6 Fakta Video Dua WNI Ngaku Dijadikan 'Budak' dan Layani 450 Pria di Arab Saudi

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2026 | 12:32 WIB
6 Fakta Video Dua WNI Ngaku Dijadikan 'Budak' dan Layani 450 Pria di Arab Saudi
Viral dua PMI ngaku jadi budak di Arab Saudi [Ist]
  • Dua Pekerja Migran Indonesia menjadi korban dugaan TPPO melalui modus tawaran pekerjaan ilegal di Arab Saudi pada 2026.
  • Kemlu menyatakan video viral terkait eksploitasi 450 pria adalah misinformasi, karena angka tersebut hanya merupakan ancaman dari pelaku.
  • Korban berhasil melarikan diri setelah disekap selama dua hari dan kini mendapat pendampingan hukum serta psikologis dari KBRI.

Awalnya mereka bekerja pada majikan resmi, namun merasa tidak nyaman. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh oknum WNI lain yang menawarkan pekerjaan baru pada pertengahan Februari 2026.

"Pada pertengahan Februari 2026, kedua PMI tersebut dijemput oleh pihak dimaksud. Setelah dijemput, keduanya baru mengetahui bahwa mereka diduga akan dibawa ke tempat yang mengarah pada praktik prostitusi," jelas pihak Kemlu dalam siaran pers resminya.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI akhirnya memberikan pernyataan resmi untuk meluruskan pemberitaan yang beredar mengenai dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Arab Saudi.

Pihak kementerian menegaskan bahwa terdapat misinformasi yang cukup signifikan akibat potongan video viral di media sosial yang tidak utuh.

Menurut penelusuran, rekaman video yang memicu kegaduhan tersebut pertama kali diunggah oleh seseorang berinisial KD melalui platform Facebook. S

ayangnya, konten tersebut kemudian disebarluaskan kembali oleh berbagai akun Instagram tanpa izin dalam kondisi yang sudah dipotong-potong. Ironisnya, potongan video yang tidak proporsional inilah yang kemudian dijadikan referensi oleh sejumlah media dalam menyusun pemberitaan.

5. Klarifikasi Angka "450 Orang" 

Salah satu poin yang paling menyita perhatian publik adalah narasi yang menyebutkan bahwa kedua PMI tersebut telah dipaksa melayani 450 orang. Namun, Kemlu secara tegas menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan telah keluar dari konteks yang sebenarnya.

Berdasarkan hasil klarifikasi langsung yang dilakukan oleh KBRI Riyadh, angka "450 orang" yang diucapkan dalam video tersebut bukanlah jumlah kejadian yang sudah dialami oleh korban.

Sebaliknya, ucapan itu merujuk pada bentuk ancaman psikologis yang dilontarkan oleh pelaku kepada korban jika mereka tidak menuruti kemauan penyekap.

Kedua PMI yang bersangkutan juga merasa dirugikan dengan beredarnya potongan video tersebut karena telah menciptakan persepsi keliru di tengah masyarakat.

6. Korban Disekap Sekitar Seminggu

Informasi valid yang berhasil dihimpun oleh tim perlindungan WNI menunjukkan bahwa kedua korban berada di lokasi penyekapan dalam waktu yang relatif singkat, yakni sekitar satu hingga dua hari. Beruntung, keduanya berhasil melarikan diri sebelum praktik eksploitasi seksual benar-benar terjadi.

Meski berhasil lolos dari eksploitasi sebagai pekerja seks, Kemlu menegaskan bahwa keduanya tetap dikategorikan sebagai korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Hal ini didasari atas tindakan penculikan, penyekapan, intimidasi, serta kekerasan fisik yang sempat mereka alami selama berada dalam kuasa para pelaku.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Dyastasita WB: Juri LCC MPR yang Viral, LHKPN Miliknya Tak Punya Kendaraan

Profil Dyastasita WB: Juri LCC MPR yang Viral, LHKPN Miliknya Tak Punya Kendaraan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:06 WIB

AHY Tegur Keras Pejabat yang 'Ngeloyor' Pergi saat Dirinya Berbicara: 'Anda Dengarkan Saya Dulu!

AHY Tegur Keras Pejabat yang 'Ngeloyor' Pergi saat Dirinya Berbicara: 'Anda Dengarkan Saya Dulu!

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:43 WIB

Indri Wahyuni Juri LCC MPR  Viral, Gaji dan Kekayaannya Bikin Publik Melongo

Indri Wahyuni Juri LCC MPR Viral, Gaji dan Kekayaannya Bikin Publik Melongo

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:58 WIB

Dari Cosplayer ke Gaming Creator, Sosok Ini Mendadak Viral Usai Bagikan Tips Main Game

Dari Cosplayer ke Gaming Creator, Sosok Ini Mendadak Viral Usai Bagikan Tips Main Game

Tekno | Selasa, 12 Mei 2026 | 09:27 WIB

Komentar Terbaik Netizen untuk Juri Blunder di Cerdas Cermat 4 Pilar MPR, Lucu Sekaligus Pedas

Komentar Terbaik Netizen untuk Juri Blunder di Cerdas Cermat 4 Pilar MPR, Lucu Sekaligus Pedas

Entertainment | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:47 WIB

Organisasi Yakuza Maneges Pimpinan Gus Thuba Tuai Pro Kontra Usai Deklarasi di Kediri

Organisasi Yakuza Maneges Pimpinan Gus Thuba Tuai Pro Kontra Usai Deklarasi di Kediri

Entertainment | Senin, 11 Mei 2026 | 21:20 WIB

Terkini

Donald Trump Ingin Venezuela Jadi Negara Bagian AS, Preisden Delcy Rodriguez Buka Suara

Donald Trump Ingin Venezuela Jadi Negara Bagian AS, Preisden Delcy Rodriguez Buka Suara

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:54 WIB

7 Fakta Penemuan 11 Bayi di Sleman, Berawal dari Kecurigaan Warga hingga Biaya Penitipan Rp 50 Ribu

7 Fakta Penemuan 11 Bayi di Sleman, Berawal dari Kecurigaan Warga hingga Biaya Penitipan Rp 50 Ribu

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:48 WIB

Donald Trump Pertimbangkan Kembali Operasi Militer di Timur Tengah

Donald Trump Pertimbangkan Kembali Operasi Militer di Timur Tengah

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:45 WIB

Menkes Budi Gunadi Sadikin Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Gelar Akademis

Menkes Budi Gunadi Sadikin Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Gelar Akademis

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:34 WIB

Petugas Damkar Masih Lakukan Pendinginan di Lokasi Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres

Petugas Damkar Masih Lakukan Pendinginan di Lokasi Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:24 WIB

Progres MRT Fase 2A Sudah Separuh Jalan, Pramono Targetkan Tersambung hingga Kota Tua pada 2029

Progres MRT Fase 2A Sudah Separuh Jalan, Pramono Targetkan Tersambung hingga Kota Tua pada 2029

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:21 WIB

Rupiah Anjlok ke Rp17.500, Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Terpuruk!

Rupiah Anjlok ke Rp17.500, Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Terpuruk!

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:18 WIB

Waktu Makin Mepet, Puan Buka Suara Soal Arah Pembahasan RUU Pemilu

Waktu Makin Mepet, Puan Buka Suara Soal Arah Pembahasan RUU Pemilu

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:17 WIB

Saya Jaga Rel Sejak SMP, Kisah Anak Kampung yang Besar di Perlintasan Liar

Saya Jaga Rel Sejak SMP, Kisah Anak Kampung yang Besar di Perlintasan Liar

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:10 WIB

Puan ke Pemerintah: Rakyat Kecil Jangan Sampai Menanggung Dampak Krisis Global

Puan ke Pemerintah: Rakyat Kecil Jangan Sampai Menanggung Dampak Krisis Global

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 12:06 WIB