-
Delapan belas penumpang MV Hondius dikarantina di Amerika Serikat akibat potensi paparan hantavirus.
-
Tiga orang tewas secara global dalam wabah yang diduga berasal dari satwa liar.
-
Pasien di Nebraska positif virus namun stabil, sementara isolasi meluas hingga ke Arizona.
Kasus unik terjadi di California, di mana seseorang yang tidak pernah menaiki kapal tersebut harus ikut dikarantina karena terpapar penumpang sakit di pesawat. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya potensi transmisi terjadi dalam ruang tertutup seperti kabin pesawat terbang.
Satu penumpang tambahan juga dilaporkan sedang berada dalam pengawasan isolasi di rumahnya yang berlokasi di wilayah Arizona. Otoritas kesehatan setempat masih enggan memberikan keterangan rinci saat diminta konfirmasi mengenai status kesehatan individu yang bersangkutan.
Hantavirus umumnya ditularkan melalui tikus atau satwa liar, dan dalam kasus MV Hondius, penyebaran dipicu oleh paparan di darat sebelum pelayaran. Penyakit ini menyerang paru-paru dan jantung, menjadikannya salah satu ancaman patogen yang paling diwaspadai di dunia medis.
MV Hondius merupakan kapal pesiar ekspedisi yang menjadi pusat perhatian dunia setelah ditemukan klaster hantavirus mematikan di antara penumpangnya. Kasus ini bermula dari infeksi pada pasangan Belanda yang terpapar satwa liar, yang kemudian memicu respons darurat kesehatan internasional untuk melacak ratusan penumpang yang tersebar ke berbagai negara, termasuk kepulangan 18 warga Amerika Serikat ke berbagai negara bagian.