Kemensos dan Kementerian PKP Renovasi 10 Ribu Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2026 | 11:19 WIB
Kemensos dan Kementerian PKP Renovasi 10 Ribu Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri PKP Maruarar Sirait beserta jajaran di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). (Dok: Kemensos)

Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sepakat bekerjasama merenovasi rumah para orang tua siswa Sekolah Rakyat yang tidak layak huni.

Kesepakatan ini disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai bertemu dengan Menteri PKP Maruarar Sirait beserta jajaran di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). Gus Ipul mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan miniatur pengentasan kemiskinan yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025.

"Dimana anaknya sekolah, orangtuanya diberdayakan dan didukung dengan program-program strategis presiden yang lain. Salah satu diantaranya adalah keluarga atau orang tua dari siswa Sekolah Rakyat dibantu dengan program pembangunan rumah tidak layak huni atau dilakukan renovasi agar rumahnya lebih layak huni yang didukung oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman," kata Gus Ipul.

Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sepakat bekerjasama merenovasi rumah para orang tua siswa Sekolah Rakyat yang tidak layak huni. (Dok: Kemensos)
Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sepakat bekerjasama merenovasi rumah para orang tua siswa Sekolah Rakyat yang tidak layak huni. (Dok: Kemensos)

"Jadi ini khusus untuk keluarga siswa Sekolah Rakyat," tambah dia.

Kemensos mengusulkan sebanyak 10 ribu rumah milik orang tua murid Sekolah Rakyat untuk direnovasi tahun ini. Gus Ipul mengungkapkan, 5 ribu rumah di antaranya telah dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapatkan program renovasi tersebut. Sementara sisanya masih dalam proses verifikasi dan validasi. Salah satu syaratnya adalah status kepemilikan lahan maupun rumah yang jelas serta milik sendiri.

"Yang sekarang sudah clear and clean (status kepemilikan) itu ada 5 ribu. Jadi sudah dilakukan ground check lapangan, kemudian sudah dipastikan memenuhi syarat. Karena harus ada hal-hal yang dipenuhi itu, misalnya soal kepemilikan utamanya, kepemilikan lahan," ungkap Gus Ipul.

"Kemudian yang lain-lain akan menyusul, kita segera verifikasi secepatnya. Kita lakukan verifikasi dan validasi secepatnya oleh pendamping-pendamping kami nanti dengan dari petugas Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, secepatnya, karena data-datanya sudah ada," sambungnya.

Gus Ipul menjelaskan, proses renovasi ini akan dilakukan secara bertahap. Sementara itu, bagi rumah orang tua murid yang tidak memenuhi syarat lantaran kepemilikannya berstatus menumpang, pinjam, maupun sewa akan dicarikan solusi lainnya.

"Kita akan carikan solusi bagi yang belum memenuhi syarat. Kita akan berusaha cari solusi. Mungkin kita akan kerja sama dengan banyak pihak," ujar dia.

Gus Ipul berterimakasih atas dukungan dari Kementerian PKP terkait program ini. Ia menyebut, Menteri Maruarar telah memberi perhatian serius terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

"Saya berterima kasih Pak Ara (Maruarar Sirait) memberikan cukup banyaklah dari program yang disisihkan untuk para keluarga atau orang tua dari siswa Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan pihaknya sangat mendukung program renovasi rumah para orang tua murid Sekolah Rakyat. Ia mengatakan, pada tahun 2025, Kementerian PKP juga telah memberikan dukungan untuk merenovasi sebanyak 1.000 rumah orang tua murid.

Dia menyampaikan, tahun ini Kementerian PKP akan merenovasi rumah orang tua murid sesuai usulan Kemensos, yakni sebanyak 10 ribu rumah. Renovasi itu nantinya akan menggunakan anggaran dari Kementerian PKP.

"Jadi kami memutuskan mengalokasikan sejumlah yang Kementerian Sosial minta, 10 ribu (rumah), kami setuju dan kami dukung (merenovasi) 10 ribu (rumah). Dan kami bertekad program ini harus sangat sukses," ujarnya.

Dia meminta Kemensos agar segera mengirimkan data-data rumah yang akan direnovasi ke Kementerian PKP. "Data-data paling lama masuk kalau boleh tanggal 1 Juni (2026), minta tolong. Supaya kita bisa cepat bergeraknya," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:06 WIB

DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi

DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:46 WIB

Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi

Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Kemensos Bentuk Tim Khusus untuk Mendalami Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat

Kemensos Bentuk Tim Khusus untuk Mendalami Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:33 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Kemensos Sisir Anak Jalanan untuk Calon Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Sisir Anak Jalanan untuk Calon Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 22 April 2026 | 20:17 WIB

Terkini

Puan Maharani Buka Masa Sidang V DPR RI, Bahas RUU Strategis hingga Aspirasi Buruh

Puan Maharani Buka Masa Sidang V DPR RI, Bahas RUU Strategis hingga Aspirasi Buruh

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:38 WIB

RTM di Bappenas, Luhut Apresiasi Kinerja Kemensos Integrasikan Data dan Digitalisasi Bansos

RTM di Bappenas, Luhut Apresiasi Kinerja Kemensos Integrasikan Data dan Digitalisasi Bansos

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:32 WIB

Raup Rp3,5 Miliar tapi Cuma Setor Rp711 Juta? Stafsus Pramono Buka Suara soal Parkir Blok M Square

Raup Rp3,5 Miliar tapi Cuma Setor Rp711 Juta? Stafsus Pramono Buka Suara soal Parkir Blok M Square

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:19 WIB

Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang dari 4 Negara Antisipasi Hantavirus

Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang dari 4 Negara Antisipasi Hantavirus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:04 WIB

Fraksi Gerindra DPR: Juri LCC Empat Pilar Harus Minta Maaf ke Ocha

Fraksi Gerindra DPR: Juri LCC Empat Pilar Harus Minta Maaf ke Ocha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 11:00 WIB

Bongkar Skandal Kuota Haji: KPK Endus Aliran Dana Rahasia dari Travel ke Oknum Kemenag!

Bongkar Skandal Kuota Haji: KPK Endus Aliran Dana Rahasia dari Travel ke Oknum Kemenag!

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:57 WIB

Greenpeace Desak ASEAN Segera Atasi Krisis Plastik dan Bahan Bakar Fosil

Greenpeace Desak ASEAN Segera Atasi Krisis Plastik dan Bahan Bakar Fosil

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

AHY Tegur Keras Pejabat yang 'Ngeloyor' Pergi saat Dirinya Berbicara: 'Anda Dengarkan Saya Dulu!

AHY Tegur Keras Pejabat yang 'Ngeloyor' Pergi saat Dirinya Berbicara: 'Anda Dengarkan Saya Dulu!

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:43 WIB

Pastor Bethlehem Bongkar Ancaman Israel: Umat Kristen Palestina Akan Dibinasakan pada 2050

Pastor Bethlehem Bongkar Ancaman Israel: Umat Kristen Palestina Akan Dibinasakan pada 2050

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:36 WIB

Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan

Beijing Kirim Pesan Keras ke Indonesia dan Negara-negara ASEAN soal Laut China Selatan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:44 WIB