Akademisi Soroti DPN, Dinilai Berpotensi Tak Relevan dan Bebani APBN

Galih Prasetyo

Rabu, 20 Mei 2026 | 10:15 WIB
Akademisi Soroti DPN, Dinilai Berpotensi Tak Relevan dan Bebani APBN
Akademisi Ilmu Hukum Universitas Binus, Muhammad Reza Syarifuddin Zaki, menyoroti keberadaan Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan saat ini dan berpotensi membebani keuangan negara. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Akademisi mengkritik pembentukan Dewan Pertahanan Nasional karena dinilai tidak efisien, membebani keuangan negara, dan menyebabkan tumpang tindih kewenangan.
  • Diskusi di Jakarta pada 20 Mei 2026 menyoroti minimnya transparansi anggaran serta potensi penyalahgunaan kekuasaan oleh lembaga tersebut.
  • Para pakar menyarankan pemerintah merampingkan struktur kelembagaan daripada menambah institusi baru demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif.

Suara.com - Akademisi Ilmu Hukum Universitas Binus, Muhammad Reza Syarifuddin Zaki, menyoroti keberadaan Dewan Pertahanan Nasional (DPN) yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan saat ini dan berpotensi membebani keuangan negara.

Ia menilai lembaga tersebut multitafsir, tidak efisien, serta dapat mengurangi alokasi anggaran untuk sektor publik.

Pernyataan itu disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “Menyoal Dewan Pertahanan Nasional: Bahaya Pergeseran Fungsi Eksekutif Presiden dalam Desain Pertahanan Negara” di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

“DPN ini tak berguna, multitafsir, dan membebankan uang negara, serta merampas hak-hak publik di tengah situasi ekonomi yang terjepit,” ujar Reza dalam forum tersebut.

Reza mempertanyakan urgensi pembentukan DPN di tengah banyaknya lembaga yang telah menjalankan fungsi koordinasi strategis, seperti Kementerian Koordinator, Kemenhan, hingga BIN.

Ia juga menyoroti tidak adanya keterlibatan masyarakat sipil dalam struktur lembaga tersebut.

Menurutnya, keberadaan deputi dengan fokus geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi memperlihatkan perluasan fungsi yang tidak jelas batasnya. Kondisi ini dinilai membuka ruang tumpang tindih kewenangan antarinstansi.

“Kenapa tidak melalui Kemenko saja? Kita sudah punya banyak menteri koordinator yang bisa mengoordinasikan isu strategis,” katanya.

Reza juga menyoroti keberadaan Ketua Harian DPN yang dirangkap oleh Menteri Pertahanan. Ia menilai hal tersebut berpotensi menimbulkan “shadow power” atau konsentrasi pengaruh dalam satu figur.

baca juga

“Ini harus dilihat sebagai shadow kekuasaan, ada dualisme posisi dalam satu struktur,” ujarnya.

Ia juga menyinggung ketentuan terkait hak keuangan dalam Perpres pembentukan DPN yang dinilai tidak transparan di tengah tekanan ekonomi nasional.

“Di tengah rupiah melemah, publik menunggu keberanian Presiden untuk fokus pada ekonomi, bukan membentuk lembaga baru,” tambahnya.

Dalam pandangannya, pembentukan DPN justru dapat mengurangi efektivitas penggunaan anggaran negara. Reza menilai dana publik seharusnya lebih diprioritaskan untuk pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial.

“Kalau lembaga ini dikurangi, itu akan menolong dari sisi ekonomi. Karena pada akhirnya dibiayai APBN,” tegasnya.

Ia juga mengkritik kecenderungan pemerintah yang dinilai terlalu mudah membentuk lembaga baru dalam menjawab persoalan kebijakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Defisit APBN April 2026 Tercatat Rp164,4 Triliun

Defisit APBN April 2026 Tercatat Rp164,4 Triliun

Foto | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Keberadaan DPN Dipertanyakan, Bisa Terjadi Tumpang Tindih Kewenangan

Keberadaan DPN Dipertanyakan, Bisa Terjadi Tumpang Tindih Kewenangan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:05 WIB

Pemerintah Tambah Alutsista Canggih, Rafale hingga Radar GM403 Masuk Arsenal TNI

Pemerintah Tambah Alutsista Canggih, Rafale hingga Radar GM403 Masuk Arsenal TNI

Foto | Senin, 18 Mei 2026 | 16:41 WIB

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:29 WIB

Pakar Militer Minta Kemenhan RI Tak Asal Beli Kapal Tanpa Rudal, Sindir Tren Alutsista Ompong

Pakar Militer Minta Kemenhan RI Tak Asal Beli Kapal Tanpa Rudal, Sindir Tren Alutsista Ompong

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:02 WIB

Terkini

6 Shade Wardah Glasting Liquid Lip yang Paling Pas untuk Kulit Kuning Langsat

6 Shade Wardah Glasting Liquid Lip yang Paling Pas untuk Kulit Kuning Langsat

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Diajak Break saat Anniversary ke-4? Review Novel Dengannya Tanpamu

Diajak Break saat Anniversary ke-4? Review Novel Dengannya Tanpamu

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Serunya The Creator Quest: Jelajah Yogya, Kupas Tuntas Honda Care, dan Berburu Vario 125 Street

Serunya The Creator Quest: Jelajah Yogya, Kupas Tuntas Honda Care, dan Berburu Vario 125 Street

Jogja | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Bukan Mengubah Diri, Ini Cara Perempuan Memaknai Kecantikan dan Kepercayaan Diri

Bukan Mengubah Diri, Ini Cara Perempuan Memaknai Kecantikan dan Kepercayaan Diri

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:23 WIB

Suahasil Peringatkan Harga Pangan Bakal Naik buntut Ancaman El Nino

Suahasil Peringatkan Harga Pangan Bakal Naik buntut Ancaman El Nino

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Politik Beras Orde Baru: Bagaimana Nasi Jadi Standar Makan Orang Indonesia?

Politik Beras Orde Baru: Bagaimana Nasi Jadi Standar Makan Orang Indonesia?

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Kulit Sawo Matang Wajib Tahu! 7 Warna Rambut Ini Bikin Wajah Cerah Bebas Kusam

Kulit Sawo Matang Wajib Tahu! 7 Warna Rambut Ini Bikin Wajah Cerah Bebas Kusam

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Polda Jabar Kerahkan 1.112 Personel dalam Operasi Antik Lodaya, Bidik 47 Target Operasi

Polda Jabar Kerahkan 1.112 Personel dalam Operasi Antik Lodaya, Bidik 47 Target Operasi

Jabar | Minggu, 11 Oktober 2026 | 18:13 WIB

Pabrik Material Konstruksi di Kendal Siapkan Peluang Kerja untuk 400 Orang

Pabrik Material Konstruksi di Kendal Siapkan Peluang Kerja untuk 400 Orang

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 17:58 WIB

Suahasil Sebut Manufaktur Indonesia Mulai Ekspansif di September 2026

Suahasil Sebut Manufaktur Indonesia Mulai Ekspansif di September 2026

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 17:57 WIB

×