jadwal layanan tambahan.

CEO NJ Transit, Kris Kolluri, mengungkapkan bahwa instansinya saat ini tengah menghadapi masalah keuangan yang cukup serius bagi operasional mereka.

“Yang kami coba lakukan hanyalah memulihkan biaya operasional,” katanya kepada FT.

Namun, argumen ini dipatahkan oleh fakta bahwa sistem transit Philadelphia tetap mampu menggratiskan tiket pulang melalui skema kemitraan sponsor pihak ketiga.

Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, justru menunjuk hidung FIFA sebagai penyebab utama tingginya beban biaya yang harus ditanggung oleh pemerintah daerah.

“Kami mewarisi perjanjian di mana FIFA memberikan $0 untuk transportasi ke Piala Dunia,” tulis Sherrill di platform X.

Ia menambahkan, “Dan sementara NJ TRANSIT terjebak dengan tagihan $48 juta untuk membawa penggemar ke dan dari pertandingan dengan aman, FIFA menghasilkan $11 miliar.”

Pihak FIFA sendiri mengaku terkejut dengan pernyataan tersebut dan mengklaim telah memberikan kelonggaran bagi kota tuan rumah untuk memungut biaya sesuai modal.

Terlepas dari perselisihan tersebut, analisis ekonomi memprediksi dampak pertumbuhan jangka panjang dari turnamen ini terhadap kota penyelenggara mungkin akan sangat terbatas.

“Perbedaan antara berapa banyak yang dihasilkan FIFA dan berapa biaya yang dikeluarkan kota tuan rumah [untuk menyelenggarakan Piala Dunia],” kata Evain, adalah masalah utama.

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama dengan jumlah peserta terbanyak, namun persiapannya diwarnai kritik tajam soal biaya hidup bagi turis.

Masalah tarif transportasi di New Jersey dan Boston menjadi sorotan karena kedua kota tersebut merupakan titik krusial, di mana New Jersey akan menjadi lokasi pertandingan final.

Ketegangan antara pemerintah lokal dan FIFA mencerminkan ketidakseimbangan beban finansial dalam penyelenggaraan ajang olahraga global yang sering kali merugikan anggaran publik daerah demi keuntungan komersial federasi internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Piala Dunia 2026 Terapkan Protokol Cuaca Ekstrem, Laga Dihentikan Jika Ada Petir

Piala Dunia 2026 Terapkan Protokol Cuaca Ekstrem, Laga Dihentikan Jika Ada Petir

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:18 WIB

Mauricio Pochettino Sesumbar ke Trump: AS Akan Juara Piala Dunia 2026

Mauricio Pochettino Sesumbar ke Trump: AS Akan Juara Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:07 WIB

Piala Dunia 2026 Tak Aman? Pakar Keamanan Ungkap Ancaman Nyata di AS dan Meksiko

Piala Dunia 2026 Tak Aman? Pakar Keamanan Ungkap Ancaman Nyata di AS dan Meksiko

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:57 WIB

Terkini

Prabowo Ingin Tambah Batalyon TNI, Koalisi Sipil Soroti Ancaman Militerisasi Ruang Sipil

Prabowo Ingin Tambah Batalyon TNI, Koalisi Sipil Soroti Ancaman Militerisasi Ruang Sipil

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:04 WIB

Hadapi Gempuran Hoaks Visual dan AI, PFI Tekankan Pentingnya Etika Foto Jurnalistik

Hadapi Gempuran Hoaks Visual dan AI, PFI Tekankan Pentingnya Etika Foto Jurnalistik

Batam | Minggu, 20 September 2026 | 13:03 WIB

Kenapa Ban Mobil Habis Sebelah? Ini Penyebabnya

Kenapa Ban Mobil Habis Sebelah? Ini Penyebabnya

Otomotif | Minggu, 20 September 2026 | 12:55 WIB

Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin

Diam-Diam Mengintai, Infeksi TORCH Bisa Berdampak Sejak Dini pada Janin

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 12:55 WIB

Shio Naga Paling Cocok Jadi Apa? Ini Pekerjaan Ideal untuk 12 Shio

Shio Naga Paling Cocok Jadi Apa? Ini Pekerjaan Ideal untuk 12 Shio

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 12:52 WIB

Mengapa Sisa Sabun Cuci Muka yang Kurang Bersih Dibilas Bisa Memicu Timbulnya Komedo Putih?

Mengapa Sisa Sabun Cuci Muka yang Kurang Bersih Dibilas Bisa Memicu Timbulnya Komedo Putih?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 12:50 WIB

Gak Takut Iritasi! 4 Exfoliating Pad Gentle Buat Kulit Sensitif &Berjerawat

Gak Takut Iritasi! 4 Exfoliating Pad Gentle Buat Kulit Sensitif &Berjerawat

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 12:50 WIB

0852 Provider Apa? Simak Daftar Kode Prefix Operator Seluler Ini

0852 Provider Apa? Simak Daftar Kode Prefix Operator Seluler Ini

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 12:40 WIB

OTT Kementerian ATR/BPN, KPK Beberkan 8 Titik Rawan Korupsi Tanah di Jabodetabek

OTT Kementerian ATR/BPN, KPK Beberkan 8 Titik Rawan Korupsi Tanah di Jabodetabek

News | Minggu, 20 September 2026 | 12:35 WIB

Cara Reset HP Oppo ke Setelan Pabrik untuk Semua Tipe, Amankan Data

Cara Reset HP Oppo ke Setelan Pabrik untuk Semua Tipe, Amankan Data

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 12:24 WIB

×