- Universitas Harkat Negeri meluncurkan Primary Healthcare Impact Lab di Jakarta pada 7 Mei 2026 untuk memperkuat layanan kesehatan primer.
- Kolaborasi strategis antara UHN, CISDI, PT Tamaris Hidro, dan Harvard Medical School ini bertujuan menjadikan Indonesia pusat riset kesehatan.
- Program ini melibatkan fasilitas kesehatan di Brebes dan Tegal untuk menghasilkan kebijakan kesehatan berbasis riset yang berdampak bagi masyarakat.
Suara.com - Penghadiran layanan kesehatan (yankes) primer bagi seluruh warga telah diupayakan secara serius oleh banyak pihak di Indonesia.
Langkah ini menjadi krusial mengingat tantangan kompleksitas persoalan kesehatan yang dihadapi bangsa saat ini tidak mungkin hanya dikerjakan oleh Pemerintah sendirian sebagai pemegang otoritas sekaligus pelaksana mandat konstitusional.
Dibutuhkan upaya berbagi tanggung jawab melalui gotong-royong segenap sektor, mulai dari sektor publik atau pemerintah, privat melalui pelaku ekonomi, sosial lewat masyarakat sipil, hingga organisasi profesi serta lembaga pendidikan.
Dalam ekosistem inilah, universitas memiliki peran strategis yang harus diambil untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN) Sudirman Said dalam pidato pembuka peluncuran Primary Healthcare Impact Lab (PHIL) yang berlangsung di Gedung Swasana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).
PHIL diikhtiarkan sebagai pusat riset dan inovasi layanan kesehatan primer yang digagas bersama oleh UHN, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), dan PT Tamaris Hidro, dengan menggandeng institusi pendidikan kedokteran ternama dunia, Harvard Medical School (HMS).
Melalui PHIL yang sebelumnya telah membangun pusat riset serupa di Thailand dan Vietnam, HMS kini mendukung UHN dalam menyiapkan kurikulum fakultas kedokteran yang berkualitas.
Visi besar dari PHIL adalah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat keunggulan riset kesehatan primer di tingkat global.
Sudirman Said menegaskan bahwa peran perguruan tinggi harus melampaui sekadar fungsi administratif pendidikan.
“Universitas bukan penerbit ijazah saja, tapi pemberi solusi dan laboratorium peradaban tempat perumusan kebijakan berbasis sains dibudayakan,” kata Sudirman.
Lewat kehadiran PHIL, UHN diproyeksikan akan menjadi simpul riset yankes primer yang menyentuh akar rumput.
Mulai dari level klinik, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu), hingga Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), semuanya akan dilibatkan sebagai ruang penelitian lapangan yang aktif.
Proyek ini akan dimulai dari wilayah Brebes, Tegal, dan area di sekitar kampus UHN, sebelum nantinya diperluas ke berbagai titik tempat Tamaris Hidro beroperasi di seluruh Indonesia.
Melalui penguatan riset bersama HMS sebagai knowledge partner dan CISDI yang memiliki rekam jejak panjang dalam pemberdayaan kesehatan di akar rumput, para dosen dan mahasiswa didorong untuk melakukan riset kesehatan secara holistik.
Langkah ini diambil agar hasil penelitian memiliki dampak langsung bagi kebijakan publik.
"Kami ingin risetnya tak berhenti sebagai tumpukan publikasi akademis, tapi harus bisa diaplikasikan sebagai solusi nyata untuk memperkuat yankes primer," ungkap Sudirman.
Kehadiran Prof. David Golan, The Dean of Harvard Medical School, dalam acara tersebut juga memberikan sinyal kuat akan keseriusan kemitraan internasional ini.
Sudirman menambahkan bahwa kunjungan Prof. Golan ke kampus UHN di Tegal bukan sekadar formalitas.
“Kehadiran Prof. Golan di tengah kita dan kunjungannya ke kampus kami di Tegal, bukan sekadar kunjungan formalitas, tapi sinyal untuk memperkuat fondasi kemitraan yang telah kita rintis sejak beberapa waktu lalu. Kami sungguh ingin belajar dari reputasi, perjalanan panjang, dan pengalaman HMS yang memiliki eksposur global di bidang kesehatan masyarakat dan kedokteran,” papar Sudirman.
Prof. Golan yang terbang langsung dari Boston memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini.
Menurutnya, penguatan layanan primer adalah kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
"Secara global, investasi pada yankes primer terbukti memberikan dampak besar terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif."
Prof. Golan menilai bahwa PHIL merupakan langkah strategis untuk membangun pusat keunggulan di tingkat regional, baik dalam aspek riset, layanan, maupun reformasi kebijakan kesehatan primer yang berbasis pada kekuatan komunitas.
Senada dengan hal tersebut, Pendiri dan CEO CISDI, Diah Satyani Saminarsih, menambahkan konteks yang lebih luas mengenai rancangan PHIL.
Sebagai platform kebijakan dan inovasi nonklinis yang terintegrasi dalam UHN, PHIL mencakup ruang penelitian, pengembangan kepemimpinan, keterlibatan mahasiswa, hingga dialog lintas sektor.
"Lab tersebut bertujuan untuk menjembatani antara pengumpulan bukti dan implementasi praktis, antara penyelidikan akademis dengan realitas masyarakat dan partisipasi bisnis," kata mantan Penasihat Senior di Badan Kesehatan Dunia (WHO) tersebut.
Diah menekankan pentingnya data dan bukti lapangan dalam merumuskan kebijakan yang efektif bagi masyarakat.
Dukungan dari sektor swasta juga menjadi pilar penting dalam kolaborasi ini. Presiden Direktur PT Tamaris Hidro, Mohammad Syahrial, memberikan perspektif mengenai realitas di lapangan, terutama di wilayah terpencil.
Perusahaannya yang sering beroperasi di wilayah jauh dari pusat kota menemukan bahwa aspek layanan kesehatan seringkali menjadi kebutuhan yang paling terakhir terpenuhi.
"Investasi terbaik yang bisa dilakukan oleh sektor swasta bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tapi lebih-lebih adalah infrastruktur manusia, termasuk sistem kesehatan yang menjangkau mereka-mereka yang paling membutuhkan," ujar Syahrial.
Sudirman Said memberikan pesan mendalam yang membakar semangat para mahasiswa dan peneliti muda untuk terus berinovasi dan mengabdi pada kepentingan rakyat.
Dia menekankan bahwa setiap kontribusi ilmiah memiliki nilai kemanusiaan yang besar jika diarahkan dengan tepat.
"Setiap pertanyaan riset yang kalian ajukan, setiap data yang kalian kumpulkan dari komunitas, dan setiap rekomendasi yang kalian susun, adalah bata-bata yang membangun sistem kesehatan Indonesia secara lebih adil dan setara. Jangan pernah meremehkan kekuatan ilmu yang berpihak pada rakyat," ujarnya.