- Mohamad Sobary menegaskan dirinya tidak pernah mendengar Gus Dur menyebut Prabowo Subianto sebagai 'orang paling ikhlas di Indonesia'.
- Menurutnya, pandangan kritis Gus Dur terhadap militerisme membuat pujian semacam itu sangat mustahil dilontarkan.
- Sobary juga menyinggung ambisi politik Prabowo dan memilih menganggap klaim tersebut tidak pernah ada agar tidak membebani nama Gus Dur.
“Kalau dia seorang yang ikhlas, ikhlas untuk bangsa, pasti yang dicari pasangan yang keren supaya bersama beliau sendiri bisa bekerja melaksanakan agenda-agenda,” sindirnya.
Sebut Gus Dur Sosok Blak-blakan
Sobary juga menepis anggapan bahwa ucapan “orang paling ikhlas” itu mungkin merupakan sindiran halus dari Gus Dur kepada Prabowo.
Menurutnya, Gus Dur dikenal sebagai sosok yang berbicara secara terbuka dan tidak gemar memakai simbol atau pesan terselubung.
“Gus Dur blak-blakan. Letterlijk apa adanya. Mentah. Frankly, terbuka. Tidak perlu simbolis-simbolis, tidak perlu. Karena makin simbolik, makin orang menjadi tidak paham apa yang dimaksud,” jelasnya.
Ia menegaskan, Gus Dur bukan tipe tokoh yang menggunakan diplomasi berlapis untuk menyampaikan kritik ataupun pujian.
“Gus Dur tidak akan pernah berdiplomasi mengatakan itu. Tidak akan pernah. Meskipun kata Adhie Massardi begitu. Saya tahu psikologi Gus Dur lebih baik dari beberapa kalangan,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Sobary memilih menganggap klaim tersebut tidak pernah ada agar tidak membebani nama Gus Dur.
“Bagi saya, dari dulu berkali-kali mendengar hal ini, lebih baik dianggap tidak ada saja. Supaya tidak membebani Gus Dur. Gus Dur dimusuhi militerisme dan beberapa tokoh militer. Nah Prabowo termasuk yang begitu,” pungkasnya.
Reporter: Dinda Pramesti K