Pakar Militer Minta Kemenhan RI Tak Asal Beli Kapal Tanpa Rudal, Sindir Tren Alutsista Ompong

Bernadette Sariyem

Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:02 WIB
Pakar Militer Minta Kemenhan RI Tak Asal Beli Kapal Tanpa Rudal, Sindir Tren Alutsista Ompong
Kapal perang terbaru jenis PPA (Pattugliatore Polivalente d'Altura) milik RI, Prabu Siliwangi.
baca 10 detik
  • Pakar pertahanan mendesak Kementerian Pertahanan mereformasi pengadaan alutsista agar tidak hanya membeli wahana tanpa sistem pendukung lengkap.
  • Pengadaan alutsista parsial menyebabkan kendala operasional, seperti ketiadaan rudal pada kapal perang dan praktik kanibalisme anggaran pemeliharaan.
  • Pemerintah perlu menyusun rencana strategis pertahanan jangka panjang selama 25 tahun guna menjamin kesiapan operasional dan kemandirian perawatan.

Masalahnya kian pelik, karena masa tunggu pesanan rudal kini melonjak menjadi 3-5 tahun akibat gangguan suplai bahan baku global dan dampak perang Rusia-Ukraina.

"Dalam kontrak pengadaan PPA tidak disertai kontrak pengadaan suku cadang, masih mengandalkan warranty pabrik yang memiliki masa jam putar," ungkap Alman.

Lebih jauh, Alman membedah kerawanan dari sisi anggaran. Selama ini, pengadaan platform sering mengandalkan pinjaman luar negeri (PLN), namun tidak dibarengi dengan kenaikan anggaran pemeliharaan (Rupiah Murni) secara otomatis. Akibatnya, muncul praktik 'kanibalisme' anggaran.

"Sayangnya selama ini masuknya alutsista baru tidak diikuti dengan alokasi anggaran pemeliharaan, sehingga terkadang anggaran pemeliharaan untuk alutsista lama dialihkan untuk alutsista baru agar bisa beroperasi atau sistem tambal sulam," jelas Alman.

Perencanaan Berlapis dan Transisi di Kemhan

Di sisi lain, Laksamana Madya TNI (Purn) Desi Albert Mamahit, memberikan perspektif mengenai mekanisme perencanaan yang sebenarnya sudah teratur dalam Kebijakan Umum Pertahanan Negara (Jakkumhanneg).

Ia menyebut, penambahan kekuatan harus selalu menyesuaikan dengan keterbatasan keuangan negara.

"Untuk perencanaan, semua sudah tercakup, hanya pelaksanaannya bertahap diisi, mulai dari platform dulu," kata mantan Kepala Bakamla RI tersebut.

Meski dilakukan bertahap, ia meyakinkan bahwa setiap pembelian platform tetap memikirkan sistem senjata yang sesuai dengan prediksi ancaman.

baca juga

Namun, Alman Helvas Ali memberikan catatan tambahan mengenai kebijakan baru yang menarik urusan pemeliharaan dan perawatan (harwat) ke bawah kendali Kemhan RI. Selama ini, urusan harwat berada di bawah masing-masing matra TNI.

"Kebijakan penarikan pemeliharaan dan perawatan menjadi di bawah Kemhan harusnya melalui masa transisi, karena selama ini di matra. Ini agar Kemhan siap secara total, karena Kemhan sebelumnya tidak pernah melakukan," tegas Alman.

Menuju Roadmap 25 Tahun

Menutup diskusi tersebut, para narasumber sepakat bahwa kemandirian pertahanan tidak bisa dibangun secara instan.

Diperlukan rencana jangka panjang yang konsisten, minimal untuk rentang waktu 25 tahun ke depan.

Kebijakan ini harus bersifat lintas kepemimpinan sehingga siapa pun Presiden yang menjabat, arah industri pertahanan tetap konsisten.

Pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri juga harus difokuskan pada kemampuan pemeliharaan mandiri melalui kerja sama dengan pabrikan luar negeri.

Hal ini krusial agar Indonesia tidak terus-menerus bergantung pada "technical assistant" dari luar negeri setiap kali terjadi kerusakan alutsista.

Kesiapan operasional nasional hanya bisa dicapai jika Indonesia memiliki kendali penuh atas perawatan senjatanya sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TNI AL Siapkan Pangkalan untuk Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Target Tiba Sebelum HUT TNI

TNI AL Siapkan Pangkalan untuk Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Target Tiba Sebelum HUT TNI

News | Senin, 11 Mei 2026 | 17:24 WIB

Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI

Letjen Robi Herbawan Ditunjuk Jadi Kabais TNI

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:32 WIB

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:06 WIB

Peneliti Soroti Keberadaan DPN dan Potensi Dominasi Kemenhan, Ini Bahayanya

Peneliti Soroti Keberadaan DPN dan Potensi Dominasi Kemenhan, Ini Bahayanya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:24 WIB

Peringati 40 Hari Kasus Andrie Yunus, Massa Desak Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

Peringati 40 Hari Kasus Andrie Yunus, Massa Desak Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:00 WIB

Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan

Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan

News | Rabu, 29 April 2026 | 18:36 WIB

Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan

Kondisi Membaik, Anggota TNI Korban Penganiayaan di Stasiun Depok Baru Ternyata Dinas di Kemhan

News | Senin, 27 April 2026 | 13:24 WIB

Terkini

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:30 WIB

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Viral Keributan Pelajar di Menteng, Polisi Ungkap Kronologi Sebenarnya

Viral Keributan Pelajar di Menteng, Polisi Ungkap Kronologi Sebenarnya

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Kawasan Pesisir Jakarta Makin Terhubung, Akses Jadi Pertimbangan Pelaku Usaha

Kawasan Pesisir Jakarta Makin Terhubung, Akses Jadi Pertimbangan Pelaku Usaha

Jakarta | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji

Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:13 WIB

×