Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
Peternak ayam petelur di Sleman, Yogyakarta sedang merapikan telur-telur yang baru dipanen (Suara.com/Chyntia Sami)
baca 10 detik
  • Perum Bulog menyalurkan SPHP jagung untuk membantu peternak ayam menekan biaya produksi pakan.
  • Harga jagung yang tinggi memicu kenaikan biaya produksi telur yang berdampak pada keterjangkauan sumber protein bagi masyarakat luas.
  • Program SPHP jagung bertujuan menstabilkan harga telur agar kebutuhan gizi masyarakat tetap terjaga dan mencegah risiko malnutrisi anak.

Melalui program SPHP Jagung, peternak dapat membeli jagung pakan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp5.500 per kilogram. Pemerintah berharap langkah ini dapat membantu menjaga stabilitas biaya produksi sekaligus menahan gejolak harga telur di tingkat konsumen.

Campuran pakan ayam petelur yang terdiri dari jagung, bekatul, konsentrat dan vitamin di peternakan Ramli di Sleman, Yogyakarta (Suara.com/Chyntia Sami)
Campuran pakan ayam petelur yang terdiri dari jagung, bekatul, konsentrat dan vitamin di peternakan Ramli di Sleman, Yogyakarta (Suara.com/Chyntia Sami)

Jagung Menentukan Harga Protein

Survei Ekonomi Pertanian (SEP) 2024 Subsektor Peternakan Badan Pusat Statistik menunjukkan pakan menjadi komponen terbesar dalam ongkos usaha peternakan. Pada usaha ayam petelur, biaya pakan menyerap hingga 79,57 persen dari total biaya produksi. Angka itu lebih tinggi dibandingkan ayam pedaging yang mencapai 64,66 persen maupun sapi potong sebesar 47,79 persen.

Besarnya porsi tersebut membuat usaha ayam petelur sangat rentan terhadap gejolak harga jagung. Situasi itu belakangan dirasakan Ramli, peternak ayam petelur di Sleman, Yogyakarta. Dalam sebulan terakhir, ia harus memutar strategi agar usaha ternaknya tetap berjalan di tengah lonjakan harga jagung. Di saat biaya produksi terus naik, harga telur justru anjlok.

Jagung merupakan komponen utama yang menentukan biaya produksi sekaligus kualitas telur. Separuh komposisi pakan ayam petelur berasal dari jagung, sisanya berupa konsentrat dan vitamin untuk menjaga pertumbuhan serta kesehatan ayam.

“Ibarat orang main sepak bola, kami lagi mode bertahan. Prioritas buat operasional biaya pakan dan gaji karyawan saja,” kata Ramli.

Di tengah tekanan tersebut, program SPHP Jagung menjadi angin segar bagi peternak seperti Ramli. Ia yang memulai usaha ayam petelur sejak 2015 itu kini memelihara sekitar 11 ribu ekor ayam dan membutuhkan 1,1 ton pakan setiap hari. Dengan HET SPHP Jagung Rp5.500 per kilogram, Ramli dapat memangkas biaya produksi hingga Rp600 ribu sampai Rp700 ribu per hari.

Meski penyaluran SPHP Jagung 2026 baru berjalan sekitar sepekan, dampaknya mulai terasa bagi usaha ternaknya. Ramli memperkirakan program itu telah mampu menghemat biaya produksi sekitar 5 persen.

“Walaupun baru seminggu ini tapi SPHP Jagung sangat membantu karena selisih harga di pasaran banyak, apalagi bergulir sampai akhir tahun ini jadi tenang,” ujar Ramli.

Data SPHP Jagung secara nasional (Olah data Suara.com, sumber Perum Bulog)
Data SPHP Jagung secara nasional (Olah data Suara.com, sumber Perum Bulog)

SPHP Beras sampai Jagung untuk Stabilitas Harga Pangan

SPHP Jagung bukan satu-satunya intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan. Sebelumnya, pemerintah menggulirkan SPHP Beras yang dinilai efektif meredam gejolak harga di pasar sekaligus membantu menjaga inflasi tetap terkendali. Efektivitas SPHP Beras tahun 2023 terbukti dari data BPS yang mencatat inflasi Indonesia sebesar 2,61 persen secara year on year (yoy), turun signifikan dibandingkan 2022 mencapai 5,51 persen (yoy).

Keberhasilan SPHP Beras menjadi pijakan pemerintah untuk memperluas skema stabilisasi ke komoditas lain. Mulai akhir 2025, program SPHP tidak lagi terbatas pada beras, tetapi juga menyasar jagung pakan bagi peternak ayam ras petelur mandiri.

Melalui SPHP Jagung, pemerintah berupaya menjaga daya beli peternak, memastikan ketersediaan pasokan jagung pakan serta menstabilkan harga di tingkat konsumen, khususnya peternak mikro, kecil, dan menengah. Program yang sejalan dengan Asta Cita mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan ini diharapkan mampu menekan lonjakan biaya produksi yang selama ini membebani peternak ayam petelur.

Dalam Surat Kepala Bapanas Nomor 262/TS.02.02/K/9/2025 perihal Penugasan SPHP Jagung di Tingkat Konsumen Tahun 2025, Perum Bulog ditugaskan untuk menjalankan program SPHP Jagung. Sepanjang 2025, Perum Bulog telah menyalurkan 51,2 ribu ton ke 3.578 peternak di 17 provinsi.

Target penyaluran 2026 meningkat 372,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 242 ribu ton SPHP Jagung. Penyaluran ditargetkan menjangkau lebih dari 5.000 peternak di 26 provinsi.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penyaluran SPHP Jagung 2026 telah dilakukan sejak Sabtu, 9 Mei 2026. Distribusi diprioritaskan ke sentra-sentra peternakan di berbagai daerah yang mengalami tekanan harga jagung pakan.

"Target 240 ribu ton SPHP Jagung untuk mengurangi kenaikan harga jagung yang terlalu tinggi," kata Rizal.

Kantor Perum Bulog Kanwil DI Yogyakarta (Suara.com/Chyntia Sami)
Kantor Perum Bulog Kanwil DI Yogyakarta (Suara.com/Chyntia Sami)

Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah DI Yogyakarta (Kanwil DIY) Dedi Aprilyadi menyebut, Yogyakarta kembali menjadi wilayah prioritas penyaluran SPHP Jagung.

Pada 2025, Perum Bulog Kanwil DIY telah menyalurkan sebanyak 3.981.255 kilogram SPHP jagung kepada 11 koperasi peternak yang menaungi 427 peternak. Di tahun 2026, target penyaluran meningkat menjadi 14.698.500 kilogram dengan sasaran 581 peternak yang tergabung dalam 11 koperasi peternak di wilayah Kanwil DIY.

“Per 18 Mei 2026 sudah 270.000 kilogram yang didistribusikan ke peternak,” kata Dedi kepada Suara.com.

Jagung SPHP diambil dari Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang bersumber dari penyerapan jagung petani dalam negeri, bukan impor. Berdasarkan aturan, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung sebesar Rp6.400 kilogram dengan spesifikasi maksimal kadar air jagung 14 persen, aflatoksin maksimal 50 part per billion, bebas hama dan penyakit.

Dedi menjelaskan, SPHP Jagung juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat rantai pasok pangan dari hulu ke hilir. Selain membantu peternak mendapat bahan baku dengan harga stabil, program ini juga membuka pasar bagi hasil panen petani lokal.

"Sampai pertengahan 2026 ini, Kanwil DIY telah menyerap 442.153 kilogram jagung dari petani lokal," kata Dedi.

Gudang penyimpanan SPHP Jagung di Purwomartani, Yogyakarta (Dok Perum Bulog Kanwil DIY)
Gudang penyimpanan SPHP Jagung di Purwomartani, Yogyakarta (Dok Perum Bulog Kanwil DIY)

Harga Murah, Kualitas Terjamin

Meski dijual dengan harga terjangkau, kualitas jagung SPHP tetap terjaga. Pemerintah menerapkan standar ketat sejak proses penyerapan, penyimpanan hingga penyaluran kepada peternak.

Jagung yang telah memenuhi spesifikasi langsung masuk ke gudang penyimpanan dengan perawatan serupa komoditas beras. Dalam perawatan harian, petugas memastikan kelembapan gudang tetap terjaga agar kualitas jagung tidak menurun selama masa penyimpanan. Selain itu, spraying atau penyemprotan hama rutin dilakukan setiap bulan untuk mencegah serangan hama maupun jamur.

"Sebelum disalurkan kami cek lagi kualitasnya, harus sesuai standar saat sampai di tangan konsumen," kata Dedi.

Kualitas jagung SPHP tersebut juga diakui oleh Ramli, peternak ayam di Yogyakarta. Menurutnya, bulir jagung SPHP berukuran besar, berwarna kuning cerah, dan minim campuran kotoran seperti batu maupun pasir.

Ramli mengatakan, kualitas jagung sangat berpengaruh terhadap hasil pengolahan pakan. Jagung dengan kadar air rendah dinilai lebih stabil saat digiling dan tidak menghasilkan terlalu banyak serbuk halus atau debu.

"Kualitas jagungnya bagus, ketika digiling tidak mudah hancur sehingga tidak banyak debunya," kata Ramli.

Ia juga mengapresiasi proses penyaluran SPHP Jagung yang dinilai semakin mudah melalui aplikasi Klik SPHP yang dapat diunduh di Play Store. Menurutnya, mulai dari proses pemesanan hingga pengambilan barang kini berlangsung lebih cepat dan efisien.

Ramli berharap SPHP Jagung dapat menjadi solusi yang menguntungkan bagi peternak maupun petani jagung. Dengan pasokan dan harga pakan yang lebih stabil, harga telur ayam diharapkan tetap berada dalam rentang batas bawah dan batas atas yang telah ditetapkan pemerintah.

Di sisi lain, Nia juga berharap harga telur ayam tetap stabil agar kebutuhan protein harian anaknya bisa terpenuhi. Di tengah kenaikan harga berbagai bahan pokok, telur menjadi sumber protein hewani yang paling mudah dijangkau dibandingkan daging maupun ikan yang harganya relatif lebih mahal.

"Telur ini sumber protein penyelamat anak saya dari stunting. Jadi harapannya harga telur tetap terjangkau," kata Nia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi, Mentan Amran Teken Juknis SPPG Wajib Beli Telur Rp26.500/Kg dari Peternak

Resmi, Mentan Amran Teken Juknis SPPG Wajib Beli Telur Rp26.500/Kg dari Peternak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:36 WIB

MBG Diharapkan Bisa Tingkatkan Harga Telur dan Ayam di Tingkat Peternak

MBG Diharapkan Bisa Tingkatkan Harga Telur dan Ayam di Tingkat Peternak

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:53 WIB

Aksi Damai Para Peternak Ayam di Berbagai Daerah

Aksi Damai Para Peternak Ayam di Berbagai Daerah

Foto | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!

Sudaryono Jawab Soal Bisulan Karena Telur: Saya Sengaja Pancing Ahli Gizi!

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG

Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:00 WIB

ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta

ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:30 WIB

Mendag Klaim MBG Dongkrak Harga Telur, Kini Mendekati HET

Mendag Klaim MBG Dongkrak Harga Telur, Kini Mendekati HET

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06 WIB

Waspada! Harga Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Melejit, Sinyal Tekanan Inflasi Pangan Nasional

Waspada! Harga Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Melejit, Sinyal Tekanan Inflasi Pangan Nasional

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:02 WIB

Harga Cabai Rawit Tembus Rp52 Ribu, Beras Medium dan Telur Merangkak Naik

Harga Cabai Rawit Tembus Rp52 Ribu, Beras Medium dan Telur Merangkak Naik

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:36 WIB

DPR Ingatkan Pemerintah, Jangan Jadikan MBG Kambing Hitam Anjloknya Harga Ayam dan Telur

DPR Ingatkan Pemerintah, Jangan Jadikan MBG Kambing Hitam Anjloknya Harga Ayam dan Telur

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:36 WIB

Terkini

Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar

Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan

Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Palabuhanratu, Cara Unik Penyelam Rayakan Kemerdekaan

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Palabuhanratu, Cara Unik Penyelam Rayakan Kemerdekaan

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:37 WIB

PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen

PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:33 WIB

Inspirasi French Chic, Gaya Paris yang Elegan dan Modern

Inspirasi French Chic, Gaya Paris yang Elegan dan Modern

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:31 WIB

LRT Sumsel Cuma Rp1.000 saat HUT RI, Cek Jadwal Tambahan Perjalanannya

LRT Sumsel Cuma Rp1.000 saat HUT RI, Cek Jadwal Tambahan Perjalanannya

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:30 WIB

7 Warna Cat Kamar Mandi Terbaik Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Energi Positif

7 Warna Cat Kamar Mandi Terbaik Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Energi Positif

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!

Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian

Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Momen Haru Presiden Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu 'Bagimu Negeri' Menggema di Istana Merdeka

Momen Haru Presiden Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu 'Bagimu Negeri' Menggema di Istana Merdeka

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 18:22 WIB

×