- Mahfud MD mengkritik peradilan sesat di Indonesia yang terjadi akibat hilangnya independensi hakim karena tekanan dan iming-iming jabatan.
- Bentuk tekanan terhadap hakim meliputi ancaman fisik, teror psikologis, serta penyalahgunaan rekam jejak kasus suap untuk mengendalikan keputusan hukum.
- Kasus besar seperti Zarof Ricar memicu kekhawatiran publik terhadap integritas pengadilan yang terkesan dijalankan secara terburu-buru demi target tertentu.
Menurutnya, independensi pengadilan menjadi syarat utama agar negara hukum tetap dipercaya publik.
"Tanda kemajuan kita berdemokrasi, bernegara hukum tuh kalau peradilannya bagus, independen dan memenuhi apa yang disebut public common sense," pungkasnya.
Reporter: Dinda Pramesti K