Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
Peternak ayam petelur di Sleman, Yogyakarta sedang merapikan telur-telur yang baru dipanen (Suara.com/Chyntia Sami)
baca 10 detik
  • Perum Bulog menyalurkan SPHP jagung untuk membantu peternak ayam menekan biaya produksi pakan.
  • Harga jagung yang tinggi memicu kenaikan biaya produksi telur yang berdampak pada keterjangkauan sumber protein bagi masyarakat luas.
  • Program SPHP jagung bertujuan menstabilkan harga telur agar kebutuhan gizi masyarakat tetap terjaga dan mencegah risiko malnutrisi anak.

Suara.com - Beberapa butir telur ayam tersisa di rak dapur Erni. Ia menghitungnya ulang sebelum berangkat belanja ke pasar dekat rumahnya di Bantul, memastikan persediaan sumber protein untuk kedua anak balitanya hari itu cukup.

Sebulan lalu, Erni sempat mengurangi jumlah telur yang dibeli karena harganya melonjak saat lebaran. Dari biasanya sekitar Rp25 ribu per kilogram, harga telur naik menjadi Rp32 ribu dan membuat pengeluaran dapurnya ikut berubah.

Padahal, telur menjadi sumber protein utama yang selalu hadir di meja makannya. Selain mudah diolah, harganya dianggap paling mungkin dijangkau dibanding sumber protein hewani lain yang ikut merangkak naik.

"Pusing kalau harga telur naik," kata Erni saat berbincang dengan Suara.com, Senin (11/5/2026).

Kondisi serupa dirasakan Nia, ibu rumah tangga lain di Yogyakarta. Anak semata wayangnya sempat didiagnosa gizi kurang karena berat badannya yang sulit bertambah.

Setelah mendapat pemantauan dari tenaga kesehatan di Puskesmas, ia mulai memperbaiki isi piring makan anaknya dengan menambah jumlah protein hewani. Telur ayam tak pernah absen dari menu makan harian anaknya.

"Pas harga telur naik terasa banget, tapi mau nggak mau dibeli, yang paling terjangkau cuma itu," kata Nia.

Dietisien Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, Adelwais Febriati Yurni, S.Gz, Dietisien mengatakan, stabilitas harga telur ikut memengaruhi kualitas konsumsi protein harian masyarakat, terutama anak-anak. Berbeda dengan daging sapi yang masih dianggap sebagai bahan pangan premium karena harganya relatif mahal, telur lebih mudah diakses dan dikonsumsi setiap hari.

"Kalau harga telur naik, kemungkinan masyarakat akan menilainya sebagai barang mewah seperti daging sapi. Dampaknya masyarakat nggak bisa beli, asupan protein jadi rendah," ujar Adel kepada Suara.com.

Merujuk Angka Kecukupan Gizi Kementerian Kesehatan, anak usia 1–3 tahun membutuhkan sekitar 20 gram protein per hari, sedangkan anak usia 4–6 tahun membutuhkan sekitar 25 gram protein per hari. Sementara satu butir telur mengandung sekitar 6,3-7 gram protein.

Kekurangan asupan protein dalam jangka panjang dapat memengaruhi pertumbuhan anak, menurunkan imunitas, gangguan kognitif hingga berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat secara umum.

"Menjaga harga telur bukan cuma masalah ekonomi, tetapi juga menjaga kualitas sumber daya manusia dan generasi mendatang," kata Adel.

Di balik fluktuasi harga telur, ada komoditas yang ikut menentukan biaya produksinya, yakni jagung pakan. Ketika harga jagung naik, biaya produksi peternak ikut naik dan berdampak pada stabilitas harga telur di pasaran.

Sejak akhir 2025, pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) mulai menyalurkan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung untuk peternak ayam petelur mandiri. Program ini ditujukan untuk membantu peternak menekan biaya pakan di tengah tingginya harga jagung.

Data Bapanas per 12 Mei 2026 menunjukkan harga jagung di tingkat peternak mencapai Rp6.848 per kilogram atau 18,07 persen di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp5.800. Di saat bersamaan, harga telur justru turun hingga di bawah Rp25 ribu per kilogram, lebih rendah dari HAP telur sebesar Rp26.500.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi, Mentan Amran Teken Juknis SPPG Wajib Beli Telur Rp26.500/Kg dari Peternak

Resmi, Mentan Amran Teken Juknis SPPG Wajib Beli Telur Rp26.500/Kg dari Peternak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:36 WIB

MBG Diharapkan Bisa Tingkatkan Harga Telur dan Ayam di Tingkat Peternak

MBG Diharapkan Bisa Tingkatkan Harga Telur dan Ayam di Tingkat Peternak

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:53 WIB

Aksi Damai Para Peternak Ayam di Berbagai Daerah

Aksi Damai Para Peternak Ayam di Berbagai Daerah

Foto | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!

Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG

Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:00 WIB

ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta

ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:30 WIB

Mendag Klaim MBG Dongkrak Harga Telur, Kini Mendekati HET

Mendag Klaim MBG Dongkrak Harga Telur, Kini Mendekati HET

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06 WIB

Waspada! Harga Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Melejit, Sinyal Tekanan Inflasi Pangan Nasional

Waspada! Harga Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Melejit, Sinyal Tekanan Inflasi Pangan Nasional

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:02 WIB

Harga Cabai Rawit Tembus Rp52 Ribu, Beras Medium dan Telur Merangkak Naik

Harga Cabai Rawit Tembus Rp52 Ribu, Beras Medium dan Telur Merangkak Naik

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:36 WIB

DPR Ingatkan Pemerintah, Jangan Jadikan MBG Kambing Hitam Anjloknya Harga Ayam dan Telur

DPR Ingatkan Pemerintah, Jangan Jadikan MBG Kambing Hitam Anjloknya Harga Ayam dan Telur

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:36 WIB

Terkini

IHSG Betah di Level 6.400 pada Sesi I, Saham INET Melesat

IHSG Betah di Level 6.400 pada Sesi I, Saham INET Melesat

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:51 WIB

78 Tahun Berkarya, OT Group Gelar Upacara Kemerdekaan Demi Wujudkan Semangat Kebangsaan

78 Tahun Berkarya, OT Group Gelar Upacara Kemerdekaan Demi Wujudkan Semangat Kebangsaan

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:50 WIB

7 Cara Mengatasi Shio Ciong Tahun Ini agar Tetap Aman dan Beruntung

7 Cara Mengatasi Shio Ciong Tahun Ini agar Tetap Aman dan Beruntung

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:45 WIB

11 Calon Hakim Agung dan 3 Cakim Ad Hoc Disahkan DPR, Ini Daftar Namanya

11 Calon Hakim Agung dan 3 Cakim Ad Hoc Disahkan DPR, Ini Daftar Namanya

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:43 WIB

Respons Bencana NTT, DPR RI Kirim Perwakilan dan Siapkan Langkah Darurat

Respons Bencana NTT, DPR RI Kirim Perwakilan dan Siapkan Langkah Darurat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:37 WIB

Eliano Reijnders Tak Mau Santai Usai Bela Timnas Indonesia, Bali United Jadi Sasaran Berikutnya

Eliano Reijnders Tak Mau Santai Usai Bela Timnas Indonesia, Bali United Jadi Sasaran Berikutnya

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:36 WIB

BRI Eco Culture Market 2026 Bali: Perkuat Daya Saing UMKM Lokal, Makin Dikenal Wisatawan Global

BRI Eco Culture Market 2026 Bali: Perkuat Daya Saing UMKM Lokal, Makin Dikenal Wisatawan Global

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Jangan Terkecoh Visual! Pengamat Ungkap Makna di Balik Momen Mesra Jokowi-Prabowo

Jangan Terkecoh Visual! Pengamat Ungkap Makna di Balik Momen Mesra Jokowi-Prabowo

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Menggugat Pendekatan Reaktif Pemerintah Atasi Karhutla

Menggugat Pendekatan Reaktif Pemerintah Atasi Karhutla

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:34 WIB

Pramono Anung Tekankan Sinergi Ulama-Umara demi Jakarta yang Kondusif dan Modern

Pramono Anung Tekankan Sinergi Ulama-Umara demi Jakarta yang Kondusif dan Modern

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:34 WIB

×