-
Bom bunuh diri kelompok separatis BLA menghantam kereta militer di Quetta, Pakistan barat.
-
Insiden tragis menjelang Idulfitri tersebut mengakibatkan 20 orang tewas dan 70 lainnya luka-luka.
-
Konflik berakar dari tuduhan eksploitasi mineral sepihak oleh pemerintah federal di tanah Balochistan.
Aksi sabotase terhadap infrastruktur kereta api bukan merupakan fenomena baru dalam konfrontasi bersenjata di wilayah Balochistan. Selama dua tahun terakhir, armada komuter Jaffar Express telah berulang kali menjadi sasaran tembak kelompok serupa.
Bahkan pada Maret 2025 lalu, kelompok militan sempat membajak satu rangkaian kereta dan menyandera puluhan penumpang. Ketegangan geopolitik dipicu oleh kecemburuan sosial ekonomi masyarakat lokal terhadap kebijakan otoritas pusat.
BLA secara konsisten menuduh pemerintah federal Islamabad mengeksploitasi kekayaan tambang Balochistan tanpa membagikan keuntungan bagi warga pribumi. Sentimen ketidakadilan inilah yang terus merawat bara pemberontakan di wilayah tersebut.
Secara geografis, Balochistan merupakan provinsi terluas yang mencakup hampir 44 persen total daratan Pakistan. Wilayah ini berbatasan langsung dengan area konflik sensitif di Iran serta Afghanistan.
Kendati areanya sangat luas, kawasan bergolak ini hanya dihuni sekitar 5 persen dari total 240 juta jiwa penduduk Pakistan. Eskalasi kekerasan antara militer dan BLA sempat memuncak pada Februari lalu hingga merenggut 31 nyawa warga sipil.