- Kemacetan parah melanda ruas utama Jakarta Timur pada Senin, 18 Mei 2026, akibat lonjakan volume kendaraan masyarakat.
- Kepadatan tinggi terjadi di Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Raya Kalimalang saat warga kembali memulai rutinitas harian.
- Petugas kepolisian serta Dinas Perhubungan dikerahkan untuk mengurai arus lalu lintas guna menjaga kelancaran transportasi di lokasi.
Suara.com - Kemacetan parah kembali mengepung sejumlah ruas jalan utama di Jakarta Timur pada Senin (18/5/2026) pagi.
Berakhirnya masa libur panjang Kenaikan Isa Almasih dan akhir pekan membuat volume kendaraan melonjak drastis hingga menyebabkan arus lalu lintas merayap nyaris lumpuh.
Salah satu titik kepadatan tertinggi terpantau di Jalan Basuki Rahmat, Jatinegara. Kendaraan roda dua dan roda empat tampak memenuhi badan jalan sejak pagi buta.
Akibat beban volume yang melebihi kapasitas jalan, kendaraan dilaporkan hanya mampu melaju dengan kecepatan rata-rata 10 hingga 20 kilometer per jam.
"Karena semua serentak sudah kembali beraktivitas, ada yang kerja, sekolah, kuliah. Saya sendiri mau berangkat kerja," ujar Hudzaifah (28), salah seorang pemotor yang terjebak di tengah kepadatan Jalan Basuki Rahmat.
Laju kendaraan yang sangat lambat ini sering kali terhenti total di titik-titik persimpangan.
Dominasi kendaraan berasal dari para pekerja wilayah penyangga yang hendak menuju pusat perkantoran di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.
Kondisi serupa juga dialami oleh Yudha (36), pengendara motor lainnya. Padahal ia mengaku sudah berupaya berangkat lebih awal.
"Saya berangkat sudah lebih pagi ini biar tidak terlalu terjebak macet. Tapi ya mau bagaimana lagi, namanya hari ini sudah kembali normal jadi pasti kena macet," keluh Yudha.
Selain di koridor Basuki Rahmat, kemacetan panjang juga mengular di Jalan Raya Kalimalang, Jatinegara.
Antrean kendaraan terlihat memanjang akibat tingginya mobilitas masyarakat yang masuk ke Jakarta melalui pintu timur.
Di lokasi, sejumlah petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan disiagakan untuk mengurai titik-titik simpul kemacetan.
Petugas berusaha mengatur lampu lalu lintas secara manual demi menjaga roda transportasi tetap bergerak.
Masyarakat pun diimbau untuk selalu mengantisipasi waktu perjalanan dan beralih ke transportasi umum guna menekan tingkat kepadatan di jalan raya. (Antara)