Kecelakaan Maut Kereta Tabrak Bus di Bangkok, Masinis Positif Narkoba

Arif Budi | Suara.com

Senin, 18 Mei 2026 | 17:28 WIB
Kecelakaan Maut Kereta Tabrak Bus di Bangkok, Masinis Positif Narkoba
Kecelakaan maut kereta dan bus di pusat Bangkok, masinis dilaporkan positif narkoba. [Istimewa]
  • Kereta barang menabrak bus di perlintasan Bangkok pada Sabtu (16/5/2026), menyebabkan delapan orang tewas dan 30 luka-luka.
  • Polisi menetapkan masinis positif narkoba dan penjaga perlintasan sebagai tersangka atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kecelakaan maut.
  • Pihak kepolisian sedang menyelidiki rekaman video, kecepatan kereta, serta jarak pengereman untuk memastikan penyebab pasti terjadinya tabrakan tersebut.

Suara.com - Masinis kereta barang yang terlibat kecelakaan maut dengan sebuah bus di Bangkok, Thailand, dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Polisi setempat kini menetapkannya sebagai tersangka atas dugaan mengemudi secara sembrono.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (16/5/2026) sore di sebuah perlintasan ramai di Bangkok. Kereta barang menabrak bus hingga menyebabkan kendaraan itu terbakar.

Akibat insiden tersebut, delapan orang meninggal dunia dan 30 lainnya mengalami luka-luka.

Dilansir AFP, Senin (18/5/2026) polisi juga mendakwa seorang penjaga perlintasan kereta api atas dugaan kelalaian yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.

Kepala kantor polisi setempat, Urumporn Koondejsumrit mengatakan kedua tersangka membantah dakwaan yang diberikan.

Sedikitnya delapan orang tewas dan 35 lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah kereta barang menabrak bus umum di pusat Bangkok, Thailand, Sabtu (16/5/2026) sore waktu setempat. [Istimewa]
Sedikitnya delapan orang tewas dan 35 lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah kereta barang menabrak bus umum di pusat Bangkok, Thailand, Sabtu (16/5/2026) sore waktu setempat. [Istimewa]

Urumporn menjelaskan hasil tes urine awal menunjukkan adanya kandungan narkoba dalam tubuh masinis kereta, meski pihak kepolisian belum mengungkap jenis zat yang ditemukan.

Pemeriksaan lanjutan juga akan dilakukan terhadap masinis lain dan seorang teknisi yang berada di dalam kereta saat kecelakaan terjadi.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kereta melaju menuju perlintasan dengan kecepatan sedang sebelum akhirnya menghantam bus yang terjebak di tengah kemacetan lalu lintas.

Kepala Kepolisian Bangkok, Siam Boonsom, mengatakan kemacetan di area perlintasan tersebut memang kerap terjadi setiap hari, namun sebelumnya tidak pernah menimbulkan kecelakaan besar.

Polisi kini tengah memeriksa rekaman video untuk memastikan ada atau tidaknya kelalaian dari petugas penjaga perlintasan.

"Kami melihat petugas memegang bendera merah yang berarti rel tidak aman, tetapi kami juga melihat bahwa kereta tidak berhenti atau melambat, menyebabkan kecelakaan," kata Siam.

Menurut Siam, rekaman dari hari-hari sebelumnya menunjukkan kendaraan sering berhenti di atas rel karena kepadatan lalu lintas, sementara petugas biasanya mengibarkan bendera merah untuk memberi peringatan kepada kereta agar berhenti sementara.

Selain itu, penyelidik juga sedang menelusuri kecepatan kereta serta jarak pengereman saat kecelakaan terjadi.

Layanan darurat Thailand menyebut sebanyak 17 korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit hingga Minggu malam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:20 WIB

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

Saling Terhubung via HT, 21 'Sniper' Pasang Badan Jaga Kampung Narkoba di Samarinda Selama 4 Tahun!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:51 WIB

Nggak Perlu Jastip, Produk Makanan Thailand Kini Bisa Didapat Lebih Mudah di Indonesia

Nggak Perlu Jastip, Produk Makanan Thailand Kini Bisa Didapat Lebih Mudah di Indonesia

Lifestyle | Senin, 18 Mei 2026 | 00:05 WIB

Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya, Indonesia Kapan?

Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya, Indonesia Kapan?

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:24 WIB

Brak Duar! Saksi Mata Ungkap Detik Horor Kecelakaan Maut Kereta vs Bus di Bangkok

Brak Duar! Saksi Mata Ungkap Detik Horor Kecelakaan Maut Kereta vs Bus di Bangkok

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:20 WIB

Terkini

Menteri PANRB: Kampus Jadi Kunci Cetak Talenta Digital ASN Masa Depan

Menteri PANRB: Kampus Jadi Kunci Cetak Talenta Digital ASN Masa Depan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:19 WIB

Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!

Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!

News | Senin, 18 Mei 2026 | 17:12 WIB

Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah

Soal 'Orang Desa Tak Pakai Dolar', Purbaya: untuk Menghibur Rakyat, Presiden Mengerti Rupiah

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:54 WIB

Obrolan Prabowo dan Menkeu Purbaya di Lanud Halim: Dari Dolar sampai Rencana Naik Haji

Obrolan Prabowo dan Menkeu Purbaya di Lanud Halim: Dari Dolar sampai Rencana Naik Haji

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:44 WIB

Hari Ini Rupiah Keok-IHSG Jeblok, Prabowo Panggil Menkeu hingga Gubernur BI ke Istana

Hari Ini Rupiah Keok-IHSG Jeblok, Prabowo Panggil Menkeu hingga Gubernur BI ke Istana

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:43 WIB

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:24 WIB

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:20 WIB

Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK

Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:18 WIB

Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar

Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:12 WIB

Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 16:10 WIB