Rumah Sakit Ebola di Kongo Dibakar Keluarga Pasien Terjangkit, Dilarang Bawa Jenazah Keluar RS

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:03 WIB
Rumah Sakit Ebola di Kongo Dibakar Keluarga Pasien Terjangkit, Dilarang Bawa Jenazah Keluar RS
Ilustrasi kebakaran (Freepic)
  • Disinformasi memicu massa membakar ruang isolasi Ebola di Rumah Sakit Rwampara Kongo.

  • Keluarga menolak pemakaman protokol kesehatan karena menganggap Ebola sebagai rekayasa komersial.

  • Wabah spesies Bundibugyo meluas ke wilayah konflik hingga memicu isolasi perbatasan Uganda.

"Tidak memahami realitas penyakit ini," kata Jean Claude Mukendi, koordinator respons keamanan Ebola di Ituri, yang menyesalkan minimnya pemahaman masyarakat setempat.

Ibu kandung korban bahkan bersikeras meyakini bahwa putranya meninggal dunia akibat demam tifoid, bukan karena infeksi Ebola.

Penolakan kolektif ini mempertegas jurang pemisah yang lebar antara fakta sains dan persepsi publik di pedalaman.

Banyak warga lokal menganggap keberadaan virus mematikan ini hanyalah rekayasa pihak luar demi keuntungan finansial semata.

"Masyarakat tidak mendapatkan informasi atau sosialisasi secara benar tentang apa yang sedang terjadi. Bagi sebagian segmen populasi, terutama di daerah terpencil, Ebola adalah ciptaan orang luar - penyakit itu tidak ada," tutur politisi Luc Malembe Malembe dengan nada penuh keprihatinan.

"Mereka percaya bahwa LSM dan rumah sakit menciptakan ini untuk menghasilkan uang, dan ini sangat tragis."

Aksi pembakaran tersebut menghanguskan dua tenda medis beserta satu jenazah infeksius yang sedianya akan segera dimakamkan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menginstruksikan pemakaman yang aman dan bermartabat dijalankan oleh tim khusus ber-APD lengkap.

Sebanyak enam pasien isolasi yang sempat dirawat di tenda tersebut dilaporkan melarikan diri saat kerusuhan pecah.

Kendati demikian, lembaga kemanusiaan Alima mengonfirmasi seluruh pasien telah ditemukan dan kini dirawat di dalam gedung utama.

Dampak buruk krisis ini juga memaksa tim nasional sepak bola Kongo membatalkan pemusatan latihan menjelang Piala Dunia.

WHO menetapkan situasi ini sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, meski belum berstatus pandemi global.

Hingga saat ini, data resmi internal WHO mencatat ada 139 korban jiwa dari total 600 kasus suspek.

Akan tetapi, Menteri Kesehatan Kongo Samuel Roger Kamba mengumumkan jumlah kematian yang jauh lebih tinggi, yakni 159 jiwa.

Keganasan virus ini dipicu oleh spesies langka Bundibugyo yang belum memiliki vaksin penangkal resmi di dunia medis.

Penyebaran lintas batas mulai terdeteksi di Uganda, memicu penghentian sementara seluruh operasional transportasi publik antarnegara.

Krisis semakin rumit setelah kelompok pemberontak M23 mengonfirmasi temuan kasus fatal pertama di wilayah Kivu Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Warga Uganda Dilarang Saling Jabat Tangan, Alasannya Bikin Ngeri

Warga Uganda Dilarang Saling Jabat Tangan, Alasannya Bikin Ngeri

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:17 WIB

Daftar Pemain RD Kongo di Piala Dunia 2026, Bomber Newcastle Jadi Tumpuan

Daftar Pemain RD Kongo di Piala Dunia 2026, Bomber Newcastle Jadi Tumpuan

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:30 WIB

Terkini

Tak Cukup Gaji Puluhan Juta? Dirjen Bea Cukai Diduga Terima Suap Rp2,9 Miliar, Terancam Dicopot

Tak Cukup Gaji Puluhan Juta? Dirjen Bea Cukai Diduga Terima Suap Rp2,9 Miliar, Terancam Dicopot

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:02 WIB

Banding Ditolak, Eks Sekretaris MA Nurhadi Tetap Mendekam 5 Tahun Penjara

Banding Ditolak, Eks Sekretaris MA Nurhadi Tetap Mendekam 5 Tahun Penjara

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:57 WIB

Manfaat Baru untuk Kurir SPX Express, dari Umrah hingga Beasiswa S1 untuk Anak

Manfaat Baru untuk Kurir SPX Express, dari Umrah hingga Beasiswa S1 untuk Anak

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:48 WIB

Kondisi Sudah Darurat, Sejumlah Dosen UPN Veteran Yogyakarta Diduga Lakukan Kekerasan Seksual

Kondisi Sudah Darurat, Sejumlah Dosen UPN Veteran Yogyakarta Diduga Lakukan Kekerasan Seksual

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:47 WIB

Panduan Tata Cara Sholat Idul Adha dan Bacaannya dari Rakaat 1 sampai 2 Lengkap

Panduan Tata Cara Sholat Idul Adha dan Bacaannya dari Rakaat 1 sampai 2 Lengkap

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:42 WIB

Integrasi Transportasi Jabodetabek Dinilai Kunci Kurangi Emisi dan Perkuat Mobilitas Komuter

Integrasi Transportasi Jabodetabek Dinilai Kunci Kurangi Emisi dan Perkuat Mobilitas Komuter

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:30 WIB

Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Juga Menyasar Daerah 3T

Mensos Gus Ipul: Sekolah Rakyat Juga Menyasar Daerah 3T

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:15 WIB

Bukan Karena BOP! MUI Ungkap Rahasia di Balik Bebasnya 9 WNI dari Penjara Israel

Bukan Karena BOP! MUI Ungkap Rahasia di Balik Bebasnya 9 WNI dari Penjara Israel

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:14 WIB

Muncul Usul Jabatan DPR Cukup 2 Periode: Jangan Ada 'Kursi Abadi' di Senayan

Muncul Usul Jabatan DPR Cukup 2 Periode: Jangan Ada 'Kursi Abadi' di Senayan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:00 WIB

IESR Sebut Solusi Energi Prabowo Berisiko Tambah Beban Fiskal: Sawit Mahal!

IESR Sebut Solusi Energi Prabowo Berisiko Tambah Beban Fiskal: Sawit Mahal!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:00 WIB